<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934</id><updated>2012-02-17T00:19:23.398+07:00</updated><category term='bung hatta'/><category term='bally'/><category term='sahaja'/><title type='text'>Lima Menit</title><subtitle type='html'>Lima menit bukanlah berarti sebuah waktu. Ini hanyalah kiasan saya untuk menyampaikan hal-hal di seputaran saya yang menurut saya bisa direnungkan.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>47</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-2772744422397246470</id><published>2008-02-22T17:38:00.004+07:00</published><updated>2008-03-29T16:00:43.096+07:00</updated><title type='text'>Lapar, Anak SD Gantung Diri</title><content type='html'>Magetan-&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Surya&lt;/span&gt;, Heran melihat Teguh Miswadi, 11, tidak masuk sekolah sejak Senin (18/2), Sujarwo menjenguk salah-satu murid pintarnya itu kemarin. Pak guru Sujarwo, 45, khawatir sakit maag Teguh kambuh, dan dia ingin membawanya ke Puskesmas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tiba di rumah Teguh yang tinggal bersama neneknya di Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kab. Magetan, Sujarwo terkejut bukan kepalang. Di sebuah kamar yang tak terkunci di rumah setengah kayu dan setengah bambu itu, Sujarwo melihat siswa kesayangannya tergantung kaku. Teguh sudah tak  bernyawa. Teguh bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seutas tali tampar biru menjerat lehernya," kata Sujarwo saat ditemui Selasa (19/2). Tali itu diikatkan pada blandar atau kayu penopang atap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sujarwo, Teguh gelap mata, sangat mungkin karena tidak tahan akan rasa sakit yang menyerang perut. Maag itu sering membuatnya mengerang. Penyakit ini seharusnya dilawan dengan makan teratur dan bergizi. Tapi, justru itulah yang tak mungkin didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tetangga membenarkan Teguh hanya makan satu kali sehari. Kondisi Teguh yang tinggal hanya berdua dengan neneknya yang renta, memang sangat memprihatinkan. Siswa kelas 5 SDN Pupus 02, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan ini sering mengeluh sakit perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teguh menderita sakit maag akut sejak cukup lama dan.tak ada yang memperhatikan secara penuh sakitnya, termasuk kebutuhan makannya," tutur Sujarwo dengan nada prihatin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kondisi keluarga Teguh yang miskin, makan sebagai kebutuhan paling dasar tampaknya memang tak sanggup dipenuhi keluarganya. Teguh tinggal bersama Mbah Ginah, 76, neneknya yang buta di RT 2 RW 7 No 672 Desa Pupus, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebetulnya tidak ada yang aneh. Anak itu mudah bergaul dengan teman sebayanya dan tergolong cerdas. Hanya, dia sering tiba-tiba terdiam," kata Sukarni, 35, tetangga Mbah Ginah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru ketika bocah ini nekat gantung diri, orang-orang dewasa di sekitarnya melek. Betapa tersiksanya Teguh yang hanya bisa mengisi perut sekali sehari. Bahkan sebelum meregang nyawa, dia diduga sangat kesakitan. Ini terlihat dari tas sekolah, buku-buku, sepatu, serta seragam sekolah yang ada di bawahnya berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat mungkin Teguh yang mengenakan kaus hijau dan celana jins biru ini berkelojotan menahan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sukarni, Mbah Ginah menjadi satu-satunya orang yang dianggap paling bisa memberi perhatian pada Teguh. Tetapi, karena sudah tak bisa melihat, Mbah Ginah memiliki keterbatasan. Selain itu, kemiskinan selalu saja menjadi sandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika bocah malang ini tinggal bersama ayahnya, Suwarno, 41, dia juga tidak mendapat perhatian apalagi dirawat layaknya seorang anak. Lagi-lagi kemiskinan yang membuat keluarga kecil ini berantakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata sejumlah tetangganya, Suwarno harus berangkat ke sawah sebagai buruh tani usai subuh dan kembali ke rumah menjelang senja. Ibu Teguh, Supartinah, 38, telah pergi merantau ke Sumatera sejak Teguh masih kecil.&lt;br /&gt;Hingga kini Supartinah tidak pernah kembali, sehingga tak ada yang sekadar menyapa apakah bocah ini sudah makan atau belum, apakah di rumah ada yang bisa dimakan atau tidak. "Teguh kemudian memilih tinggal bersama Mbah Ginah yang tinggalnya masih sedesa dengan ayahnya. Meski sama-sama miskin, mbah yang buta ini lebih telaten," kata Sukarni.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teguh memilih mengakhiri rasa sakit dan kemiskinan itu dengan caranya sendiri. Bayu, 11, teman sebangku Teguh di kelas, menangis mendengar teman belajar dan teman bermainnya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Bayu, nilai pelajaran Teguh yang duduk di bangku terdepan ini bagus-bagus. "Selalu 7 dan 8. Dia juga mampu menirukan semua bentuk lukisan maupun gambar di atas kertas," kata Bayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayu ingat, ketika bermain bersama, Teguh sudah berpesan mulai Senin (18/2) tidak masuk sekolah lagi. "Sabtu lalu dia bilang sakit maagnya kambuh," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memastikan sebab kematian, Kapolsek Lembeyan, AKP Subagyo langsung menyerahkan jasad Teguh kepada keluarga untuk dimakamkan atas permintaan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya, Suwarno, tak bisa dimintai keterangan karena pingsan setelah&lt;br /&gt;melihat Teguh meninggal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-2772744422397246470?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/2772744422397246470/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=2772744422397246470' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/2772744422397246470'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/2772744422397246470'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2008/02/lapar-anak-sd-gantung-diri.html' title='Lapar, Anak SD Gantung Diri'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-6045327327389978287</id><published>2008-01-30T10:59:00.000+07:00</published><updated>2008-01-30T12:48:50.901+07:00</updated><title type='text'>Berdoa Sampai Sesuatu Terjadi</title><content type='html'>Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan tampaklah Tuhan yang berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tuhan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa ia harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun-tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya sering menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan&lt;br /&gt;tersia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblis pun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya. "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki itu bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tuhan," katanya, "Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatanku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian," Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata bahwa tugasmu adalah mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu seperti yang telah kau lakukan. Tapi tidak sekalipun Aku berkata bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang&lt;br /&gt;padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. Tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus-menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar&lt;br /&gt;untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya.&lt;br /&gt;Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru ... lakukan P.U.S.H. (PUSH = dorong).&lt;br /&gt;Ketika pekerjaanmu mulai menurun ... lakukan P.U.S.H.&lt;br /&gt;Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan ... lakukan P.U.S.H.&lt;br /&gt;Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar ... lakukan P.U.S.H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;P = Pray&lt;br /&gt;U = Until&lt;br /&gt;S = Something&lt;br /&gt;H = Happens&lt;br /&gt;PUSH = Pray Until Something HAPPENS!!&lt;br /&gt;(Berdoalah sampai sesuatu terjadi)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-6045327327389978287?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/6045327327389978287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=6045327327389978287' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/6045327327389978287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/6045327327389978287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2008/01/berdoa-sampai-sesuatu-terjadi.html' title='Berdoa Sampai Sesuatu Terjadi'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-7310529743134706644</id><published>2008-01-28T23:23:00.001+07:00</published><updated>2008-01-29T00:16:39.435+07:00</updated><title type='text'>Shi Sang Chi You Mama Hau</title><content type='html'>Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati. Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah, dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya (di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak mereka satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk membiayai hidupnya di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar, jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya. "Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian berdua", kata sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan untuk berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil. Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2 tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan. Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak di punggungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin, karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum terbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa, untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain. Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain. Darah berhamburan. Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang sedang dilakukan oleh sang ibu ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya. Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut, bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau" (terjemahannya "Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di malam hari. Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana, tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb, karena ia akan membelinya bulan depan. "Apakah kamu punya uang?" tanya sang pemilik toko. "Tidak sekarang, nanti saya akan punya", kata sang anak dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya "Dari mana kamu mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?". "Saya tidak mencuri, kakek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya, jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah" kata sang anak. Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar, dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah kamu mencuri, Nak?" Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya telah mencuri. "Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri. Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?" kata sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus melakukannya, demi kebaikan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui kejadiannya. "Ia sebenarnya anak yang baik", kata salah satu tetangganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah satu tetangganya yang merupakan familinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu. Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko, memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya". Sang anak mengikuti nasehat kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2 muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu."Maafkan saya, Nak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak Bu, saya yang bersalah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah dagingnya sendiri. Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan baik tanpa bantuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira sekali, menyanyikan lagu "Shi Sang Chi You Mama Hau", lagu kesayangan mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin dengan ibu. "Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak" kata ibu. "Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu bekerja lagi, Bu", kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama ibunya, sang anak menolak. "Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan itu", teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan menangis, sang ibu berkata "Nak, kamu harus dengar nasehat ibu. Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu." "Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu, bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi", sang anak mulai menangis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 "Kalau ibu sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu". Sampai pada akhirnya, ibunya memaksa dengan mengatakan "Benar, ibu tidak sayang kamu lagi. Tinggallah di sini", ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb. Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat anaknya dengan baik. Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang pun dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia duduk di depan rumah tsb, menangis "Ibu benar2 tidak menginginkan saya lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi tidak ada kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut. Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu. Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus, dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya, saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis ia memohon agar bisa menemukan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat kamu baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan, demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh dari tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah.......... ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya. Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi hasilnya nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah, ia berucap dengan lemah "Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat anakku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera menyanyikan lagu "Shi Sang Ci You Mama Hau" dengan suara perlahan, tak disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah. Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk pengemis tua itu dan berteriak dengan haru "Ibu? Ini saya ibu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu bertanya, "Apakah kamu ??..(nama anak itu)?" "Benar bu, saya adalah anak&lt;br /&gt;ibu?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang menganggapnya sebagai orang gila.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-7310529743134706644?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/7310529743134706644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=7310529743134706644' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7310529743134706644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7310529743134706644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2008/01/shi-sang-chi-you-mama-hau.html' title='Shi Sang Chi You Mama Hau'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-4472993442895950148</id><published>2007-12-23T21:23:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T23:20:46.941+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Tenzing Norgay</title><content type='html'>Bagi pendaki gunung, tentu tahu siapa Tenzing Norgay. Namanya memang kalah populer dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sir&lt;/span&gt; Edmund Hillary, orang pertama di dunia yang berhasil mencapai puncak gunung tertinggi di dunia, Everest. Sedangkan Tenzing adalah penduduk asli Nepal yang menjadi pemandu bagi Edmund Hillary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 29 Mei 1953 pukul 11.30, Tenzing Norgay bersama dengan Edmund Hillary berhasil menaklukkan Puncak Everest pada ketinggian 29,028 kaki di atas permukaan laut. Keberhasilan ini menjadi inspirasi dan penyemangat bagi ratusan pendaki berikutnya untuk mengikuti prestasi mereka. Pada rentang waktu tahun 1920 sampai dengan tahun 1952, tujuh tim ekspedisi yang berusaha menaklukkan Everest mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan Sir Edmund Hillary pada saat itu sangat fenomenal mengingat baru berakhirnya Perang Dunia II dan menjadi semacam inspirator untuk mengembalikan kepercayaan diri bagi seluruh bangsa di dunia. Karena keberhasilannya, Sir Edmund Hillary mendapatkan gelar kebangsawanan dari Ratu Inggris yang baru saja dilantik saat itu Ratu Elizabeth II dan menjadi orang yang paling dikenal di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi di balik keberhasilan itu Tenzing Norgay memiliki peran yang sangat besar. Namun ia sangat rendah hati. Sesaat setelah Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay kembali dari Puncak Everest, hampir semua reporter dunia berebut mewawancarai Sir Edmund Hillary. Hanya satu reporter yang mewawancarai Tenzing Norgay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya soal perasaan dia yang telah menaklukkan puncak gunung tertinggi di dunia, Tenzing hanya menjawab sangat senang sekali. Sebagai pemandu tentu ia berjalan di depan Edmund Hillary. Jika mau, bisa saja ia menjadi sebagai orang pertama yang menjejak atap dunia itu. Namun, "Saat tinggal satu langkah mencapai puncak, saya persilakan dia (Edmund Hillary - Red.) untuk menjejakkan kakinya dan menjadi orang pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Puncak Gunung Tertinggi di dunia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditanya mengapa ia rela membuang kesempatan emas itu? "Karena itulah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;impian&lt;/span&gt; Edmund Hillary, bukan impian saya. Impian saya hanyalah berhasil membantu dan mengantarkan dia meraih impiannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sekelumit kisah tentang seorang Tenzing Norgay. Ia tidak menjadi serakah, ataupun iri dengan keberhasilan, nama besar, dan semua penghargaan yang diperoleh Sir Edmund Hillary. Ia cukup bangga dapat membantu orang lain mencapai dan mewujudkan impiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari atau dalam dunia kerja kita secara pribadi terbiasa atau terkondisikan untuk fokus kepada diri kita sendiri. Siapa yang mendapat nama, apa yang kita dapatkan, bonus, penghargaan, insentif, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai renungan, "Bisakah kita menjadi seperti Tenzing Norgay?" Sebenarnya bukan bisa atau tidak, tapi &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;mau&lt;/span&gt; atau &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;tidak&lt;/span&gt;!&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-family:Arial;font-size:13;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-4472993442895950148?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/4472993442895950148/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=4472993442895950148' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/4472993442895950148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/4472993442895950148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/12/belajar-dari-tenzing-norgay.html' title='Belajar dari Tenzing Norgay'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-227793231199833514</id><published>2007-11-23T04:15:00.000+07:00</published><updated>2008-01-26T23:29:58.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bung hatta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sahaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bally'/><title type='text'>Bung Hatta Dan Kisah Sepatu Bally</title><content type='html'>Pada tahun 1950-an, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bally&lt;/span&gt; adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bally&lt;/span&gt;. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bally&lt;/span&gt; idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bally&lt;/span&gt; itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bally&lt;/span&gt;. Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri," kata Adi Sasono, Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad Bung Hatta. Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-227793231199833514?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/227793231199833514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=227793231199833514' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/227793231199833514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/227793231199833514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/11/bung-hatta-dan-kisah-sepatu-bally.html' title='Bung Hatta Dan Kisah Sepatu Bally'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-5216688504791572468</id><published>2007-11-07T17:11:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:42.415+07:00</updated><title type='text'>TETAPI, TETAPLAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzGQHPk30jI/AAAAAAAAADk/N3HM4vjLyLw/s1600-h/MotherTheresa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 162px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzGQHPk30jI/AAAAAAAAADk/N3HM4vjLyLw/s320/MotherTheresa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130039904666374706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;-Mother Theresa-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau berbuat baik, orang lain mungkin akan berprasangka bahwa ada maksud-maksud buruk di balik perbuatan baik yang kau lakukan itu.&lt;br /&gt;Tetapi, tetaplah berbuat baik selalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang orang berpikir secara tidak masuk akal dan bersikap egois.&lt;br /&gt;Tetapi, bagaimanapun juga, terimalah mereka apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau sukses, engkau mungkin akan mempunyai musuh dan juga teman-teman yang iri hati atau cemburu.&lt;br /&gt;Tetapi teruskanlah kesuksesanmu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau jujur dan terbuka, orang lain mungkin akan menipumu.&lt;br /&gt;Tetapi, tetaplah bersikap jujur dan terbuka setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang telah engkau bangun bertahun-tahun lamanya, dapat dihancurkan orang dalam satu malam saja.&lt;br /&gt;Tetapi, janganlah berhenti dan tetaplah membangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila engkau menemukan kedamaian dan kebahagiaan di dalam hati, orang lain mungkin akan iri hati kepadamu.&lt;br /&gt;Tetapi, tetaplah berbahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebaikan yang kau lakukan hari ini, mungkin besok dilupakan orang.&lt;br /&gt;Tetapi, teruslah berbuat baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan yang terbaik dari apa yang kau miliki dan itu mungkin tidak akan pernah cukup.&lt;br /&gt;Tetapi, tetap berikanlah yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadarilah bahwa semuanya itu ada di antara engkau dan Tuhan. Tidak akan pernah ada antara engkau dan orang lain.&lt;br /&gt;Jangan pedulikan apa yang orang lain pikir atas perbuatan baik yang kau lakukan.&lt;br /&gt;Tetapi percayalah bahwa mata Tuhan tertuju pada orang-orang jujur dan Dia sanggup melihat ketulusan hatimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-5216688504791572468?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/5216688504791572468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=5216688504791572468' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/5216688504791572468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/5216688504791572468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/11/tetapi-tetaplah.html' title='TETAPI, TETAPLAH'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzGQHPk30jI/AAAAAAAAADk/N3HM4vjLyLw/s72-c/MotherTheresa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-6414013521705901375</id><published>2007-11-06T16:33:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:42.595+07:00</updated><title type='text'>Pohon Oak dan Ilalang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzA22fk30hI/AAAAAAAAADU/B19bw3mHDi0/s1600-h/DSC00065.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 190px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzA22fk30hI/AAAAAAAAADU/B19bw3mHDi0/s320/DSC00065.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129660285391983122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada sebuah fabel tua tentang pohon oak perkasa yang telah tumbuh dan hidup selama satu abad. Setelah berdiri dengan kokoh sedemikian lamanya, pohon perkasa ini akhirnya ditumbangkan oleh badai. Ia terlempar ke dalam sungai dan hanyut terapung menuju muara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika terhanyut, pohon oak tersebut melewati barisan ilalang yang tumbuh di kelokan sungai. Sang perkasa yang telah tumbang tersebut bertanya kepada ilalang dengan penuh rasa heran.  "Bagaimana engkau bisa menghadapi badai yang sedemikian ganasnya sehingga saya yang kekar, kuat, dengan akar-akar yang banyak dan menghunjam kuat ke dalam tanah saja bisa ditumbangkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilalang berkata, "Bertahun - tahun engkau melawan dengan keras kepala angin yang bertiup ke arahmu. Engkau begitu bangga dengan kekuatanmu, sehingga engkau bertahan bergeming sedikit pun. Sementara kami, sebaliknya tidak melawan angin, kami selalu meliuk dan merunduk mengikuti datangnya angin. Kami memahami kekuatan angin, sehingga semakin keras ia bertiup, kami semakin rendah hati dan merunduk kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika angin kehidupan bertiup ke arahmu, maka meliuk dan merunduklah bersamanya. Kekuatanmu mungkin bisa melawan angin kecil, tetapi jika badai kehidupan melanda, kemampuanmu untuk meliuk, bersikap rendah hati, dan merunduk bersamanyalah yang menentukan apakah engkau akan tercabut dan tumbang, atau engkau tetap berdiri di kakimu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-6414013521705901375?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/6414013521705901375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=6414013521705901375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/6414013521705901375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/6414013521705901375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/11/pohon-oak-dan-ilalang.html' title='Pohon Oak dan Ilalang'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzA22fk30hI/AAAAAAAAADU/B19bw3mHDi0/s72-c/DSC00065.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-1356829245811422302</id><published>2007-11-06T16:09:00.001+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:42.718+07:00</updated><title type='text'>Mendisiplin Dengan Pukulan, Bolehkah?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzAxMvk30gI/AAAAAAAAADM/bZa_tUTqi98/s1600-h/DSC00088.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzAxMvk30gI/AAAAAAAAADM/bZa_tUTqi98/s320/DSC00088.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129654070574305794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Saya sering dalam situasi yang membuat saya ingin memukul anak saya. Setelah membaca ini, saya jadi mengerti apa yang mesti saya lakukan. Makanya, saya mencoba berbagi semoga kiat berikut ini berguna bagi pembaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;me@milis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;================&lt;br /&gt;Ini adalah pertanyaan banyak orangtua jika kami menyampaikan ceramah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;parenting&lt;/span&gt; di berbagai tempat. Bolehkah kita memukul anak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan kita belajar mendisiplinkan orang dari orangtua kita dulu. Jika orangtua kita ringan tangan, ada kecenderungan kita melakukan hal yang sama pada anak kita. Kalau sang Ibu cerewet dalam mengasuh anak, maka anak perempuannya mengadopsinya dan menjadi cerewet pula. Seperti pepatah Inggris mengatakan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;like mother like daughter&lt;/span&gt;", atau pepatah kita berkata "buah apel jatuh tak jauh dari pohonnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman anak-anak kita sekarang tentu berbeda dari zaman kita kecil dulu. Perkembangan tekonologi misalnya sangat mengubah format emosi dan berpikir anak-anak kita. Zaman sekarang banyak ibu yang bekerja di luar rumah dan berakibat waktu ibu dengan anak sangat sedikit. Jarak rumah dan tempat kerja juga jauh, terutama di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya, sehingga orangtua berangkat pagi dan pulang malam dalam keadaan lelah. Belum lagi jika hubungan ayah-ibu tidak harmonis atau berbeda dalam cara mendidik. Hal-hal ini menimbulkan emosi-emosi negatif yang kalau kita tidak waspada, bisa kita timpakan kepada anak-anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Alasan Memukul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Umumnya kita memukul anak karena kita marah. Sering kemarahan orangtua sedemikian hebat sehingga pukulan yang diberikan cenderung tanpa pikir panjang dan berlebihan, atau impulsif. Setelah memukul kebanyakan orangtua menjadi sangat menyesal; tetapi tidak berdaya. Kebanyakan orangtua sebenarnya tidak tega memukul anak mereka. Tapi orangtua menganggap kalau dibiarkan, anak bisa jadi lebih nakal. Akhirnya, mau tidak mau, pukulanlah yang orangtua pikir dapat memperbaiki tingkah laku anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukulan-pukulan berakibat negatif pada anak-anak. Pada tataran terendah mereka akan malu, apalagi kalau ada orang lain (pembantu, adik-kakak, keluarga lain, teman) yang melihat mereka dipukul. Anak yang dipukul dapat membuat mereka menyalahkan diri sendiri. Mereka menjadi susah dan sedih, sebab dalam hati kecil mereka umumnya mengasihi orangtua, tetapi dia merasa telah membuat orangtua susah. Pada dasarnya seorang anak belum tahu bagaimana caranya menyenangkan orangtuanya. Akhirnya si anak menjadi kesal terhadap dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan-perasaan ini menumbuhkan kebingungan dan rasa marah dalam diri anak, baik terhadap dirinya sendiri maupun orangtuanya. Jika pemukulan, kemarahan, caci-maki, penghinaan, dan sebagainya terus dilakukan, anak ini tumbuh dengan harga diri yang rendah (inferior). Sepanjang hidupnya dia memendam kemarahan pada orangtuanya tetapi tidak tahu cara menyalurkannya. Dia ingin membalas, tapi jelas tidak mungkin. Maka satu-satunya cara yang dia lakukan (di bawah alam sadar tentunya) dia malah ingin membuat orangtuanya menjadi susah, lantas marah, dan kembali memukulnya. Demikian terus-menerus, sehingga pukulan menjadi hal yang dinanti-nantikannya . Dia senang kalau orangtuanya marah. Inilah bentuk pembalasan dendamnya atas kekasaran orangtuanya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memukul, Alternatif Terakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau SANGAT terpaksa, orangtua boleh memukul anak, dengan perkataan lain pukulan adalah alternatif terakhir. Sebab pada dasarnya banyak cara mendisiplinkan anak, misalnya: tidak mengizinkan anak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nonton&lt;/span&gt; TV untuk beberapa saat, mengurangi atau bahkan mencabut jam bermain &lt;span style="font-style: italic;"&gt;game&lt;/span&gt;, tidak mengizinkan main ke rumah teman sementara waktu, mengurangi uang jajan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau terpaksa memukul hendaknya dilakukan dengan baik, dengan tujuan memperbaiki tingkah laku anak, bukan untuk melampiaskan emosi negatif orangtua. Intinya, jangan memukul saat Anda marah. Sebaiknya kalau Anda sedang sangat marah pada anak, masuklah ke kamar, lakukanlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;self-talk&lt;/span&gt;, "Tuhan, saya sedang sangat marah pada anak saya. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Tolong saya untuk menyampaikan kemarahan saya dengan baik dan benar. Berkati anak saya. Amin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendisiplinkan anak sebaiknya dilakukan sejak mereka masih sangat kecil, sedini mungkin. Mulailah dengan mengajarkan disiplin dalam bentuk cerita. Selain cerita, kita bisa mengajarkan hal-hal baik pada anak lewat obrolan, pergaulan, simulasi, dan sebagainya. Hal ini kami jelaskan dalam buku kami &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membangun Karakter Anak Lewat Cerita&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu disadari bahwa ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan perilaku disiplin orangtua yang baik. Orangtua yang cerdas secara emosi akan menemukan cara mendisiplin anak dengan benar. Mendisiplin dengan pukulan bisa dilakukan sampai anak berusia 10 tahun. Lewat usia itu, hindarkanlah memukul anak. Kami sendiri jarang sekali memukul anak karena memiliki cara mendisiplin lain yang lebih efektif pada anak-anak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Procedure and Rules&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah anak saya berlaku yang namanya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;procedures and rules&lt;/span&gt;. Guru membuat prosedur untuk ke toilet dengan mengacungkan dua jari, artinya: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I want to pee&lt;/span&gt;." Tapi kalau sudah mendesak anak boleh melambaikan tiga jarinya. Itu artinya: "Sudah enggak tahan, Miss." Guru mengangguk, si anak boleh keluar kelas. Cara ini meminimalkan keributan di kelas. Kalau anak-anak ingin pindah kelas (sekolah menggunakan cara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;moving class&lt;/span&gt;), ada prosedurnya. Kalau masih lupa, diulangi lagi. Ini yang namanya prosedur. Guru tidak boleh memberikan hukuman kepada siswa kalau dia melanggar prosedur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosedur bisa diterapkan di rumah. Misalnya ada prosedur sebelum tidur, yaitu ganti baju, sikat gigi, cuci kaki, berdoa. Bagaimana prosedur makan? Beri anak giliran menyiapkan meja, atur piring dan perlengkapannya. Setelah masing-masing duduk, ayah berdoa; barulah makan. Setelah makan, anak-anak menaruh piring di tempat cuci, ada yang mencuci, ada yang membereskan meja, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin awalnya agak sulit. Jika prosedur ini sudah menjadi kebiasaan yang diterapkan di rumah, orangtua bisa lebih lega. Saat anak lupa, kita hanya perlu berkata, "Prosedur... .," maka anak kita sudah tahu apa yang harus dilakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;rules&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rules&lt;/span&gt; adalah peraturan. Kalau peraturan dilanggar, ada sanksinya. Anak-anak kecil umumnya tidak perlu diberi peraturan. Karena, jika mereka sudah mengikuti prosedur dengan baik, tidak ada lagi yang bersifat peraturan. Bagi remaja, kita perlu memberi peraturan jam malam, misalnya. Atau aturan main &lt;span style="font-style: italic;"&gt;game&lt;/span&gt; dibatasi 1-2 jam, dan seterusnya. Kalau dilanggar, beritahukan sanksinya kepada mereka. Tanpa omelan, jika remaja kita melanggar peraturan, terapkanlah sanksi untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Anda mengalami kesulitan dalam mendisiplinkan anak, pelajarilah psikologi perkembangan anak, cari bantuan konselor keluarga. Juga ikuti kelas-kelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;parenting&lt;/span&gt; seperti yang kami lakukan kepada ribuan orangtua. Akhirnya, berikanlah lebih banyak waktu kepada mereka. (*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roswitha dan Julianto Simanjuntak&lt;br /&gt;*) Julianto Simanjuntak dan Roswitha adalah pendiri dan ketua Layanan Konseling Keluarga dan Karier (LK3). Penulis buku laris &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Seni Merayakan Hidup Yang Sulit&lt;/span&gt;.  Bisa dihubungi di tel: (021) 5565 8224 dan 5608477. HP.081932123738. Website : &lt;a href="http://www.lk3web.info/" target="_blank"&gt;www.lk3web.info&lt;/a&gt;. Rutin mengasuh Institut Konseling &amp;amp; Parenting Terapan LK3 di pelbagai kota secara tatap muka maupun Jarak Jauh, belajar ratusan tema &lt;span style="font-style: italic;"&gt;parenting&lt;/span&gt; dan konseling. Motto: Orang Bijak Peduli Konseling.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-1356829245811422302?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/1356829245811422302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=1356829245811422302' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/1356829245811422302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/1356829245811422302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/11/mendisiplin-dengan-pukulan-bolehkah.html' title='Mendisiplin Dengan Pukulan, Bolehkah?'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzAxMvk30gI/AAAAAAAAADM/bZa_tUTqi98/s72-c/DSC00088.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-4744628385643872725</id><published>2007-11-06T15:56:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:42.851+07:00</updated><title type='text'>Jangan Hanya Tahu, Tapi Selalu Sadar!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzAs9_k30fI/AAAAAAAAADE/NnZ9tg2m8jg/s1600-h/DSC00076.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 151px; height: 120px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzAs9_k30fI/AAAAAAAAADE/NnZ9tg2m8jg/s320/DSC00076.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129649419124724210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang pria mendatangi sang Guru, "Guru, saya sudah&lt;br /&gt;bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati saja."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah  tidak  mendengar  pembelaannya,  sang Guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  sekali  di  antara  kita  yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa  disadari  kita  melakukan hal-hal yang  bertentangan dengan norma kehidupan.  Sungai  kehidupan  ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;status-quo&lt;/span&gt;. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk  ikut&lt;br /&gt;mengalir bersama kehidupan  membuat kita sakit. Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.   Dalam   hal   berumah  tangga, bentrokan-bentrokan   kecil  itu  lumrah. Persahabatan  pun  tidak  selalu  langgeng. Apa  sih  yang  langgeng, yang abadi dalam hidup ini?&lt;br /&gt;Kita tidak  menyadari   sifat  kehidupan.  Kita  ingin mempertahankan  suatu keadaan.&lt;br /&gt;Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyakitmu  itu  bisa  disembuhkan,  asal  kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti  petunjukku,"  kata  Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak  Guru, tidak! Saya sudah betul-betul  bosan.  Saya tidak ingin hidup," pria itu menolak tawaran sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi,  kamu  tidak  ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, memang saya  sudah bosan hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, kalau begitu maumu. Ambillah botol obat ini.  Setengah  botol  diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang. Besok malam kau akan mati dengan tenang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran  pria  itu  jadi  bingung.  Setiap  guru yang ia datangi selama ini selalu  berupaya untuk memberikannya semangat hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah  menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya  dengan  senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah  botol "obat" dari sang Guru. Ia lalu merasakan ketenangan yang tidak  pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia  akan mati.  Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam  itu ia memutuskan  untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu  yang  sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir , malam  terakhir ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan,  ia  bersenda  gurau.  Suasananya santai banget!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum tidur, ia mencium  istrinya  dan  berbisik, "Sayang, aku mencintaimu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya bangun tidur,  ia  membuka  jendela  kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan  tubuhnya dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah  setengah  jam kemudian, ia  melihat istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk  dapur  dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan  kenangan manis!  Sang  istri  pun merasa aneh sekali. Selama ini, mungkin aku salah, "Maafkan aku, Sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  kantor,  ia  menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita  kok  aneh  ya?" Sikap mereka pun langsung berubah. Mereka menjadi lembut.  Karena  siang  itu  adalah  siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah  dan  lebih  toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba  hidup menjadi indah.  Ia mulai  menikmatinya. Pulang ke rumah petang  itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda. Kali ini justru sang istri  yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak pun tidak  ingin ketinggalan,  "Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress&lt;br /&gt;karena perilaku kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba,  sungai  kehidupannya  mengalir kembali. Seketika hidup menjadi sangat  indah.  Ia  mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan  setengah  botol  yang&lt;br /&gt;sudah ia minum? Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat  wajah  pria itu, sang  Guru langsung  mengetahui apa yang telah terjadi, "Buang saja  botol  itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan  saja, maka  kau  akan menikmati setiap detik kehidupan. Hilangkan   egomu, keangkuhanmu.   Jadilah lembut,selembut  air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup.  Itulah  rahasia  kehidupan.  Itulah jalan menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja. Itulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu.  Kita  semua  SUDAH  TAHU  bahwa  kita BISA MATI KAPAN SAJA.&lt;br /&gt;Tapi masalahnya: apakah kita SELALU SADAR bahwa kita BISA MATI KAPAN SAJA?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-4744628385643872725?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/4744628385643872725/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=4744628385643872725' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/4744628385643872725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/4744628385643872725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/11/jangan-hanya-tahu-tapi-selalu-sadar.html' title='Jangan Hanya Tahu, Tapi Selalu Sadar!'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RzAs9_k30fI/AAAAAAAAADE/NnZ9tg2m8jg/s72-c/DSC00076.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-667280725304073814</id><published>2007-09-12T13:31:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:43.021+07:00</updated><title type='text'>Saya bukan pengemis ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RuePVJ8u4VI/AAAAAAAAACc/6WHjEYlkjhQ/s1600-h/buavita.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RuePVJ8u4VI/AAAAAAAAACc/6WHjEYlkjhQ/s320/buavita.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5109209895885791570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selesai berlibur dari kampung, saya harus kembali ke Jakarta. Mengingat jalan tol yang juga padat, saya menyusuri jalan lama. Terasa mengantuk, saya singgah sebentar di sebuah restoran. Begitu memesan makanan, seorang anak lelaki berusia lebih kurang 12 tahun muncul di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang mau beli kue?" Katanya sambil tersenyum. Tangannya segera menyelak daun pisang yang menjadi penutup bakul kue jajanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak Dik, Abang sudah pesan makanan," jawab saya ringkas. Dia berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pesanan tiba, saya langsung menikmatinya. Lebih kurang 20 menit kemudian saya melihat anak tadi menghampiri pelanggan lain, sepasang suami istri sepertinya. Mereka juga menolak, dia berlalu begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang sudah makan, tak mau beli kue saya?" tanyanya tenang ketika menghampiri meja saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang baru selesai makan Dik, masih kenyang nih,"  kata saya sambil menepuk-nepuk perut. Dia pergi, tapi cuma di sekitar restoran. Sampai di situ dia meletakkan bakulnya yang masih penuh. Setiap yang lalu dia tanya, "Tak mau beli kue saya Bang, Pak... Kakak atau Ibu." Molek budi bahasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik restoran itupun tak melarang dia keluar masuk restorannya menemui pelanggan. Sambil memperhatikan, terbersit rasa kagum dan kasihan di hati saya melihat betapa gigihnya dia berusaha. Tidak tampak keluh kesah atau tanda-tanda putus asa dalam dirinya, sekalipun&lt;br /&gt;orang yang ditemuinya enggan membeli kuenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah membayar harga makanan dan minuman, saya terus pergi ke mobil. Anak itu saya lihat berada agak jauh di deretan kedai yang sama. Saya buka pintu, duduk di kursi sopir, dan menutup pintu. Belum sempat saya menghidupkan mesin, anak tadi tahu-tahu sudah berdiri di samping mobil. Dia menghadiahkan sebuah senyuman. Saya turunkan kaca jendela. Membalas senyumannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang sudah kenyang, tapi mungkin Abang perlukan kue saya untuk adik- adik, Ibu, atau Ayah Abang," katanya sopan sekali sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi dia memamerkan kue dalam bakul dengan menyelak daun pisang penutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tatap wajahnya, bersih dan bersahaja. Terpantul perasaan kasihan di hati. Lantas saya buka dompet, dan mengulurkan selembar uang Rp 20.000,- padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ambil ini Dik! Abang sedekah... Tak usah Abang beli kue itu." Saya berkata ikhlas karena perasaan kasihan meningkat mendadak. Anak itu menerima uang tersebut, lantas mengucapkan&lt;br /&gt;terima kasih terus berjalan kembali ke kaki lima deretan kedai. Saya gembira dapat  membantunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mesin mobil saya hidupkan. Saya memundurkan. Alangkah terperanjatnya saya melihat anak itu mengulurkan Rp 20.000,- pemberian saya itu kepada seorang pengemis yang buta kedua-dua matanya. Saya terkejut, saya hentikan mobil, memanggil anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa Bang, mau beli kue kah?" tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kenapa Adik berikan duit Abang tadi pada pengemis itu? Duit itu Abang berikan ke Adik!" kata saya tanpa menjawab pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bang, saya tak bisa ambil duit itu. Emak marah kalau dia tahu saya mengemis. Kata emak kita mesti bekerja mencari nafkah karena Allah. Kalau dia tahu saya bawa duit sebanyak itu pulang, sedangkan jualan masih banyak, Mak pasti marah. Kata Mak mengemis kerja orang&lt;br /&gt;yang tak berupaya, saya masih kuat Bang!" katanya begitu lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya heran sekaligus kagum dengan pegangan hidup anak itu. Tanpa banyak soal saya terus bertanya berapa harga semua kue dalam bakul itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Abang mau beli semua kah?" dia bertanya dan saya cuma mengangguk. Lidah saya kelu mau berkata. "Rp 25.000,- saja Bang ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas dia memasukkan satu per satu kuenya ke dalam plastik, saya ulurkan Rp 25.000,-. Dia mengucapkan terima kasih dan terus pergi. Saya perhatikan dia hingga hilang dari pandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan, baru saya terpikir untuk bertanya statusnya. Anak yatimkah? Siapakah wanita berhati mulia yang melahirkan dan mendidiknya? Terus terang saya katakan, saya beli kuenya bukan lagi atas dasar kasihan, tetapi rasa kagum dengan sikapnya yang dapat menjadikan kerjanya suatu penghormatan. Sesungguhnya saya kagum dengan sikap anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyadarkan saya, siapa kita sebenarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-667280725304073814?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/667280725304073814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=667280725304073814' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/667280725304073814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/667280725304073814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/09/saya-bukan-pengemis.html' title='Saya bukan pengemis ...'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RuePVJ8u4VI/AAAAAAAAACc/6WHjEYlkjhQ/s72-c/buavita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-3949490628334186444</id><published>2007-08-30T13:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:43.165+07:00</updated><title type='text'>Carilah Penyelesaian Yang Sederhana ...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtZkbhA2OLI/AAAAAAAAACU/f9sl1tRRxns/s1600-h/ruwatan-jjf1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtZkbhA2OLI/AAAAAAAAACU/f9sl1tRRxns/s320/ruwatan-jjf1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5104377651552204978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam hidup, sering kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah. Setelah bersusah payah, sebuah penyelesaian pun kita temukan. Namun, apakah penyelesaian itu efisien dan tidak rumit? Atau justru sebaliknya, memerlukan upaya yang lebih dan malah menjadi tidak sederhana. Out of box, kata orang; dan memang, kita harus bisa keluar dari kotak yang mengungkung kita untuk memperoleh penyelesaian yang sederhana. Beberapa kasus berikut bisa menjadi cermin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasus 1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah perusahaan pembuat sabun di Jepang tertimpa masalah. Salah satu pelanggannya mengirimkan keluhan sebab ia membeli sabun yang tidak ada isinya. Jadi hanya kotak sabun saja yang ia beli. Setelah dibuka isinya kosong melompong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saja pimpinan perusahaan bertanya ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Ternyata, karena sebuah keteledoran, ada satu kotak sabun yang isinya kosong namun terkirim ke bagian pengepakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor beresolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut. Petugas tadi harus memastikan bahwa kotak tidak kosong. Penyelesaian pun diperoleh, namun biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika perusahaan tersebut tidak memiliki modal dan teknologi yang memadai? Permasalahan yang sama akan diselesaikan dengan cara yang tidak sama tentunya. Teknisi di perusahaan kecil tersebut tentu saja tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, jika kotak sabun kosong otomatis akan keluar dari jalur pengepakan karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasus 2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol. Tinta pulpen tidak dapat mengalir ke mata pena akibat tidak ada gravitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan untuk menyelesaikan persoalan itu? Sebuah upaya bermodalkan waktu satu dekade dan modal AS$ 12 juta. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal, dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tahu apa yang dilakukan orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kasus 3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para&lt;br /&gt;pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Pemilik apartemen tadi kemudian mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Penyelesaian mudah namun butuh biaya tak sedikit. Pakar lainnya meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat. Asumsinya, semakin cepat lift, semakin cepat orang terlayani. Lagi-lagi ini butuh biaya tak sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa komentar pakar ketiga? "Inti dari keluhan pelanggan Anda adalah mereka merasa lama menunggu." Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;blockquote&gt;Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keep It Simple Solution&lt;/span&gt;. Cari penyelesaian yang sederhana, sehingga orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun penyelsaian yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, fokuslah pada penyelesaian, dan bukan pada masalah.&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-3949490628334186444?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/3949490628334186444/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=3949490628334186444' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/3949490628334186444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/3949490628334186444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/08/carilah-penyelesaian-yang-sederhana.html' title='Carilah Penyelesaian Yang Sederhana ...'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtZkbhA2OLI/AAAAAAAAACU/f9sl1tRRxns/s72-c/ruwatan-jjf1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-3079032530811213514</id><published>2007-08-27T17:42:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:43.377+07:00</updated><title type='text'>Cukup Hanya ....</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtKrJRA2OJI/AAAAAAAAACE/YkKj7gwkO5Q/s1600-h/pohon-kelapa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtKrJRA2OJI/AAAAAAAAACE/YkKj7gwkO5Q/s320/pohon-kelapa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103329503438321810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ada seseorang saat melamar kerja memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah. Hal itu terlihat oleh pewawancara dan pencari kerja tersebut pun mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang murid magang di sebuah toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tadi, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si murid tadi diajak kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak berkata kepada ibunya, "Ibu hari ini sangat cantik."&lt;br /&gt;Sang Ibu menjawab, "Mengapa?"&lt;br /&gt;"Karena hari ini Ibu sama sekali tidak marah-marah," jawab si anak.&lt;br /&gt;Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata, "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras. Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."&lt;br /&gt;Petani menjawab, "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."&lt;br /&gt;Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya, "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"&lt;br /&gt;Ada yang menjawab, "Cari mulai dari bagian tengah."&lt;br /&gt;Ada pula yang menjawab, "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."&lt;br /&gt;Yang lain menjawab, "Cari di rumput yang paling tinggi."&lt;br /&gt;Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat, "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."&lt;br /&gt;Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan. "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."&lt;br /&gt;Katak di pinggir jalan menjawab, "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak "pinggir jalan" sudah mati dilindas mobil yang lewat.&lt;br /&gt;Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir. Semua berjalan dengan berat, sangat menderita. Hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.&lt;br /&gt;Ada yang bertanya, "Mengapa engkau begitu santai?"&lt;br /&gt;Dia menjawab sambil tertawa, "Karena barang bawaan saya sedikit."&lt;br /&gt;Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-3079032530811213514?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/3079032530811213514/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=3079032530811213514' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/3079032530811213514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/3079032530811213514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/08/cukup-hanya.html' title='Cukup Hanya ....'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtKrJRA2OJI/AAAAAAAAACE/YkKj7gwkO5Q/s72-c/pohon-kelapa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-7075480671516523109</id><published>2007-08-24T17:53:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:43.543+07:00</updated><title type='text'>Jatuh 9 Kali, Bangkit 10 Kali</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/Rs67MxA2OII/AAAAAAAAAB8/fPUFQfmUZwQ/s1600-h/beruang-manis.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/Rs67MxA2OII/AAAAAAAAAB8/fPUFQfmUZwQ/s320/beruang-manis.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5102221255847065730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Putri kami, Sara Elizabeth, akan merayakan ulang tahun pertamanya.&lt;br /&gt;Dia mulai belajar berjalan. Istri saya, Margareth, dan saya senang&lt;br /&gt;tertatih-tatihduduk di lantai berseberangan, mendorong Sara untuk melangkah. Ketika dia berhasil menyelesaikan jalannya, kami&lt;br /&gt;bertepuk tangan dan bersorak. Jika ia mulai jatuh, kami berusaha&lt;br /&gt;menangkapnya. Jika ia jatuh, kami mendorongnya untuk bangkit lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan mirip seorang bayi yang baru belajar berjalan. Tetapi ada&lt;br /&gt;juga hari-hari kesedihan, jam-jam penuh rintangan, menit-menit kesalahpahaman, dan detik- detik terhuyung-huyung. Karena jalan kehidupan berbatu, dan jalan menuju puncak terdapat banyak kelokan yang tak terduga, penting bagi Anda menyadari tiga hal tentang "Lubang Jalan" di perjalanan menuju puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Ada Saatnya Anda Jatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang menjalani perjalanan hidup tidak hanya memiliki hak menikmatinya tetapi juga harus mengambil risiko untuk jatuh. Ketika Anda mengambil kesempatan, Anda bisa dimangsa musuh. Seseorang yang bersedia mempertahankan sesuatu kadangkala bisa dipukul sampai jatuh. Kita kadang-kadang seperti Sara Elizabeth, menjadi ceroboh dan tergesa-gesa. Sering hal ini terjadi sebelum kita memenuhi tujuan kita. Terlihat seolah-olah kita sudah berhasil. Rintangan sudah teratasi. Bau kemenangan yang wangi menyerap udara. Tetapi&lt;br /&gt;kemudian kita tersandung dan jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun yang lalu, saya menonton seorang pemain rugby berlari dengan semangat melewati garis pertahanan dan dengan keterampilan dan kecepatan berlari di belakang penahan. Ketika ia mendekati garis gol, ia menghentakkan tangannya ke udara, dan bola terjatuh dari tangannya. Saya tidak pernah melupakan pandangan kaget dan kecewa di&lt;br /&gt;wajahnya. Saya juga kadang-kadang ceroboh dan jatuh sebelum meraih tujuan. Saya bisa merasakan perasaannya. Kadang-kadang kurangnya pengalaman menyebabkan kita jatuh. Kadang-kadang kurangnya persiapan adalah masalahnya. Mungkin masalahnya adalah terlalu&lt;br /&gt;percaya diri. Satu hal yang pasti, tanpa memperhatikan alasan jatuh, ada kalanya kita tersandung dan jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Makin Besar Usaha Kita, Kemungkinan Jatuh Makin Besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu saya bercerita bahwa saya mulai belajar berjalan waktu saya berumur satu tahun. Ketika saya berusaha melakukan berbagai gerakan sambil berjalan, tiba-tiba saya jatuh dan tidak mencoba berjalan lagi sampai saya berusia 16 bulan. Masalah saya adalah sebagai seorang bayi, saya mengijinkan guncangan akibat jatuh itu mengendalikan tindakan saya, bukan dikendalikan oleh keberhasilan dari penyelesaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Perbedaan Antara Keberhasilan dan Kegagalan Adalah Bagaimana Kita Bereaksi Setelah Jatuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita terlibat dengan kehidupan dan menjadi pemain bukan penonton, rintangan kehidupan kadang-kadang akan menjegal kita. Kehidupan banyak orang menjadi kacau karena kesalahan yang mereka buat atau pengalaman buruk yang timbul di perjalanan mereka. Mereka mengijinkan rasa pahit dari kekalahan tetap tinggal di mulut mereka sampai perasaan negatif ditumpahkan. Kehidupan mereka berpusat di sekitar kejatuhan bukan kegembiraan dari perjalanan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memberikan contoh klasik tentang bagaimana bereaksi terhadap kejatuhan menentukan hasil kita. Raja Saud dan Raja Daud duduk di tahta tertinggi rakyat Ibrani. Keduanya sama-sama dipilih oleh rakyat secara aklamasi dan mempunyai bakal yang luar biasa.&lt;br /&gt;Keduanya sama-sama jatuh. Raja Saul membiarkan kesalahannya, mengeraskan hatinya, dan dia meninggal dengan cara yang mengerikan. Raja Daud bertobat dan memohon pengampunan Tuhan dan mengalami bertahun-tahun kepemimpinan yang berhasil setelah ia berbuat dosa&lt;br /&gt;merebut istri orang dengan tipu muslihat.&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\nIngat !!! kegagalan bukan terletak pada kejatuhan. Kegagalan ada \u003cbr\&gt;\nkarena kita membiarkan kejatuhan kita membuat kita patah semangat dan \u003cbr\&gt;\nmenguasai kehidupan kita. Putuskan untuk menjadi seperti teman kuliah \u003cbr\&gt;\nsaya yang berdiri dan berkata, &amp;quot;Aku TIDAK PERNAH jatuh. Aku hanya \u003cbr\&gt;\nTETAP BERDIRI ATAU BANGKIT LAGI !!!&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n(TIME OUT! John C. Maxwell)\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003c/p\&gt;\n    \u003c/div\&gt;  \n\n    \n    \u003cspan width\u003d\"1\" style\u003d\"color:white\"\&gt;__._,_.___\u003c/span\&gt;\n    \n    \u003cdiv\&gt;\n              \u003cspan\&gt;\n          \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/message/489;_ylc\u003dX3oDMTMzNDU3Z2ptBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARtc2dJZAM0ODkEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMTg2NzM1NzUwBHRwY0lkAzQ4OQ--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Messages in this topic          \u003c/a\&gt; (\u003cspan\&gt;1\u003c/span\&gt;)\n        \u003c/span\&gt;\n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/post;_ylc\u003dX3oDMTJwamRocHRkBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARtc2dJZAM0ODkEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMTg2NzM1NzUw?act\u003dreply&amp;messageNum\u003d489\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n          \u003cspan\&gt;\n            Reply          \u003c/span\&gt; (via web post)\n        \u003c/a\&gt;  | \n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/post;_ylc\u003dX3oDMTJmYXYwdGhsBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExODY3MzU3NTA-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n          Start a new topic        \u003c/a\&gt;\n          \u003c/div\&gt; \n    \n    \n    \u003cdiv\&gt;\n                \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/messages;_ylc\u003dX3oDMTJmMWljdXVwBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzExODY3MzU3NTA-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;Messages\u003c/a\&gt;  \n            |    \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/files;_ylc\u003dX3oDMTJnYWlyMWRlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARzZWMDZnRyBHNsawNmaWxlcwRzdGltZQMxMTg2NzM1NzUw\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat!!! Kegagalan bukan terletak pada kejatuhan. Kegagalan ada karena kita membiarkan kejatuhan kita membuat kita patah semangat dan menguasai kehidupan kita. Putuskan untuk menjadi seperti teman kuliah saya yang berdiri dan berkata, "Aku TIDAK PERNAH jatuh. Aku hanya TETAP BERDIRI ATAU BANGKIT LAGI!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(TIME OUT! John C. Maxwell)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-7075480671516523109?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/7075480671516523109/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=7075480671516523109' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7075480671516523109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7075480671516523109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/08/jatuh-9-kali-bangkit-10-kali.html' title='Jatuh 9 Kali, Bangkit 10 Kali'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/Rs67MxA2OII/AAAAAAAAAB8/fPUFQfmUZwQ/s72-c/beruang-manis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-6948413536534736517</id><published>2007-08-22T18:24:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:43.631+07:00</updated><title type='text'>A Leader's Heart</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswepRA2OFI/AAAAAAAAABk/PQwfuZglGLI/s1600-h/sumringah.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswepRA2OFI/AAAAAAAAABk/PQwfuZglGLI/s320/sumringah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101486172194355282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;A teacher of fourth grade in local school called her students to present about their essays. Topic given was what will make you become a great leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pitt, the charming boy of 9 said, "It's my ability to lead. Dad said I was born a leader. I know what my strengths are."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jessica, the school's little artist said, "I tend to look at things from different perspectives. I see things differently. I guess great leader needs something."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marty, the school's spoiled brat, "I can tell people to do what I want. Leader can make people do something."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andre, the girl who lives on a wheelchair said, "I am a grateful person, a leader will not complain. I will set that role model."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kim, a girl from minority race reveals, "I accept people for who they are. I will not judge them for their colors."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Momo, the class smartest boy, "Knowledge. I have read so many books, with knowledge I can help to build better community."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bain, the rebellious declared, "Freedom. I value freedom. I will let people choose whatever they want. Democracy is unbeatable."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The teacher shook her head and went around the class. Hoping for a different answer, "I guess that has answered many of our questions of great leadership. Is there anything else?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Heart", a small perky voice shattered the whole class.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidya, the uhm - mediocre - one shouted, "I have the servant heart. Mom said it's valuable element to lead. I may not be the smartest. I agree I am not the best speaker. I can tell that I still need to lead diligently. I have to find out more what my strengths are. No one has ever told me I was born a leader. I am still figuring out what might work for our communities and how to help them better. But I guess I would like to start with the servant heart and learn all the elements I need if I want to lead."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The teacher smiled and asked, "What are the challenges Lidya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The girl answered in confidence, "To guard it, Ma'am. To guard my heart."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-6948413536534736517?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/6948413536534736517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=6948413536534736517' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/6948413536534736517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/6948413536534736517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/08/leaders-heart.html' title='A Leader&apos;s Heart'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswepRA2OFI/AAAAAAAAABk/PQwfuZglGLI/s72-c/sumringah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-4856197009398747353</id><published>2007-08-22T18:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:43.652+07:00</updated><title type='text'>Cinta &amp; Kawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswbAhA2OEI/AAAAAAAAABc/CYAh-cYnI9A/s1600-h/dua-kodok-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswbAhA2OEI/AAAAAAAAABc/CYAh-cYnI9A/s320/dua-kodok-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101482173579802690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Satu hari Cinta dan Kawan berjalan dalam kampung. Tiba-tiba Cinta terjatuh dalam telaga. Kenapa? Kerena Cinta itu buta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Kawan pun ikut terjun dalam telaga. Kenapa? Karena Kawan akan berbuat apa saja demi Cinta!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam telaga Cinta hilang. Kenapa? Karena Cinta itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari. Apa lagi dalam telaga yang gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Kawan masih terus mencari-cari kemana gerangan Cinta. Ia  terus menunggu. Kenapa? Karena Kawan itu sejati dan akan kekal sebagai Kawan yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, hargailah Kawan kita.&lt;br /&gt;Meski kita sudah memiliki pasangan, teman tetap yang paling setia.&lt;br /&gt;Meski kita dilimpahi harta tak terkira, teman tetap yang paling berharga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-4856197009398747353?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/4856197009398747353/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=4856197009398747353' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/4856197009398747353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/4856197009398747353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/08/cinta-kawan.html' title='Cinta &amp; Kawan'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswbAhA2OEI/AAAAAAAAABc/CYAh-cYnI9A/s72-c/dua-kodok-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-8863227748439569278</id><published>2007-08-22T17:35:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:43.776+07:00</updated><title type='text'>Bola dalam kantung kertas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswW7hA2ODI/AAAAAAAAABU/He8Jv_u8vaw/s1600-h/adved_1153887464.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswW7hA2ODI/AAAAAAAAABU/He8Jv_u8vaw/s320/adved_1153887464.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101477689633945650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bravo&lt;/span&gt;! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; Smiley&lt;/span&gt; ...! Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab\u003cbr\&gt;\nTuhan setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nHow good we are could find out the best of us in solving problem,\u003cbr\&gt;\nespecially during under pressure??\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003c/p\&gt;\n    \u003c/div\&gt;  \n\n    \n    \u003cspan width\u003d\"1\" style\u003d\"color:white\"\&gt;__._,_.___\u003c/span\&gt;\n    \n    \u003cdiv\&gt;\n              \u003cspan\&gt;\n          \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/message/492;_ylc\u003dX3oDMTMzbHM4b3N1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARtc2dJZAM0OTIEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMTg3NjkwNjEyBHRwY0lkAzQ5Mg--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Messages in this topic          \u003c/a\&gt; (\u003cspan\&gt;1\u003c/span\&gt;)\n        \u003c/span\&gt;\n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/post;_ylc\u003dX3oDMTJwN2Z0N3RhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARtc2dJZAM0OTIEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMTg3NjkwNjEy?act\u003dreply&amp;messageNum\u003d492\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n          \u003cspan\&gt;\n            Reply          \u003c/span\&gt; (via web post)\n        \u003c/a\&gt;  | \n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/post;_ylc\u003dX3oDMTJmMGo5a2JlBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExODc2OTA2MTI-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n          Start a new topic        \u003c/a\&gt;\n          \u003c/div\&gt; \n    \n    \n    \u003cdiv\&gt;\n                \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/messages;_ylc\u003dX3oDMTJmaDdnb3JuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzExODc2OTA2MTI-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;Messages\u003c/a\&gt;  \n            |    \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/files;_ylc\u003dX3oDMTJnZXRpM3M3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARzZWMDZnRyBHNsawNmaWxlcwRzdGltZQMxMTg3NjkwNjEy\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Tuhan setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; How good we are could find out the best of us in solving problem, especially during under pressure?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-8863227748439569278?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/8863227748439569278/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=8863227748439569278' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/8863227748439569278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/8863227748439569278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/08/bola-dalam-kantung-kertas.html' title='Bola dalam kantung kertas'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswW7hA2ODI/AAAAAAAAABU/He8Jv_u8vaw/s72-c/adved_1153887464.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-966417891405663379</id><published>2007-07-13T15:04:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:43.906+07:00</updated><title type='text'>Hidup Cuma Play dan Stop</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswuOBA2OGI/AAAAAAAAABs/ON_cqGzbttM/s1600-h/pintu-terbuka.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswuOBA2OGI/AAAAAAAAABs/ON_cqGzbttM/s320/pintu-terbuka.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5101503296228964450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya. Kemudian ia meninggalkan sejenak truk tersebut untuk melakukan kegiatan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat truk baru. Ia pun memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Bisa ditebak, truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Mendengar suar gaduh, Ayahnya berlari keluar dan kaget melihat anaknya merusak truknya.  Emosinya menuntutn sang ayah untuk merebut palu dan memukul tangan anaknya dengan palu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah tenang ia baru sadar dan segera membawa anaknya ke rumah sakit. Dokter telah berupaya menyelamatkan jari-jari anak itu namun tetap gagal. Akhirnya sang dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "Tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bisa diperoleh dari cerita di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya. Kita sering lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya. Tahan, tunda, dan pikirkan sebelum mengambil tindakan.  Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;&gt;\u003cbr\&gt;&gt;Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan ada waktu untuk mencintainya\u003cbr\&gt;&gt;\u003cbr\&gt;&gt;waktu tidak dapat kembali....hidup bukanlah sebuah VCD PLAYER, yang dapat di backward dan Forward.........HIDUP hanya ada tombol PLAY dan STOP saja....\u003cbr\&gt;&gt;\u003cbr\&gt;&gt;jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.........\u003cbr\&gt;&gt;\u003cbr\&gt;&gt;yang menjadi sebuah inti hidup adalah &amp;quot;HATI&amp;quot; \u003c/p\&gt;\n\u003cp\&gt;hati yang dihiasi belas kasih dan cinta kasih.....\u003cbr\&gt;CINTA KASIH merupakan nafas kehidupan kita yang sesungguhnya.........\u003cbr\&gt;Pengalaman orang lain dapat menjadi hikmah bagi kita.... dan jangan sampai kesalahan orang lain kita ulangi juga..........\u003cbr\&gt;\u003c/p\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/div\&gt;\u003c/div\&gt;\u003cbr clear\u003d\"all\"\&gt;\u003chr\&gt;Search from any Web page with powerful protection. \u003ca href\u003d\"http://g.msn.com/8HMAENID/2752??PS\u003d47575\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;Get the FREE Windows Live Toolbar Today! \u003c/a\&gt; \n\n\u003c/p\&gt;\n    \u003c/div\&gt;  \n\n    \n    \u003cspan width\u003d\"1\" style\u003d\"color:white\"\&gt;__._,_.___\u003c/span\&gt;\n    \n    \u003cdiv\&gt;\n              \u003cspan\&gt;\n          \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/message/478;_ylc\u003dX3oDMTMzYnFwZW0wBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARtc2dJZAM0NzgEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMTg0MzA5MjAzBHRwY0lkAzQ3OA--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Messages in this topic          \u003c/a\&gt; (\u003cspan\&gt;1\u003c/span\&gt;)\n        \u003c/span\&gt;\n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/post;_ylc\u003dX3oDMTJwZG1sazB0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARtc2dJZAM0NzgEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMTg0MzA5MjAz?act\u003dreply&amp;messageNum\u003d478\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n          \u003cspan\&gt;\n            Reply          \u003c/span\&gt; (via web post)\n        \u003c/a\&gt;  | \n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/post;_ylc\u003dX3oDMTJmNjhlcm9tBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExODQzMDkyMDM-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan punya waktu untuk mencintainya&lt;br /&gt;Waktu tidak dapat kembali. Ingat, hidup bukanlah sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;VCD Player&lt;/span&gt;, yang dapat di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;backward&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;forward&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hidup&lt;/span&gt; hanya memiliki tombol &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PLAY&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STOP&lt;/span&gt; saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Cerita ini di-fwd dari temanku. Katanya sih kisah nyata yang terjadi di Amerika. Terlepas nyata atau tidak, tapi ada makna yang bisa kita petik dari cerita ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-966417891405663379?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/966417891405663379/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=966417891405663379' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/966417891405663379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/966417891405663379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/07/hidup-cuma-play-dan-stop.html' title='Hidup Cuma Play dan Stop'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RswuOBA2OGI/AAAAAAAAABs/ON_cqGzbttM/s72-c/pintu-terbuka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-5761524692877044969</id><published>2007-06-18T16:45:00.000+07:00</published><updated>2008-12-09T08:50:44.095+07:00</updated><title type='text'>Berbagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtKuHxA2OKI/AAAAAAAAACM/4Z5mM0QrldY/s1600-h/ponti-cello.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtKuHxA2OKI/AAAAAAAAACM/4Z5mM0QrldY/s320/ponti-cello.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5103332776203401378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Malam itu harusnya menjadi malam yang menyenangkan bagiku. Waktu sudah merambat ke larut malam. Anak-anakku sudah tidur semua. Sembari menonton televisi, saya membaca koran hari itu. Saya terbiasa membaca koran sambil tiduran dengan kepala ditopang dua tiga bantal. Berhubung mata sudah tidak bisa diajak kompromi, saya pun menyerah. Teve kumatikan, lampu kuredupkan, dan aku mulai tidur di ruang keluarga di depan teve. Sehari-hari saya selalu nikmat tidur di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tengah malam saya dibangunkan oleh anak saya yang minta ditemani tidurnya karena ia mimpi. Saya sudah berusaha agar anak saya tidak banyak menonton teve atau VCD soal Power Rangers. Aneh, ia menyukai tayangan itu tapi takut dengan monster-monster yang muncul di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya kesal dan mulai menawar untuk mengawasi tidurnya. Kebetulan ruang keluarga tempat aku tidur bersebelahan dengan ruang tidurnya. Namun ia masih merasa takut. Aku yang merasa terganggu tidurku mulai merayunya untuk berani. Entah mengapa aku selalu memaksakan pemikiranku untuk anakku. Padahal, dengan menemaninya tidur dan ketika ia sudah tidur aku bisa kembali ke ruang keluarga. Sederhana sebenarnya, namun egoku selalu membuat semua menjadi rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku mulai menangis dan aku justru semakin kuat memaksanya. Anakku sudah kudidik untuk tidur sendiri di kamarnya sejak Taman Kanak-kanak. Kini ia menginjak kelas 1 SD. Harusnya ia semakin tak bermasalah. Tak ingin memperpanjang keributan aku pun mengalah dan membolehkan ia tidur di sampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun meminta bantal dariku, yang aku jawab untuk mengambil bantalnya sendiri. Namun ia sepertinya sudah ngambek. Aku menjadi marah tak terkendali. Kembali keluar doktrin bagaimana menjadi seorang lelaki. Kembali lagi anakku bukannya menurut dan melakukan perintahku tapi malah semakin menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil marah-marah aku pun bangkit dan mengambil bantal dari kamarnya dan membanting ke depan dia. Aku sendiri benar-benar kaget dapat melakukan hal itu. Namun entah kemarahan apa yang membuatku bisa melakukan hal itu. Anakku sepertinya juga kaget, dia terus diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sesenggukan ia hanya berujar, "Mengapa Bapak menyuruh Bagas untuk selalu berbagi mainan dengan adik sementara Bapak tidak mau berbagi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tercekat. Aku memang selalu menyuruhnya untuk berbagi apa saja dengan adiknya.  Aku melihat ia selalu menguasai mainan yang aku belikan, meski aku membelikannya untuk si adik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi hari aku langsung meminta maaf ke anakku. Sungguh, aku ternyata masih harus belajar untuk lebih sabar lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-5761524692877044969?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/5761524692877044969/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=5761524692877044969' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/5761524692877044969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/5761524692877044969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/06/berbagi.html' title='Berbagi'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_eDcKpfDl36c/RtKuHxA2OKI/AAAAAAAAACM/4Z5mM0QrldY/s72-c/ponti-cello.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-7385090651344081690</id><published>2007-05-23T16:11:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T16:18:37.033+07:00</updated><title type='text'>Pesan yang berharga</title><content type='html'>Setiap hari dalam hidupmu adalah istimewa ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra "Ini ...," dia berkata, "Bukan bungkusan yang asing lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia membuka kotak itu dan memandang pakaian dalam sutra serta kotaknya. "Istriku mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan hadiah di dekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istrinya baru saja meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menoleh padaku dan berkata: "JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA. SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN YANG ISTIMEWA!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apa pun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak semata-mata supaya bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;survive&lt;/span&gt; (bertahan hidup)  saja. Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;supermarket&lt;/span&gt;, jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya ke mana pun aku menginginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata "Suatu hari ...." dan "Satu saat nanti ...." sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar, dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar, atau melakukannya sekarang. Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi berikutnya. Ini yang tak seorang pun mampu mengatakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berpikir, dia mungkin sedang menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia menelepon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka berpikir bahwa dia mungkin pergi makan martabak spesial, makanan favoritnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat. Aku akan menyesalinya karena aku tidak akan lebih lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui. Juga surat-surat yang ingin aku tulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nanti aku akan menyesal dan merasa sedih, karena aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai orangtuaku, saudara-saudaraku, dan teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apa pun yang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup. Setiap pagi aku berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap menit adalah istimewa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-7385090651344081690?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/7385090651344081690/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=7385090651344081690' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7385090651344081690'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7385090651344081690'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/05/pesan-yang-berharga.html' title='Pesan yang berharga'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-2133585031805723324</id><published>2007-05-23T15:45:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T16:06:32.850+07:00</updated><title type='text'>Katak Yang Tuli</title><content type='html'>Pada suatu hari ada segerombol katak-katak kecil, yang menggelar lomba lari. Tujuannya adalah mencapai puncak sebuah menara yang sangat tinggi . Penonton berkumpul bersama  mengelilingi menara untuk menyaksikan  perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlombaan dimulai. Secara jujur, tak satupun penonton benar-benar percaya bahwa katak-katak kecil akan bisa mencapai puncak menara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdengar suara:  "Oh, jalannya terlalu sulitttt!! Mereka  TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak." Atau: "Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak-katak kecil mulai berjatuhan. Satu persatu. Kecuali mereka  yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan. Semakin tinggi dan semakin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penonton terus bersorak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada  SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi. Dia tak akan menyerah!&lt;br /&gt;Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali  satu katak kecil yang telah berusaha keras  menjadi  satu-satunya yang berhasil mencapai puncak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya? Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? Tak ada jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata... katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata bijak dari cerita ini adalah jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. Selalu pikirkan kata-kata bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu tetaplah POSITIVE! Yang terpenting, berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapai cita-citamu! Selalu berpikirlah: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I can do this!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-2133585031805723324?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/2133585031805723324/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=2133585031805723324' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/2133585031805723324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/2133585031805723324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/05/katak-yang-tuli.html' title='Katak Yang Tuli'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-6495041598680473665</id><published>2007-05-23T15:35:00.000+07:00</published><updated>2007-05-23T15:41:41.813+07:00</updated><title type='text'>Polisi Yang Serba Salah</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;gak mau berpolemik soal no cantik, tapi mau berbagi cerita soal keistimewaan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;alkisah, suatu sore saya pulang naik motor melewati jalan jend sudirman dari senayan. seumur2 tinggal di jakarta baru kali ini aku lewat jl sudirman.&lt;br /&gt;selesai acara di senayan aku mau pulang ke condet dan keluar lewat pintu samping hilton. berhubung belum pernah lewat jalan ini maka ketika ada dua motor yang masuk jalur cepat (sebelum spbu semanggi samping hilton) saya pun membuntuti. jalan sepi sebab hari sabtu. tidak ada masalah berarti sebelum sampai putaran semanggi mengarah ke gatsu. tiba2 sudah muncul polisi di atas jembatan. langsung deh diminta SIM dan diceramahi. saya baru ngeh ternyata tidak boleh lewat jalur cepat. saya berani lewat karena selain faktor ada dua motor tadi (ternyata dua pengendara motor yang saya ikuti juga baru sekali naik motor di sudirman), saya juga tidak melihat tanda larangan motor masuk jalur cepat (tanda itu adanya di ujung dekat patung pizza dan di turunan waktu mau berputar).&lt;br /&gt;alhasil saya dan dua pengendara tadi pun di sidang di bawah jembatan semanggi. ternyata sejuk juga ya nongkrong di bawah jembatan semanggi. di sinilah terjadi kejadian yang menurut saya menarik. ketika polisi akhirnya meminta kami memilih untuk damai atau sidang, dua pengendara yang ternyata mahasiswa tadi mencoba mengajak berdamai sementara saya minta ditilang saja. alasan mereka tidak punya waktu untuk sidang. lucunya ketika diminat damai mau ngasih berapa, para mahasiswa ini patungan dan terkumpul 20 rb. polisinya langsung bilang, "Dik, denda tilang masuk jalur cepat ini saja sudah bisa 30rb-an lo."&lt;br /&gt;"la tapi kami cuma punya ini pak?" begitu koor mereka.&lt;br /&gt;polisi pun lalu berpaling ke aku dan menanyakan apakah masih mau tilang. aku jawab iya. dia terus tanya2 soal pekerjaanku dan aku sodorkan kartu nama saja.&lt;br /&gt;"wah, orang lapangan ya?" polisi tadi bertanya tanpa perlu minta jawaban dariku.&lt;br /&gt;di sinilah cerita lucu (menurutku) terjadi dan membuat polisi tadi justru terjepit. mau menerima duit damai bisa jadi bahan pewartaanku, mau menilang mahasiswa ia merasa kasihan. akhirnya polisi tadi pun bilang ke mahasiswa tadi, "ya sudah, bawa saja uang kalian dan lain kali hati-hati." ia pun mengembalikan SIM dua mahasiswa tadi.&lt;br /&gt;ia lalu mengajakku ngobrol ngalor-kidul. setelah agak lama ngobrol, SIM-ku pun dikembalikan sambil berujar sama: "lain kali hati-hati ya. kalo ada apa2 langsung saja ke bawah sini." aku pun mengiyakan sambil lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salam ngelantur...&lt;br /&gt;022 &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-6495041598680473665?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/6495041598680473665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=6495041598680473665' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/6495041598680473665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/6495041598680473665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/05/polisi-yang-serba-salah.html' title='Polisi Yang Serba Salah'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-1044631964874582373</id><published>2007-03-30T12:57:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T12:58:38.836+07:00</updated><title type='text'>Bank of Time</title><content type='html'>Imagine there is a bank that credits your account each morning with 86,400. It carries over no balance from day to day. Every evening deletes whatever part of the balance you failed to use during the day. What would you do? Draw out every cent, of course!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Each of us has such a bank. Its name is TIME.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Every morning, it credits you with 86,400 seconds.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Every night it writes off, as lost, whatever of this you have failed to invest to good purpose.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; It carries over no balance. It allows no overdraft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Each day it opens a new account for you.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Each night it burns the remains of the day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; If you fail to use the day's deposits, the loss is yours.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; There is no going back.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; There is no drawing against the "tomorrow".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; You must live in the present on today's deposits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Invest it so as to get from it the utmost in health, happiness, and success!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; The clock is running.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Make the most of today.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; To realize the value of ONE YEAR, ask a student who failed a grade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; To realize the value of ONE MONTH, ask a mother who gave birth to a pre-mature baby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; To realize the value of ONE WEEK, ask the editor of a weekly newspaper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; To realize the value of ONE HOUR, ask the lovers who are waiting to meet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; To realize the value of ONE MINUTE, ask a person who missed the train.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; To realize the value of ONE SECOND, ask a person who just avoided an accident.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; To realize the value of ONE MILLISECOND, ask the person who won a silver medal in the Olympics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Treasure every moment that you have! And treasure it more because you shared it with someone special, special enough to spend your time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; And remember that time waits for no one.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-1044631964874582373?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/1044631964874582373/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=1044631964874582373' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/1044631964874582373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/1044631964874582373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/03/bank-of-time.html' title='Bank of Time'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-4685631716732114610</id><published>2007-03-30T11:50:00.000+07:00</published><updated>2007-03-30T12:56:46.436+07:00</updated><title type='text'>Main Kelereng di Hari Sabtu</title><content type='html'>(Shared by Fr. Rick of Kingston , NY)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makin tua, aku makin menikmati Sabtu pagi. Mungkin karena keheningan dari sunyi senyap sebab aku yang pertama bangun pagi. Atau mungkin karena tak usah masuk kerja. Apa pun alasannya, beberapa jam pertama Sabtu pagi amat menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu, aku agak memaksa diriku ke dapur dengan membawa secangkir kopi hangat di satu tangan dan koran pagi itu di tangan lainnya. Apa yang biasa saya lakukan di Sabtu pagi, berubah menjadi saat yang tak terlupakan dalam hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini kisahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku keraskan suara radioku untuk mendengarkan suatu acara "Bincang-bincang Sabtu Pagi". Aku dengar seseorang agak tua dengan suara emasnya. Ia sedang berbicara mengenai seribu kelereng kepada seseorang di telepon yang dipanggilnya "Tom". Aku tergelitik dan duduk sambil meletakkan koran karena ingin mendengarkan apa obrolannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengar Tom, kedengarannya kau memang sibuk dengan pekerjaanmu. Aku yakin mereka menggajimu cukup banyak, tapi 'kan sangat sayang sekali kau harus meninggalkan rumah dan keluargamu terlalu sering. Sulit kupercaya kok ada anak muda yang harus bekerja 60 atau 70 jam seminggunya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk menonton pertunjukan tarian putrimu pun kau tak sempat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan: "Biar kuceritakan ini, Tom, sesuatu yang membantuku mengatur dan menjaga prioritas apa yang harus kulakukan dalam hidupku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mulailah ia menerangkan teori "seribu kelereng"-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Begini Tom, suatu hari aku duduk-duduk dan mulai berhitung. 'Kan umumnya orang rata-rata hidup 75 tahun. Ya aku tahu, ada yang lebih dan ada yang kurang, tapi secara rata-rata umumnya sekitar 75 tahun. Lalu, aku kalikan 75 ini dengan 52 dan mendapatkan angka 3.900 yang merupakan jumlah semua hari Sabtu yang rata-rata dimiliki seseorang selama hidupnya. Sekarang perhatikan benar-benar Tom, aku mau beranjak ke hal yang lebih penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahu tidak, setelah aku berumur 55 tahun baru terpikir olehku semua detail ini,"  sambungnya, "dan pada saat itu aku 'kan sudah melewatkan 2.800 hari Sabtu. Aku lalu berpikir, andaikata aku bisa hidup sampai 75 tahun, maka buatku cuma tersisa sekitar 1.000 hari Sabtu yang masih bisa kunikmati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu aku pergi ke toko mainan dan membeli tiap butir kelereng yang ada. Perlu tiga toko aku kunjungi untuk memperoleh 1.000 kelereng itu. Kelereng itu au bawa pulang, kumasukkan dalam sebuah kotak plastik bening besar yang kuletakkan di tempat kerjaku, di samping radio. Setiap Sabtu sejak itu, aku selalu ambil sebutir kelereng dan membuangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dengan mengawasi kelereng-kelereng yang menghilang itu, aku ternyata lebih memfokuskan diri pada hal-hal yang betul-betul penting dalam hidupku. Sungguh, tak ada yang lebih berharga daripada mengamati waktumu di dunia ini menghilang dan berkurang, untuk menolongmu membenahi dan meluruskan segala prioritas hidupmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang aku ingin memberikan pesan terakhir sebelum kuputuskan teleponmu dan mengajak keluar istriku tersayang untuk sarapan pagi. Pagi ini, kelereng terakhirku telah kuambil, ku keluarkan dari kotaknya. Aku berpikir, kalau aku sampai bertahan hingga Sabtu yang akan datang, maka Allah telah memberi aku sedikit waktu tambahan ekstra untuk kuhabiskan dengan orang-orang yang kusayangi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Senang sekali bisa berbicara denganmu, Tom. Aku harap kau bisa melewatkan lebih banyak waktu dengan orang-orang yang kau kasihi, dan aku berharap suatu saat bisa berjumpa denganmu. Selamat pagi!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia berhenti, begitu sunyi hening. Saking heningnya, jatuhnya satu jarum pun bisa terdengar! Untuk sejenak, bahkan moderator acara itu pun membisu. Mungkin ia mau memberi kesempatan para pendengarnya untuk memikirkan segalanya. Sebenarnya aku sudah merencanakan mau bekerja pagi itu, tetapi aku berubah pikiran. Segera aku naik ke atas dan membangunkan istriku dengan sebuah kecupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo sayang, kuajak kau dan anak-anak keluar, pergi sarapan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lo, ada apa ini ...?" tanya istriku kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, tidak ada apa-apa, tidak ada yang spesial," jawabku, "'Kan sudah cukup lama kita tidak melewatkan hari Sabtu dengan anak-anak? Oh ya, nanti kita berhenti juga di toko mainan ya? Aku butuh beli ke lereng."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-4685631716732114610?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/4685631716732114610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=4685631716732114610' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/4685631716732114610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/4685631716732114610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/03/main-kelereng-di-hari-sabtu.html' title='Main Kelereng di Hari Sabtu'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-2513708617467308095</id><published>2007-03-20T10:40:00.000+07:00</published><updated>2007-03-20T10:50:35.474+07:00</updated><title type='text'>Belajar dari Pohon Apel</title><content type='html'>Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang ... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nSuatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Ayo bermain-main denganku lagi.&amp;quot; kata pohon apel.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Aku tak punya waktu,&amp;quot; jawab anak lelaki itu.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu.&amp;quot; kata pohon apel.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nKemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu jug a merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Ayo bermain-main lagi deganku.&amp;quot; kata pohon apel.\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Aku sedih,&amp;quot; kata anak lelaki itu. &amp;quot;Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar.\u003cbr\&gt;\nMaukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi ka u boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPergilah berlayar dan bersenang-senanglah . Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya.\u003cbr\&gt;\nIa lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.\u003cbr\&gt;\nAkhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Maaf anakku,&amp;quot; kata pohon apel itu.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu.&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu.&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nJawab anak lelaki itu. &amp;quot;Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat.&amp;quot; Kata! pohon apel.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu.&amp;quot; jawab anak lelaki itu.\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu jug a merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi ka u boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah. " Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.&lt;br /&gt;"Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk menggigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nYang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini.&amp;quot;\u003cbr\&gt;\nKata pohon apel itu sambil meniti kkan air mata.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang.&amp;quot; kata anak lelaki.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.\u003cbr\&gt;\nAku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. &amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n&amp;quot;Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.&amp;quot;\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nAnak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nPohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nIni adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nKetika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.\u003cbr\&gt;\nTak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nDan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\nAmien.\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003c/p\&gt;\n    \u003c/div\&gt;  \n\n    \n    \u003cspan width\u003d\"1\" style\u003d\"color:white\"\&gt;__._,_.___\u003c/span\&gt;\n    \n    \u003cdiv\&gt;\n              \u003cspan\&gt;\n          \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/message/420;_ylc\u003dX3oDMTMzdXJ1Ym1pBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARtc2dJZAM0MjAEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMTc0MjkxNTAwBHRwY0lkAzQyMA--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;\n            Messages in this topic          \u003c/a\&gt; (\u003cspan\&gt;1\u003c/span\&gt;)\n        \u003c/span\&gt;\n        \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/Go_Go_Freedom/post;_ylc\u003dX3oDMTJwcnVvMHJqBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE1NTQ5OTU5BGdycHNwSWQDMTcwNTA4MjE1NARtc2dJZAM0MjAEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMTc0MjkxNTAw?act\u003dreply&amp;messageNum\u003d420\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;"Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," ujar pohon apel itu sambil menitikkan air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.&lt;br /&gt;Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-2513708617467308095?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/2513708617467308095/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=2513708617467308095' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/2513708617467308095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/2513708617467308095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/03/belajar-dari-pohon-apel.html' title='Belajar dari Pohon Apel'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-8268896163323217102</id><published>2007-03-02T09:28:00.000+07:00</published><updated>2007-03-02T10:06:46.664+07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Memaknai Sebuah Pekerjaan ...</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:12;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0.2in; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;"Jika seseorang diberi tanggung jawab untuk menjadi penyapu jalan, ia harus melakukan tugasnya seperti apa yang dilakukan oleh pelukis &lt;/span&gt;Michelangelo, atau seperti Beethoven mengkomposisikan musiknya, atau seperti Shakespeare menulis sajaknya. Ia harus menyapu jalansedemikian baiknya, sehingga semua penghuni surga dan bumi berhenti sejenak dan berkata, di sini hidup seorang penyapu jalan jempola n yang melakukan tugasnya dengan baik".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;- Martin Luther King - &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;===&lt;br /&gt;Pada suatu hari, tampak tiga orang tukang batu yang sedang bekerja keras membangun suatu bangunan. Tukang pertama, yang berada di paling ujung ditanya, "Apa yang sedang Anda kerjakan, dan bagaimana perasaan Anda melakukan kerja ini ?" Dia menjawab "Saya sedang menata batu-batu ini menjadi sebuah tembok. Malas juga sebenarnya melakukan kerja ini. Kalau ada pekerjaan lain yang lebih enak, secepatnya saya akan pindah". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Tukang kedua, yang berada di sebelahnya juga ditanya pertanyaan yang sama, dan dia menjawab dengan bersungut-sungut, "Saya melakukan suatu tugas senilai Rp 50.000,- sehari. Dengan tugas seberat ini dan kami harus melakukannya sepanjang hari, seharusnya kami digaji dua kali lipat. Kami merasa hanya sebagai sapi perah, dipaksa bekerja keras, dan nantinya mereka yang mendapatkan hasil paling banyak ...." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Tukang ketiga, dengan pertanyaan yang sama pula, menjawab "Saya sedang menjadi bagian dari suatu sejarah, di mana setiap detail dari bangunan ini akan saya sentuh sehingga menjadi sempurna. Kelak, apabila bangunan ini sudah jadi, saya akan mengajak anak saya berjalan-jalan di depannya, dan bisa berkata dengan bangga pada anak saya, bahwa di balik bangunan megah ini, ada sentuhan dari ayahnya yang membuatnya menjadi sempurna ...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik untuk mengambil makna dari cerita diatas. Jika cerita tersebut ditarik ke dalam kehidupan karir Anda, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;tukang batu yang manakah yang mirip dengan situasi Anda saat ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Tipe tukang pertama adalah mereka yang diistilahkan sebagai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style=""&gt;OPERATOR&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;. Mereka akan menjalankan tugas berdasarkan apa yang diperintahkan oleh atasan, tapi tidak pernah berpikir apa tujuan yang ingin dicapai dari apa yang mereka lakukan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;Tipe tukang kedua diistilahkan sebagai &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style=""&gt;MONEY-ACTION VALUATOR&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;. M&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;ereka selalu menilai apa yang mereka kerjakan dengan sejumlah uang. Seringkali orang-orang seperti ini mengeluh tentang kecilnya penghasilan mereka dibanding dengan kerja yang mereka lakukan, tanpa mereka mau melakukan perbaikan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; tipe ketiga adalah seorang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style=""&gt;VISIONER&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;,  yang mampu melihat ke depan, manfaat besar apa yang bisa mereka raih dari hal-hal kecil yang mereka lakukan saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Sebagai seorang profesional misalnya, &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;kita mempunyai banyak rekan kerja yang sama dengan kita&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt; . Tapi MAKNA dari pekerjaan yang kita lakukan setiap hari, akan menggerakkan &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;ATTITUDE &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;kita, dan memberikan HASIL yang berbeda dalam jangka panjang. Pertanyaan penting sebelum anda memulai perjalanan karir Anda menuju sukses adalah, &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;"Apakah pekerjaan yang anda lakukan sekarang merupakan pekerjaan yang Anda dambakan dan senangi &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;? &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Adakah rasa bangga terhadap apa yang Anda kerjakan sekarang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt; ? Jika tidak, maka hanya ada dua pilihan, yaitu &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;berusaha untuk mencintainya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt; atau &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style=""&gt;keluar dari pekerjaan Anda sekarang dan mencari pilihan karir lain yang sesuai dengan keinginan Anda &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;. Jika Anda memaksakan bekerja di bidang yang membuat Anda merasa tertekan sepanjang hari, hanya karena tidak ada perusahaan lain yang mau menerima Anda, maka bersiaplah untuk menderita lebih lama lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika kita bekerja karena uang, bukankah memang uang adalah salah satu pendorong kita bekerja? Memang benar. Tapi kita juga perlu menyadari bahwa &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;uang adalah HASIL AKHIR dari suatu tindakan yang kita lakukan sebelumnya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;. Yang perlu kita renungkan di sini adalah bagaimana &lt;i&gt;attitude&lt;/i&gt; kita dalam melakukan tindakan sehari-hari, sebelum kita menerima upah kita di akhir bulan.Jika kita hanya menyukai uangnya, bukan pekerjaannya, maka kita akan dengan mudah menyerah dan mungkin &lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;mencoba-coba mencari lowongan baru &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;jika merasa sudah mentok, atau ada halangan yang menghadang di depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Orang-orang yang mencintai pekerjaannya, selalu mencari tantangan baru di dalam karirnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt; Jika mereka merasa tantangan mereka di kantor sudah mentok, barulah mereka mencoba mencari hal-hal baru yang bisa ditingkatkan dari profesi mereka. Sayang sekali memang, jumlah orang seperti ini tidak begitu banyak. &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Kualitas orang seperti ini begitu menonjol dibanding rekan-rekannya, bahkan kualitasnya seringkali terdengar hingga keluar perusahaan. sehingga tidak mengherankan jika banyak perusahaan lain yang juga tertarik dan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;berusaha membajaknya untuk pindah ke tempat lain &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;. Mereka pun jika akhirnya mau berpindah, bukan hanya karena iming-iming uang yang menggiurkan, tapi karena mereka juga melihat kesempatan di tempat lain sehingga mereka &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;mempunyai peluang untuk menjawab tantangan yang lebih besar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, cobalah untuk melihat ke dalam diri anda saat ini. Apakah makna pekerjaan bagi anda saat ini ? Dan termasuk tipe manakah cara kerja Anda: &lt;i&gt;operator&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;money-action valuator&lt;/i&gt;, ataukah &lt;i&gt;visioner&lt;/i&gt; ? Belum terlambat untuk mulai berubah dan mencintai pekerjaan Anda, serta melakukan yang terbaik demi kesuksesan karir Anda ke depan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sukses untuk anda !&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;SONNY VINN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial,sans-serif;"&gt;Motivational Speaker, Associate Partner The Acesia Penulis buku best seller "SLAM DUNK For SUCCESS"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:10;"  &gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Arial;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-8268896163323217102?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/8268896163323217102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=8268896163323217102' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/8268896163323217102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/8268896163323217102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/03/bagaimana-memaknai-sebuah-pekerjaan.html' title='Bagaimana Memaknai Sebuah Pekerjaan ...'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-5543966909760394008</id><published>2007-02-19T08:38:00.000+07:00</published><updated>2007-02-19T09:46:07.806+07:00</updated><title type='text'>Pemberani atawa Nekat?</title><content type='html'>Untuk kesekian kalinya aku melihat orang menelepon sambil mengendarai motor. Kali ini aku menjumpainya di depan Carrefour MT Haryono di lajur ke-2. Situasi jalan memang masih tergolong sepi, maklum masih pukul 07.00 lebih dikit. Pertama saya pikir dia membaca SMS di ponselnya sebab tangan kirinya sibuk memencet-mencet tombol sambil matanya berakrobat naik turun: sesekali melihat jalanan, selintas kemudian melihat layar ponsel. Saya pun membuntuti sambil mengklaksonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kemudian ia mengangkat ponselnya dan menelisipkan ujung telepon itu ke sela-sela telinga yang tertutup helm setengah wajah itu baru tahu aku kalau ia mau menelepon. Sebuah manuver yang hebat namun berisiko sebab meski ia mengendarai motor bebek yang bisa dikendalikan dengan satu tangan, namun berbagi konsentrasi dan juga tenaga antara bertelepon dan mengendarai motor jelas bukan pekerjaan mudah. Saya pun memencet klakson kembali dan ia merasa terganggu atau sadar diri, pindah jalur di paling kiri. Tadinya aku berpikir ia akan berhenti, ternyata tidak. Ah, aku pun masa bodoh dan melajukan motorku meninggalkan orang yang bertelepon tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak habis pikir, mengapa orang-orang itu (banyak yang pernah aku lihat, baik yang menelepon seperti di atas atau berkirim SMS) tidak berpikir bahwa tindakannya itu membahayakan orang lain. Selain tentu saja dirinya sendiri. Mereka bisa saja bilang sudah ahli "menyetir" motor, tapi apakah pengendara di sekelilingnya sudah seahli dia? Atau berkilah, toh jalannya pelan-pelan dan di pinggir. Sepinggir dan sepelan apa pun toh mereka menggunakan jalan umum. Justru karena pelan sementara di belakangnya banyak yang cepat, malahan bisa tertabrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus menelepon sambil mengendarai motor hanyalah secuil potret keberanian (atau nekat?) orang-orang kita. Saya pernah lihat ada pekerja bangunan di ketinggian yang tidak menggunakan peralatan keselamatan standar. Alasannya ribet. Jika mengalami kecelakaan barulah ia sadar.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-5543966909760394008?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/5543966909760394008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=5543966909760394008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/5543966909760394008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/5543966909760394008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/02/pemberani-atawa-nekat.html' title='Pemberani atawa Nekat?'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-7149938911520773192</id><published>2007-01-26T09:39:00.000+07:00</published><updated>2007-01-26T10:20:55.809+07:00</updated><title type='text'>Macet, Oh Macet</title><content type='html'>Kembali Jakarta pagi ini dilanda kemacetan di banyak tempat. Hujan yang turun semalam telah meninggalkan banyak genangan di beberapa jalanan Jakarta. Genangan inilah yang membuat lalulintas tersendat sebab badan jalan tertutup genangan sebagian atau malah seluruhnya dengan ketinggian yang bervariasi.&lt;br /&gt;    Seperti yang saya lihat di Jalan Arjuna Selatan, pinggir jalan Tol Janger (pertama bingung dengar singkatan ini, namun akhirnya mengerti juga: Jakarta - Tangerang! Halah, orang kita pintar sekali bikin akronim). Genangan setinggi sekitar 50 cm ini menutupi jalan dua lajur yang kala pagi hari saat orang berangkat ke kantor pasti macet itu. Alhasil, jalan pun tertutup dan menimbulkan kemacetan luar biasa di sepanjang Jalan Arjuna Selatan. Bahkan imbasnya bisa merembet sampai ke Jalan Panjang dan Jalan Perjuangan.&lt;br /&gt;    Genangan air seperti itu hal yang lazim kala musim hujan begini. Namun, hal lazim seperti bukan dianggap masalah sepertinya sama Pemda DKI. Kalaupun ada perhatian kurang maksimal. Saya mengambil contoh di Jalan Condet Raya yang sebelum musim hujan got di sisi jalan diperbaiki. Berkarung-karung lumpur yang mengendap di got diangkut. Got yang tadinya cetek menjadi dalam. Saya berpikir, wah tentu nantinya tidak akan terjadi genangan di jalanan.&lt;br /&gt;    Namun, apa yang terjadi saat hujan tiba? Ternyata air masih suka main di jalanan. Bahkan jika hujan deras gotnya seperti pindah ke atas sebab jalanan menjadi "sungai kaget" (meminjam istilah pasar kaget). Setelah saya amati, ternyata setelah got dibersihkan dan direnovasi, dan kemudian ditutup dengan beton, pekerjanya tidak membuat saluran air dari jalan masuk ke got. Lo, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;iki piye&lt;/span&gt; sih? Aku sungguh tidak mengerti kok hal sepele seperti itu sampai tidak terpikirkan.&lt;br /&gt;    Jadi, seriuslah wahai pejabat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-7149938911520773192?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/7149938911520773192/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=7149938911520773192' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7149938911520773192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7149938911520773192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/01/macet-oh-macet.html' title='Macet, Oh Macet'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-7336750218954958360</id><published>2007-01-23T14:58:00.000+07:00</published><updated>2007-01-25T18:02:19.636+07:00</updated><title type='text'>Cinta Tak Selalu Berwujud Bunga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);"&gt;Suami saya adalah seorang insinyur. Saya mencintai sifatnya yang alami. Ketika saya bersandar di bahunya yang bidang, muncul perasaan hangat di hati saya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);"&gt;Tiga tahun kami berkenalan, dan kemudian menikah. Kini usia pernikahan kami menginjak dua tahun. Meski masih “muda” namun saya harus mengakui bahwa saya mulai merasa lelah. Hal-hal yang dulu menjadi alasan untuk mencintainya kini berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Saya seorang wanita yang sentimentil. Saya benar-benar sensitif dan memiliki perasaan halus tentunya. Saya memutuskan untuk tidak bekerja dan total menjadi ibu rumah tangga. Sebagai wanita sentimentil, saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitifnya kurang. Ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Suatu hari, saya memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu kepadanya: saya menginginkan perceraian.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:fuchsia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color:fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;"Mengapa?", tanya suami saya dengan terkejut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan," jawab saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Suami saya terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya. Seolah-olah ia sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak. Kekecewaan saya semakin bertambah. Suami saya bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya! Apalagi yang bisa saya harapkan darinya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Akhirnya suami saya bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk mengubah pikiran kamu?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam perasaan saya, saya akan mengubah pikiran saya: ’Seandainya saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung’ maukah kau memetikkan untukku padahal kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati’?"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Perasaan saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya di bawah sebuah gelas tempat menaruh susu kesukaan saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;    "Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Kalimat pertama ini menghancurkan perasaan saya. Namun saya melanjutkan untuk membacanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baik kamu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kaki kamu yang pegal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghibur kamu di rumah atau meminjamkan lidah saya untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Kamu selalu terlalu dekat menonton televisi, terlalu dekat membaca buku, dan itu tidak baik untuk kesehatan mata kamu. Saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Tangan saya akan memegang tangan kamu, membimbing kamu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajah kamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Tetapi Sayang, saya tidak akan mengambil bunga indah yang ada di tebing gunung itu hanya untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air mata kamu mengalir menangisi kematian saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Sayang, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintai kamu lebih dari yang bisa saya lakukan. Untuk itu Sayang, jika semua yang telah diberikan oleh tangan saya, kaki saya, mata saya tidak cukup buat kamu, saya tidak bisa menahan kamu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakan kamu."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk terus membacanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;"Dan sekarang, Sayang, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkan saya untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu jawaban kamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-indent: 0.5in; font-family: trebuchet ms;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Jika kamu tidak puas dengan jawaban saya ini, Sayang, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barang saya, dan saya tidak akan mempersulit hidup kamu. Percayalah, bahagia saya adalah bila kamu bahagia."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaan saya. Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintai saya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari perasaan kita, karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="font-family: trebuchet ms;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);" lang="SV"&gt;Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(77, 82, 140);"&gt;Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".&lt;/span&gt;&lt;span style="color:fuchsia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" &gt;(terkirim melalui sahabat setiaku) &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-7336750218954958360?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/7336750218954958360/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=7336750218954958360' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7336750218954958360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/7336750218954958360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2007/01/cinta-tak-selalu-berwujud-bunga.html' title='Cinta Tak Selalu Berwujud Bunga'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-3379213842004178829</id><published>2006-12-29T13:09:00.000+07:00</published><updated>2006-12-29T17:52:36.501+07:00</updated><title type='text'>Belum Haji Sudah Mabrur</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Cerita ini saya ambil dari milis alumni asrama saya. Selamat Idul Adha bagi yang merayakannya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;===&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Belum Haji Sudah Mabrur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;Oleh: Ahmad Tohari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Arial;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Ini kisah tentang Yu Timah. Siapakah dia? Yu Timah adalah tetangga kami. Dia salah seorang penerima program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang kini sudah berakhir. Empat kali menerima SLT selama satu tahun jumlah uang yang diterima Yu Timah dari pemerintah sebesar Rp 1,2 juta.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Yu Timah adalah penerima SLT yang sebenarnya. Rumahnya berlantai tanah, berdinding anyaman bambu, tak punya sumur sendiri. Bahkan status tanah yang di tempati gubuk Yu Timah adalah bukan milik sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Usia Yu Timah sekitar &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; puluhan, berbadan kurus dan tidak menikah. Barangkali karena kondisi tubuhnya yang kurus, sangat miskin, ditambah yatim sejak kecil, maka Yu Timah tidak menarik lelaki manapun. Jadilah Yu Timah perawan tua hingga kini. Dia sebatang kara. Dulu setelah remaja Yu Timah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;. Namun, seiring usianya yang terus meningkat, tenaga Yu Timah tidak laku di pasaran pembantu rumah tangga. Dia kembali ke kampung kami. &lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; tetangga bergotong royong membuatkan gubuk buat Yu Timah bersama emaknya yang sudah sangat renta. Gubuk itu didirikan di atas tanah tetangga yang bersedia menampung anak dan emak yang sangat miskin itu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Meski hidupnya sangat miskin, Yu Timah ingin mandiri. Maka ia berjualan nasi bungkus. Pembeli tetapnya adalah para santri yang sedang mondok di pesantren kampung kami. Tentu hasilnya tak seberapa. Tapi Yu Timah bertahan. Nyatanya dia bisa hidup bertahun-tahun bersama emaknya. Setelah emaknya meninggal Yu Timah mengasuh seorang kemenakan. Dia biayai anak itu hingga tamat SD. Tapi ini zaman apa. Anak itu harus cari makan. Maka dia tersedot arus perdagangan pembantu rumah tangga dan lagi-lagi terdampar di &lt;st1:city&gt;&lt;st1:place&gt;Jakarta&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Sudah empat tahun terakhir ini Yu Timah kembali hidup sebatang kara dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan berjualan nasi bungkus. Untung di kampung kami ada pesantren kecil. &lt;st1:place&gt;Para&lt;/st1:place&gt; santrinya adalah anak-anak petani yang biasa makan nasi seperti yang dijual Yu Timah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Kemarin Yu Timah datang ke rumah saya. Saya sudah mengira pasti dia mau bicara soal tabungan. Inilah hebatnya. Semiskin itu Yu Timah masih bisa menabung di bank perkreditan rakyat syariah di mana saya ikut jadi pengurus. Tapi Yu Timah tidak pernah mau datang ke kantor. Katanya, malu sebab dia orang miskin dan buta huruf. Dia menabung Rp 5.000 atau Rp 10 ribu setiap bulan. Namun setelah menjadi penerima SLT Yu Timah bisa setor tabungan hingga Rp 250 ribu. Sejak itu pula saya melihat Yu Timah memakai cincin emas.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Yah, emas. Untuk orang seperti Yu Timah, setitik emas di jari adalah persoalan mengangkat harga diri. Saldo terakhir Yu Timah adalah Rp 650 ribu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Yu Timah biasa duduk menjauh bila berhadapan dengan saya. Malah maunya bersimpuh di lantai, namun selalu saya cegah.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''Pak, saya mau mengambil tabungan,'' kata Yu Timah dengan suaranya yang kecil.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''O, tentu bisa. Tapi ini hari Sabtu dan sudah sore. Bank kita sudah tutup. Bagaimana bila Senin?''&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''Senin juga tidak apa-apa. Saya tidak tergesa-gesa kok.''&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''Mau ambil berapa?'' tanya saya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''Enam ratus ribu, Pak.''&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''Kok banyak sekali. Untuk apa, Yu?''&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Yu Timah tidak segera menjawab. Menunduk, sambil tersenyum malu-malu. ''Saya mau beli kambing kurban, Pak. Kalau enam ratus ribu saya tambahi dengan uang saya yang di tangan, cukup untuk beli satu kambing.''&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Saya tahu Yu Timah amat menunggu tanggapan saya. Bahkan dia mengulangi kata-katanya karena saya masih diam. Karena lama tidak memberikan tanggapan, mungkin Yu Timah mengira saya tidak akan memberikan uang tabungannya. Padahal saya lama terdiam karena sangat terkesan oleh keinginan Yu Timah membeli kambing kurban.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''Iya, Yu. Senin besok uang Yu Timah akan diberikan sebesar enam ratus ribu. Tapi Yu, sebenarnya kamu tidak wajib berkurban. Yu Timah bahkan wajib menerima kurban dari saudara-saudara kita yang lebih berada. Jadi, apakah niat Yu Timah benar-benar sudah bulat hendak membeli kambing kurban?''&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''Iya Pak. Saya sudah bulat. Saya benar-benar ingin berkurban. Selama ini memang saya hanya jadi penerima. Namun sekarang saya ingin jadi pemberi daging kurban.''&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;''Baik, Yu. Besok uang kamu akan saya ambilkan di bank kita.''&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Wajah Yu Timah benderang. Senyumnya ceria. Matanya berbinar. Lalu minta diri, dan dengan langkah-langkah panjang Yu Timah pulang.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Setelah Yu Timah pergi, saya termangu sendiri. Kapankah Yu Timah mendengar, mengerti, menghayati, lalu menginternalisasi ajaran kurban yang ditinggalkan oleh Kanjeng Nabi Ibrahim? Mengapa orang yang sangat awam itu bisa punya keikhlasan demikian tinggi sehingga rela mengurbankan hampir seluruh hartanya? Pertanyaan ini muncul karena umumnya ibadah haji yang biayanya mahal itu tidak mengubah watak orangnya. Mungkin saya juga begitu.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Ah, Yu Timah, saya jadi malu. Kamu yang belum naik haji, atau tidak akan pernah naik haji, namun kamu sudah jadi orang yang suka berkurban. Kamu sangat miskin, tapi uangmu tidak kaubelikan makanan, televisi, atau pakaian yang bagus. Uangmu malah kamu belikan kambing kurban. Ya, Yu Timah. Meski saya dilarang dokter makan daging kambing, tapi kali ini akan saya langgar. Saya ingin menikmati daging kambingmu yang sepertinya sudah berbau surga.&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin: 0in 0in 0.0001pt; text-indent: 0.5in;"&gt;Mudah-mudahan kamu mabrur sebelum kamu naik haji. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-3379213842004178829?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/3379213842004178829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=3379213842004178829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/3379213842004178829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/3379213842004178829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/12/belum-haji-sudah-mabrur.html' title='Belum Haji Sudah Mabrur'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-5221002653913925041</id><published>2006-11-14T15:46:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T18:15:51.345+07:00</updated><title type='text'>Repotnya Jadi Orang Miskin</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: webdings;"&gt;Ramai-ramai kedatangan Bush ke Indonesia mengingatkan aku pada masa ketika KKN di sebuah kampung di pinggir pantai di kawasan Cipatujah, Tasikmalaya. Kampung ini penghasil pisang dan kayu albasia. Sayangnya, akses jalan ke pasar terhalang sungai yang besar. Tapi bukan soal pisang atau kayu yang akan aku ceritakan. Memang apa hubungannya pisang dan kayu albasia dengan Bush? Iya 'kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, ...walah, kayak cerita misteri ... saya dan rombongan berkunjung ke salah satu penduduk. Hampir semua penduduk di kampung ini hidup di bawah garis kemiskinan. Rumahnya rata-rata beratapkan rumbia dan berdinding anyaman bambu. Beberapa memang sudah permanen dan bisa ditebak, pasti salah seorang anaknya sudah merantau. Entah ke Tasiknya atau malah lebih jauh seperti ke Bandung dan Jakarta. Tapi bukan soal rumah yang mau aku ceritakan. Memangnya Bush mau tinggal di rumah seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan kami untuk bertanya-tanya tentang kondisi masyarakat di situ. Biar kalau bikin program tidak salah sasaran kira-kira tujuan kami. Setelah tanya ini itu, kami sedikit mendengar kegaduhan dari ruang dalam. Namun karena yang fasih berbahasa Sunda hanya seorang, kami tidak mengerti apa yang diributkan. Yang jelas setelah agak lama "keributan" tadi mereda, keluarlah minuman bersoda dengan es batu. Wah, ini yang ditunggu-tunggu. O, ya kedatangan kami waktu itu memang agak siang sehingga panas agak mengganggu kami. Tentu dengan seteguk dua teguk minuman bersoda dingin akan meringankan penderitaan kami. Eh, jelas bukan soal kami menderita mengapa aku menulis ini berkaitan dengan kedatangan Paman Bush.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah yang membuat kami agak sesak dada. Beruntung kami mengetahui hal ini tidak pas kejadian. Bisa-bisa tersedak. Kami pun baru &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeh&lt;/span&gt; dengan keributan yang terjadi waktu itu. Saking asyiknya dengan obrolan, kami tidak menyadari bahwa minuman bersoda plus es batu adalah sesuatu hal yang mencolok di rumah itu. Dan benar memang, untuk memperoleh "kemewahan" tadi, keluarga yang kami sambangi itu harus pontang-panting mengutang ke warung tetangga. Bahkan, salah seorang anggota keluarga belum pernah merasakan minuman tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus, apa hubungannya dengan kedatangan Bush? Hehe ... saya juga tidak tahu sih. Cuma aku melihat pemerintah kita seperti keluarga yang kami sambangi itu. Bersusah payah menjamu tamu agar "gimana gitu" meski untuk itu harus rela berutang. Mereka takut jika disajikan makanan dan minuman yang mereka punya kami akan keracunan. Padahal, kami tidak disuguhi apa-apa pun tidak berkeberatan. Lo, tapi apa Bush tidak keberatan juga jika disambut dengan ala kadarnya? Maksudku tidak sampai harus ngoprak-oprak pedagang kaki lima di seputaran Pasar Anyar dengan dalih itu sudah program rutin. Padahal jelas-jelas PKL-nya bilang kadang-kadang saja mereka ditertibkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, embuhlah. Yang jelas kadang kita terlalu menghormati tamu melebihi batas kemampuan kita.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-5221002653913925041?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/5221002653913925041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=5221002653913925041' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/5221002653913925041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/5221002653913925041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/11/repotnya-jadi-orang-miskin.html' title='Repotnya Jadi Orang Miskin'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-116289821398866744</id><published>2006-11-07T18:00:00.000+07:00</published><updated>2006-11-20T18:10:01.460+07:00</updated><title type='text'>Terlena kenyamanan</title><content type='html'>Komputer server kena virus! Begitulah kabar yang aku terima. Virus kali ini agak aneh karena hanya menyerang OS Windows 2000, baik yang server atau pro. Karena untuk keperluan upload artikel aku menggunakan Win 2000 server, maka komputerku pun tak lepas dari serangan virus yang belum diketahui identitasnya itu. Setelah terjangkiti virus ini, komputer sering merestart setiap selang beberapa waktu. Program FTP juga dilumpuhkan. Begitu juga dengan MS Word kehilangan fungsi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;paste&lt;/span&gt;. Pokoknya sengsara banget deh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama terserang, saat tanya bagian TI belum jelas apa jenis virusnya. Yang jelas antivirus Symantec tidak berdaya. Virus semakin menyebar sebab ia memancarulangkan melalui jaringan. Akhirnya dengan terpaksa aku mencoba bertahan sebisa mungkin melawan virus. Namun baru mengetik sebentar tiba-tiba muncul peringatan bahwa komputer akan mati setelah sekian detik. Langsung saja saya Save naskah yang sudah terketik sambil menunggu PC restart.  Cukup sehari saya sudah tidak kuat. Akhirnya dengan menyesal PC saya dikarantina, tidak boleh masuk jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sinilah awal penderitaan saya. Sudah tercerabut dari jaringan, virus belum bisa dienyahkan lagi. Telepon ke bagian TI baru dapat jawaban, virusnya berjenis Trojan. Antivirus sudah hampir ketemu, tapi belum bisa 100% menyehatkan komputer. Sudah dicoba di beberapa komputer malah terkadang menghapus file penting. Terpaksa aku mencuri-curi kesempatan ke komputer yang nganggur. Terus terang cara ini tidak efektif. Apalagi pekerjaan di kantor sudah menggunakan Intranet sehingga akses ke jaringan adalah mutlak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya baru menyadari bahwa selama ini terlena oleh kenyamanan. Saya lupa untuk membuat file-file cadangan setiap naskah atau artikel yang sedang saya kerjakan. Di saat begini saya tidak leluasa melakukan pekerjaan saya. Padahal saya membutuhkan keterikatan yang kuat terhadap apa yang saya lakukan. Memang, dengan Intranet lebih cepat kerjanya dan tidak perlu mengedarkan disket jika mau disunting. Tapi dalam kondisi jaringan terserang virus dan tidak semua komputer di jaringan kena, maka saya seperti ayam masuk kurungan. Tidak bisa leluasa berkokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya virus bisa dibersihkan, tapi tak lama. Sebab ternyata virus tersebut bisa malih rupa. Masih berupa trojan juga, tapi menyerang file lain. Kali ini berakibat komputer akan restart terus menerus. Sekarang komputerku benar-benar lumpuh. Jalan keluarnya adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;install&lt;/span&gt; ulang atau menunggu antivirus baru. Ya sudah, aku pilih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;install&lt;/span&gt; ulang sambil berharap ada antivirus baru yang lebih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;joss&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah penantian dan merelakan komputer diobok-obok, akhirnya antivirus baru itu ketemu. Huh ... leganya bisa bekerja dengan normal. Sekarang tinggal mengingat-ingat kejadian ini untuk selalu menyimpan cadangan pekerjaan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hard disk&lt;/span&gt; komputerku. Tidak mengandalkan data di jaringan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20-11-2006&lt;br /&gt;Komputerku pulih bersamaan Bush datang ke Bogor&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-116289821398866744?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/116289821398866744/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=116289821398866744' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/116289821398866744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/116289821398866744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/11/terlena-kenyamanan.html' title='Terlena kenyamanan'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-116170419702244003</id><published>2006-10-24T21:57:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:40.551+07:00</updated><title type='text'>Ada uang Rp. 1.000,-?</title><content type='html'>Anda sering menerima pertanyaan seperti itu saat berbelanja di supermarket atau warung lainnya? Apa reaksi Anda? Mengiyakan tanpa protes?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian seperti itu lazimnya terjadi manakala belanjaan kita memiliki kembalian yang tanggung. Pihak toko ingin mengembalikah kembalian tadi dalam nominal yang genap dan bukan recehan. Nomun untuk itu kita harus menambah sedikit uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya total belanjaan kita Rp 61.000,- dan kita menyodorkan uang Rp 100.000,-. Kembalian kita tentunya Rp 39.000,-. Pihak penjual mungkin sayang mengeluarkan recehan Rp 1.000,- sebanyak empat lembar dan minta kita menambah Rp 1.000,- sehingga ia bisa membayar uang kembalian kita cukup dengan uang dua lembar Rp 20.000,-. Tentu penjual burkepentingan dengan uang recehan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya cuek saja dan kalau ada sejumlah uang yang diminta ya saya kasih. Kalau ada tapi saya butuh sering saya harus berbohong sebab pernah punya pengalaman tidak mengenakkan soal itu. Cuma belakangan ini saya akan menolak memberi meski ada uang sejumlah yang diminta. Malah terkadang saya iseng &lt;i&gt;nyletuk&lt;/i&gt;, "Jualan kok gak niat. Recehan saja gak siap."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa saya jadi ketus begitu? Saya melihat penjual mau gampangnya saja. Kedua, sang kasir sering asal minta tanpa rasa bersalah atau minta maaf. Ketiga, saya sudah melakukan kewajiban dan tidak ada himbauan atau kata-kata untuk membayar dengan uang pas. Jadi, sudah tugas sang penjuallah harus kerepotan menyediakan uang recehan. Dari mana asal recehan itu bukan urusanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini saya salut dengan warung padang yang selalu siap dengan kembalian recehan. Yah, meski recehah terkecil mereka mungkin Rp 500,- tapi saya sering diminta recehan serupa di minimarket yang bertebaran di komplek perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal lagi, saya pernah terkesan dengan ucapan sang kasir. Entah di mana lokasinya, saya lupa soal itu. Waktu itu ia dengan tersenyum meminta maaf merepotkan saya untuk menarik kembali dompet yang sudah saya masukkan ke kantung. Saya pun rela mengeluarkan dua lembar uang seribuan (saya selalu menyimpan beberapa recehan seribuan di dompet).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi saya bawel, oleh sebab itu maafkan saya. Mumpung Lebaran he...he....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-116170419702244003?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/116170419702244003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=116170419702244003' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/116170419702244003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/116170419702244003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/10/ada-uang-rp-1000.html' title='Ada uang Rp. 1.000,-?'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-116073114707066260</id><published>2006-10-13T08:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:40.485+07:00</updated><title type='text'>Maaf, Mahal atau Susah?</title><content type='html'>Pagi ini aku jadi teringat dengan Kiky, temenku di klub DTC. Gara-gara simeta (silver metalik taruna)-ku tersenggol motor yang mau nyelip tapi maksa keluarlah sumpah serapah. Untung, aku tidak puasa sehingga berbeda kondisi dengan Kiky yang kemudian merasa bahwa puasanya telah gagal setengah. (Emangnya bisa ya batal cuma setengah hehe... Maaf ya Ky, cuma komentar saja kok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi yang bikin kesal dan dongkol adalah si pengendara cuek saja meski sudah tak teriaki. Tanpa rasa bersalah ia melaju dengan kencangnya. Andai bisa kukejar jelas akan aku kejar dan aku pepet. Bukan persoalan kerusakan atau baret di mobil. Tapi ini sudah menyangkut perilaku! Apa salahnya menoleh dan senyum atau mengangkat tangan buat permintaan maaf?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang, saya sendiri juga sering menggunakan motor. Kejadian menyenggol mobil pun pernah menimpaku. Namun aku mencoba berhenti dan senyum atau bahasa tubuh yang menandakan perasaan bersalah. Meski terkadang ngeri juga sebab siapa tahu malah dijadikan sasaran kemarahan. Namun aku berpikiran bahwa apa yang diawali dengan niat baik pasti hasilnya baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bukannya mau sok sopan atau apalah sebutannya. Cuma hanya ingin berusaha menata kehidupan pada rel yang benar. Ikut arus dalam hal ini bukanlah tipeku. Ketika lampu masih menyala merah, aku &lt;i&gt;keukeuh&lt;/i&gt; memarkir si kilmer (kilat merah alias red thunder) di belakang garis stop. Masa bodoh dengan klakson bertubi-tubi dari angkot di belakangku. Bahkan ia mengajak berkonfrontasi dengan menyundul-nyundulkan bemper bututnya ke bagian belakang motorku. Aku hanya menoleh dan si sopir pura-pura tidak tahu. Tapi aku pernah kesal dan motor kumatikan. Si sopir aku datangi. Dia cuma diam seribu bahasa. Apalagi terucap kata "maaf".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejujurnya, saya sebenarnya takut juga melakukan hal itu. Saya sadar si sopir ingin mencari rit sebanyak-banyaknya. Ia menghitung waktu yang terbuang berarti setoran berkurang. Namun apakah kemudian menihilkan peraturan yang dimaksudkan untuk menjaga keselamatan orang banyak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata "maaf" sekarang ini sudah semakin mahal. Atau susah? Entahlah!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-116073114707066260?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/116073114707066260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=116073114707066260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/116073114707066260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/116073114707066260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/10/maaf-mahal-atau-susah.html' title='Maaf, Mahal atau Susah?'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-116044775547454108</id><published>2006-10-10T08:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:40.408+07:00</updated><title type='text'>Truk/Bus Gunakan Lajur Kiri</title><content type='html'>Akhir-akhir ini setiap masuk pintu tol Cawang di depan Carefour MT Haryono saya memperhatikan ada mobil patroli PJR parkir di bahu jalan dan seorang polisi berdiri di belakang mobil sambil membawa papan bertuliskan (kira-kira, soalnya tadi mau motret situasi jalan tidak memungkinkan) "TRUK/BUS GUNAKAN LAJUR KIRI". Saya melihat dari sebelum masuk sampai jembatan layang Pancoran sebelah patung Dirgantara ada sekitar tiga plang imbauan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah efektif cara seperti itu. Setidaknya ini sudah cara kedua yang saya lihat. Sebelumnya mobil patroli jalan di lajur paling kiri dan ada &lt;i&gt;runnung text&lt;/i&gt; di kabin belakang mobil patroli. Isinya juga imbauan bagi truk dan bus untuk menggunakan lajur kiri. Terkadang mobil patroli ber-&lt;i&gt;running text&lt;/i&gt; ini mangkal di pojokan sebelum pintu masuk gerbang tol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bagaimana kenyataannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi saya masih melihat truk melaju di lajur tengah dengan tenangnya. Bahkan, truk yang penuh muatan dan sepertinya kelelahan menapaki tanjakan ke arah Serpong/Tangerang di daerah Tomang membuat kemacetan dengan sampai di samping Slipi Jaya. Dari barisan itu banyakan truk dan mobil boks. Entah kemacetan akan sepanjang apa sebab saya melewati jalan itu sekitar pukul 07.20. Masih pagi dan jalanan sepi sebab sebelumnya saya bisa memacu kendaraan sampai 120 kpj. (Uppsss.... maaf Pak Polisi, bukan maksud saya mau ngebut, tapi cuma sekadar membuang kerak di ruang bahan bakar hehe....).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan truk atau bus berjalan di lajur kiri sebenarnya sudah banyak. Tulisan itu ada di jalan lajur kiri serta plang di atas jalan tol. Akan tetapi sepertinya aturan-aturan tertulis itu hanyalah hiasan belaka. Terlebih bagi bus umum. Slogannya adalah maju terus pantang berhenti. Jadi kalau untuk dapat maju harus ambil lajur paling kanan atau bahkan bahu jalan, ya diembat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah sopir itu tidak paham atau tidak mau tahu. Yang penting setoran masuk! Saya sendiri yakin mereka memperoleh SIM dengan cara tidak wajar. Sebab jika memperoleh SIM dengan benar tentu akan ada hal-hal standar yang masuk dalam memorinya. Ini seperti yang saya alami beberapa tahun lalu saat mengikuti ujian SIM di Bandung. Dari penjelasan sebelum ujian tertulis saya jadi bisa membedakan arti garis panjang dan garis putus-putus yang ada di jalan raya. Begitu juga jika ada polisi mengatur di perempatan lalu lintas, maka lampu lalu lintas otomatis tidak berfungsi. Lalu jika ada perempatan jalan dengan salah satu jalan dilintasi kereta api, maka saat kereta api lewat maka pengendara yang melintas sejajar rel kereta api boleh jalan terus meski lampu lalu lintas sedang menyala merah. Masih banyak hal lain yang saya peroleh dari ujian tertulis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua pengendara sadar aturan dan rambu, saya yakin Pak Polisi tadi tak perlu berpanas-panas ria memegang plang hanya untuk meneriakkan aturan yang sayangnya hilang tertelan ramainya lalu lalang kendaraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, kita mulai dari sekarang, dari kita sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-116044775547454108?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/116044775547454108/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=116044775547454108' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/116044775547454108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/116044775547454108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/10/trukbus-gunakan-lajur-kiri.html' title='Truk/Bus Gunakan Lajur Kiri'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115976528724963334</id><published>2006-10-02T12:00:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:40.199+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Sembilan Senti</title><content type='html'>Oleh: Taufiq Ismail (diambil dari salah satu milis yang tak ikuti)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sawah petani merokok,&lt;br /&gt;di pabrik pekerja merokok,&lt;br /&gt;di kantor pegawai merokok,&lt;br /&gt;di kabinet menteri merokok,&lt;br /&gt;di reses parlemen anggota DPR merokok,&lt;br /&gt;di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,&lt;br /&gt;hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,&lt;br /&gt;di perkebunan pemetik buah kopi merokok,&lt;br /&gt;di perahu nelayan penjaring ikan merokok,&lt;br /&gt;di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,&lt;br /&gt;di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im&lt;br /&gt;sangat ramah bagi perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,&lt;br /&gt;di ruang kepala sekolah ada guru merokok,&lt;br /&gt;di kampus mahasiswa merokok,&lt;br /&gt;di ruang kuliah dosen merokok,&lt;br /&gt;di rapat POMG orang tua murid merokok,&lt;br /&gt;di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya&lt;br /&gt;apakah ada buku tuntunan cara merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di angkot Kijang penumpang merokok,&lt;br /&gt;di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk&lt;br /&gt;orang bertanding merokok,&lt;br /&gt;di loket penjualan karcis orang merokok,&lt;br /&gt;di kereta api penuh sesak orang festival merokok,&lt;br /&gt;di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,&lt;br /&gt;di andong Yogya kusirnya merokok,&lt;br /&gt;sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri kita ini sungguh nirwana&lt;br /&gt;kayangan para dewa-dewa bagi perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat cobaan sangat berat&lt;br /&gt;bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,&lt;br /&gt;diam-diam menguasai kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pasar orang merokok,&lt;br /&gt;di warung Tegal pengunjung merokok,&lt;br /&gt;di restoran di toko buku orang merokok,&lt;br /&gt;di kafe di diskotik para pengunjung merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercakap-cakap kita jarak setengah meter&lt;br /&gt;tak tertahankan asap rokok,&lt;br /&gt;bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun&lt;br /&gt;menderita di kamar tidur&lt;br /&gt;ketika melayani para suami yang bau mulut&lt;br /&gt;dan hidungnya mirip asbak rokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul&lt;br /&gt;saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,&lt;br /&gt;tapi kita tidak ketularan penyakitnya.&lt;br /&gt;Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya&lt;br /&gt;mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,&lt;br /&gt;kita ketularan penyakitnya.&lt;br /&gt;Nikotin lebih jahat penularannya&lt;br /&gt;ketimbang HIV-AIDS,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,&lt;br /&gt;dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,&lt;br /&gt;Bisa ketularan kena,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,&lt;br /&gt;di apotik yang antri obat merokok,&lt;br /&gt;di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,&lt;br /&gt;di ruang tunggu dokter pasien merokok,&lt;br /&gt;dan ada juga dokter-dokter merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istirahat main tenis orang merokok,&lt;br /&gt;di pinggir lapangan voli orang merokok,&lt;br /&gt;menyandang raket badminton orang merokok,&lt;br /&gt;pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,&lt;br /&gt;panitia pertandingan balap mobil,&lt;br /&gt;pertandingan bulutangkis,&lt;br /&gt;turnamen sepakbola&lt;br /&gt;mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kamar kecil 12 meter kubik,&lt;br /&gt;sambil 'ek-'ek orang goblok merokok,&lt;br /&gt;di dalam lift gedung 15 tingkat&lt;br /&gt;dengan tak acuh orang goblok merokok,&lt;br /&gt;di ruang sidang ber-AC penuh,&lt;br /&gt;dengan cueknya,&lt;br /&gt;pakai dasi,&lt;br /&gt;orang-orang goblok merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im&lt;br /&gt;sangat ramah bagi orang perokok,&lt;br /&gt;tapi tempat siksa kubur hidup-hidup&lt;br /&gt;bagi orang yang tak merokok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,&lt;br /&gt;diam-diam menguasai kita,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,&lt;br /&gt;duduk sejumlah ulama terhormat merujuk&lt;br /&gt;kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.&lt;br /&gt;Mereka ulama ahli hisap.&lt;br /&gt;Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.&lt;br /&gt;Bukan ahli hisab ilmu falak,&lt;br /&gt;tapi ahli hisap rokok.&lt;br /&gt;Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka&lt;br /&gt;terselip berhala-berhala kecil,&lt;br /&gt;sembilan senti panjangnya,&lt;br /&gt;putih warnanya,&lt;br /&gt;ke mana-mana dibawa dengan setia,&lt;br /&gt;satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,&lt;br /&gt;tampak kebanyakan mereka&lt;br /&gt;memegang rokok dengan tangan kanan,&lt;br /&gt;cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.&lt;br /&gt;Inikah gerangan pertanda&lt;br /&gt;yang terbanyak kelompok ashabul yamiin&lt;br /&gt;dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.&lt;br /&gt;Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz.&lt;br /&gt;Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.&lt;br /&gt;Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.&lt;br /&gt;Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i.&lt;br /&gt;Kalau tak tahan,&lt;br /&gt;Di luar itu sajalah merokok.&lt;br /&gt;Laa taqtuluu anfusakum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Min fadhlik, ya ustadz.&lt;br /&gt;25 penyakit ada dalam khamr.&lt;br /&gt;Khamr diharamkan.&lt;br /&gt;15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).&lt;br /&gt;Daging khinzir diharamkan.&lt;br /&gt;4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.&lt;br /&gt;Patutnya rokok diapakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.&lt;br /&gt;Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith.&lt;br /&gt;Mohon ini direnungkan tenang-tenang,&lt;br /&gt;karena pada zaman Rasulullah dahulu,&lt;br /&gt;sudah ada alkohol,&lt;br /&gt;sudah ada babi,&lt;br /&gt;tapi belum ada rokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ini PR untuk para ulama.&lt;br /&gt;Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,&lt;br /&gt;Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,&lt;br /&gt;jangan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.&lt;br /&gt;Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,&lt;br /&gt;yaitu ujung rokok mereka.&lt;br /&gt;Kini mereka berfikir.&lt;br /&gt;Biarkan mereka berfikir.&lt;br /&gt;Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,&lt;br /&gt;dan ada yang mulai terbatuk-batuk,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,&lt;br /&gt;sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.&lt;br /&gt;Korban penyakit rokok&lt;br /&gt;lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,&lt;br /&gt;lebih gawat ketimbang bencana banjir,&lt;br /&gt;gempa bumi dan longsor,&lt;br /&gt;cuma setingkat di bawah korban narkoba,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat sajak ini dibacakan,&lt;br /&gt;berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,&lt;br /&gt;jutaan jumlahnya,&lt;br /&gt;bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,&lt;br /&gt;dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,&lt;br /&gt;diiklankan dengan indah dan cerdasnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,&lt;br /&gt;tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,&lt;br /&gt;karena orang akan khusyuk dan fana&lt;br /&gt;dalam nikmat lewat upacara menyalakan api&lt;br /&gt;dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabbana,&lt;br /&gt;beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115976528724963334?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115976528724963334/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115976528724963334' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115976528724963334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115976528724963334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/10/tuhan-sembilan-senti.html' title='Tuhan Sembilan Senti'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115969526594236235</id><published>2006-10-01T16:33:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:40.136+07:00</updated><title type='text'>Mau Kemana 3G?</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Belum lama ini layanan 3G diluncurkan oleh Telkomsel. Menyusul kemudian XL pada esok hari, 22-9-2006. Meski sudah dipersiapkan cukup lama, namun di sana-sini masih ada kendala. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah masyarakat kita sudah benar-benar membutuhkannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang terjadi pada teman saya, sebut saja Yani. Sekretaris sebuah perusahaan ternama ini pada akhir tahun 2005 ingin ganti telepon. Tanya sana-tanya sini akhirnya ia memutuskan membeli Nokia 6680 yang sudah &lt;i&gt;3g enabled&lt;/i&gt;. Kata yang memberi saran sih, paling tidak bisa bertahan lama. Apalagi waktu itu juga sedang hangat-hangatnya pembicaraan soal 3G. Soal harga, tentu masih tinggi waktu itu. Saat ini saja, 24/9/2006, di &lt;a href="http://www.studiohp.com/phone_detail.php?id=384"&gt;studiohp.com&lt;/a&gt; masih Rp 3 jutaan. Cuma, dia bilang sih pakai Eazy Pay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhirnya Telkomsel meluncurkan layanan 3G-nya setelah mendapat Uji Laik Operasi (ULO), ramai-ramai 3G dimulai. Tapi saya melihat Windi anteng-anteng saja. Bisa jadi karena bukan termasuk maniak gadget meski sering gonta-ganti ponsel. Atau karena operator yang dia pakai – XL - belum meluncurkan layanan serupa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatiannya mulai terusik ketika melihat iklan XL yang ber-&lt;I&gt;tagline Are You Ready&lt;/I&gt;. Mulailah ia bertanya-tanya dan minta disettingkan ponselnya. Setelah bisa mengakses wap.xl.co.id, Yani pun keranjingan ber-3G. “Mumpung masih promosi,” begitu kilahnya. Bagi Yani, harga adalah hal sensitif. Sayang, untuk bervideo call ia tidak bisa sesuka-sukanya, sebab tidak semua orang yang ditelepon ponselnya sudah ber-3G. “Tapi kadang kagok saya. Apalagi kalau mandi, hehe….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga memang menjadi persoalan serius dalam layanan 3G ini. Pengalaman di luar negeri bisa menjadi contoh, betapa layanan 3G ini hanyalah mercu suar saja. Vodafone misalnya. Seperti tertulis di Koran Tempo, untuk membeli lisensi dan membangun jaringan 3G sejak tahun 2000 telah habis uang sekitar Rp 309 triliun. Sampai Maret kemarin, pemasukannya baru Rp 4,75 triliun. Itu masih kotor, dan setelah dipangkas di sana-sini, keuntungan bersihnya Cuma Rp 721 miliar. Andai tidak ada terobosan, balik modalnya Vodafone butuh 107 tahun!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tidak kurang apa yang ditawarkan 3G. Kata kuncinya adalah kecepatan data, sehingga ponsel tidak sekadar menjadi alat telepon. Ia bisa menjadi televisi, buku dengan mengunduh e-book, atau komputer untuk berselancar di rimba Internet. Memang, layar sangat kecil dan gambar masih patah-patah. Ini yang membuat Yani berpikir ulang apakah ia masih mau melihat Fashion TV kesayangan manakala masa promosi dari XL habis. Meski cepat, kadang tidak masuk akal jika diukur dengan uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh layanan unduh lagu di Australia, sebuah lagu berformat MP3 setara dengan Rp 200 ribu. Nah, jika ia mau repot sedikit dengan datang ke toko kaset, uang segitu bisa dapat dua atau tiga CD berisi puluhan lagu. Bukannya cuma dapat satu. Di Indonesia, misalkan mengunduh lagu Samsons dari &lt;a href=”wap.xl.co.id”&gt;situs portal 3G-nya XL&lt;/a&gt; sebesar 4 megabita dengan tarif promo Rp 10/kb, jatuhnya Rp 40.000,-. Harga segini sudah bisa memperoleh satu CD berisi sekitar enam lagu, bukannya Cuma dapat satu lagu. Apalagi produk bajakan di sini marak, bahkan sudah banyak yang jemput bola alias pembeli tidak perlu repot-repot beranjak dari tempatnya. Dalam hal ini, apa kelebihan 3G?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajar saja jika Telefonica ingin menarik kembali uang yang disetor kepada pemerintah Jerman untuk pembelian lisensi 3G karena perusahaan telekomunikasi asal Spanyol ini membatalkan rencana program 3G-nya. Atau perusahaan telekomunikasi asal Jerman, Debitel, merasa bersyukur kalah dalam lelang tender 3G. Dalam soal lelang ini, yang beruntung bagaimanapun tetap pemerintah masing-masing negara yang melelang lisensi 3G. Seperti pemerintah Inggris yang pundi-pundi kas negaranya bertambah Rp 386 triliun, atau Jerman yang Rp 418 triliun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tidak mau operator harus kreatif menawarkan isi layanan yang akan dihantar ke pelanggan dengan harga yang kompetitif. XL yang dalam gebrakan pertamanya langsung menggelar layanan 3G di enam kota sekaligus, juga menawarkan kecepatan 2,6 mbps melalui teknologi &lt;I&gt;High Speed Downlink Packet Access&lt;/I&gt; (HSDPA) atau teknologi 3,5 G.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operator penggelar layanan 3G harus mampu memposisikan diri sebagai operator yang berbeda dengan operator yang tidak menggelar layanan 3G. Misalnya saja dengan 3G orang bisa memantau rumahnya saat ia mudik ke kampung halamannya. Seorang Ibu tidak perlu khawatir dengan anaknya yang ditinggal di rumah bersama pengasuhnya. Atau Paijo tak perlu menggerutu ketinggalan acara favoritnya, balap MotoGP, saat ia harus menemani istrinya berbelanja di supermarket. Yang penting, layanan itu tidak rumit. Sukur-sukur semudah SMS!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patut diacungi jempol adalah langkah yang diambil operator CDMA Mobile-8. meski tidak mengantongi lisensi 3G, namun koneksi operator ini sudah lumayan di atas &lt;I&gt;General Packet Radio Service&lt;/I&gt; (GPRS) yang diusung oleh operator-operator GSM. Melalui kerja sama dengan Mobile-8, berbagai sekolah menengah kejuruan di P Jawa dapat mengakses portal Dikmenjur secara gratis. Begitu juga dengan mahasiswa Universitas Jember dapat mengakses portal universitas mereka dengan gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi Yani akan melirik tawaran seperti itu sebab tentu akan sangat membantu baginya yang sedang mengambil kuliah ekstensi di sebuah universitas negeri di Jakarta. Ia selalu membayangkan bahwa untuk kuliah ia tidak harus hadir secara fisik. Selain memakan waktu juga biaya! “Kalau dengan 3G biayanya setara, saya tentu memilih ini,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, bola kalau begitu ada di operator dong!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115969526594236235?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115969526594236235/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115969526594236235' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115969526594236235'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115969526594236235'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/10/mau-kemana-3g.html' title='Mau Kemana 3G?'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115865494691029198</id><published>2006-09-19T15:34:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:40.076+07:00</updated><title type='text'>Belajar Bisa Di Mana Saja</title><content type='html'>Sebuah surat pembaca di Kompas beberapa waktu lalu mengritik kebijakan pemerintah soal pelajaran di Sekolah Dasar. Betapa anak-anak SD sekarang ini dijejali bermacam pelajaran dan melupakan hakikat anak-anak, bermain. Penulis juga membandingkan dengan sekolah dasar di Singapura yang mata pelajarannya hanya tiga macam: membaca, menulis, dan berhitung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengamati mata pelajaran anak saya yang masih kelas 1 SD memang bikin saya geleng-geleng kepala. Sudah banyak, buku teksnya juga dicetak di atas kertas yang bagus. Berwarna pula! Boleh-boleh saja sih buku cetak bagus, tapi ya menurut saya kurang tepatlah. Selain harga jadi mahal, buku juga jadi tebal. Dengan tiga mata pelajaran tiap hari (kecuali Sabtu), saya selalu ngelus dada setiap membawakan tas anak saya. Saya yang dewasa saja merasa berat apalagi anak saya yang ceking begitu? Soalnya, selain buku teks masih ada buku tulis, masing-masing dua buah untuk setiap mata pelajaran. Plus satu buku tugas dan kadang-kadang buku ulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyaknya mata pelajaran, tentu banyak hapalan yang harus masuk ke kepala si anak. Sementara mereka masih mau main dengan teman macam sepakbola di gang atau main sendirian seperti &lt;i&gt;play station&lt;/i&gt;. Ada sebagian orang tua yang bisa memaksa anaknya untuk rajin membuat PR atau belajar, namun banyak pula yang kewalahan. Alhasil, membuat PR atau belajar untuk mempersiapkan ulangan pun dilakukan dalam waktu yang seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi, saya menyaksikan sendiri, seorang anak usia SD belajar mata pelajaran ilmu pengetahuan saat dibonceng ayahnya dalam keberangkatan ke sekolah. Si anak asyik membolak-balik lembar demi lembar buku pelajaran tanpa memperhatikan sekitarnya. Saya terus membuntuti dan berharap semoga tidak terjadi apa-apa dengannya. Lalu lintas pagi memang belum begitu ramai dan padat, tapi belajar di atas boncengan motor yang melaju tetaplah situasi yang membahayakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelumnya, dalam perjalanan mengantarkan anak saya sekolah, saya kembali membuntuti seorang Ibu yang menggandeng anaknya berjalan memasuki gang yang meghubungkan jalan raya dengan sekolah si anak. Dari jauh tidak ada yang aneh dengan pemandangan itu, seorang Ibu menggandeng anaknya dengan &lt;i&gt;backpack&lt;/i&gt; menggantung di punggung si anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun setelah mendekat, ada yang aneh menurut saya. Sambil berjalan, si Ibu memegang buku pelajaran dan menanyakan isi buku ke anaknya. Si anak pun menjawab pertanyaan dengan lancar. Ternyata si Ibu sedang mengetes anaknya tentang pelajaran yang akan diulangkan pada hari itu. Beruntung mereka berjalan di gang yang relatif sepi dan cukup mulus jalannya. Coba kalau gang itu ramai oleh lalu lalang motor atau jalannya tidak mulus, bisa-bisa si anak bukannya hapal soal pelajaran tapi malah celaka karena keserempet motor atau terantuk batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persaingan generasi mendatang memang sepertinya terasa keras. Di lain pihak banyak orang tua yang cemas tidak bisa memberi bekal yang cukup bagi buah hatinya. Maka, belajar pun dilakukan di mana saja. Asal masih ada waktu dan tenaga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115865494691029198?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115865494691029198/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115865494691029198' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115865494691029198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115865494691029198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/09/belajar-bisa-di-mana-saja.html' title='Belajar Bisa Di Mana Saja'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115830984587838008</id><published>2006-09-15T15:21:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.857+07:00</updated><title type='text'>Hati-hati menjual komputer bekas Anda!</title><content type='html'>Apakah Anda sudah merasa aman ketika menghapus semua data-data penting dan pribadi yang ada di cakram keras komputer Anda saat mau menjualnya? Jika ya, simaklah pengalaman Louis dan Eric ini. Di Indonesia jamak sekali orang menjual komputer bekasnya. Seperti yang ditawarkan &lt;a href="http://mail.google.com/mail/h/d7pzx1vumvg8/?q=WTS%3A+komputer&amp;s=q&amp;th=10c9c2dfb269bdaf&amp;v=c"&gt;seseorang&lt;/a&gt; di sebuh milis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Louis (51), seperti ditulis harian Singapura &lt;i&gt;thesundaytimes&lt;/i&gt;, menjual komputer bekasnya karena sudah tidak membutuhkannya. Ia tidak berpikiran sama sekali soal password-password situs di Internet, pesan-pesan surat elektronik yang dikirimkan ke istrinya, juga resume dia akan bisa "digali dari kuburnya". Soalnya ia sudah mendeletenya dari keranjang sampah komputer. Begitu juga dengan Erik (39), seorang teknisi, yang menjual PC-nya tidak menyangka bahwa ia akhirnya ketahuan sebagai orang yang gemar mengakses situs porno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menggunakan perangkat lunak yang tepat - lusinan dari itu bisa ditemukan di Internet dengan harga cukup murah - file-file penting dan rahasia yang sepertinya sudah dimusnahkan itu bisa diambil kembali. Inilah yang mesti kita pahami: menghapus data sesungguhnya tidaklah mengenyahkannya, ia hanya tidak bisa dilihat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin Louis terperangah, data yang dihapus beberapa tahun silam bisa dimunculkan kembali. "Sebagai pengguna rumahan, saya tidak mengetahui bahwa hal-hal semacam itu bisa dilakukan. Saya pikir ketika saya menghapus file dan kemudian mengosongkan keranjang sampah (&lt;i&gt;Recycle bin&lt;/i&gt;), file tadi sudah benar-benar hilang," ujar Louis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Managing Director CBL Data Recovery Technologies, Samuel David (38), menjelaskan, data tidaklah benar-benar hilang ketika Anda menghapusnya atau bahkan memformat ulang cakram keras Anda. Ia menceritakan pengalamannya saat membeli 17 cakram keras yang sudah "didaur ulang" dari Nigeria. Ketika dilacak bisa ketahuan bahwa pemiliknya sekarang tinggal di Inggris dari file-file yang "dibangkitkan" kembali tadi. "Sesungguhnya setiap orang bisa melakukan hal ini sebab perangkat lunaknya sudah ada," imbuh David.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cheong Boon Leong (40), seorang insinyur yang bekerja di perusahaan &lt;i&gt;data recovery&lt;/i&gt; sependapat dengan David. Keduanya pun menyarankan untuk menghancurkan data-data tersebut hanya ada dua cara: mengunduh perangkat lunak yang bisa melakukan hal itu (mereka menyebutnya &lt;i&gt;wipe&lt;/i&gt;), atau merusakkan fisik cakram padat tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah, Anda mau pilih mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115830984587838008?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115830984587838008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115830984587838008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115830984587838008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115830984587838008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/09/hati-hati-menjual-komputer-bekas-anda.html' title='Hati-hati menjual komputer bekas Anda!'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115630160735183325</id><published>2006-08-23T09:52:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.774+07:00</updated><title type='text'>Busway oh bus wae</title><content type='html'>Empat koridor jalur khusus bus mulai dibangun serentak dan direncanakan selesai akhir tahun ini, 2006. Disebutkan pula armada yang akan melayani sebanyak &lt;a href="http://trans.jakarta.go.id/berita/index.php?jns=1&amp;bg=107&amp;id_berita=193"&gt;203 bus&lt;/a&gt;. Ya, kita doakan saja semoga terlaksana sebagaimana adanya. Jangan seperti koridor-koridor sebelumnya yang ternyata armadanya kurang. Namun bukan soal armada yang menjadi perhatianku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembangunan koridor bus way yang dikebut serentak membuat kemacetan parah di sepanjang koridor dan malah merembet ke jalur-jalur sekitarnya. Seperti yang terjadi di koridor Kp. Melayu - Kp. Rambutan. Sewaktu membaca rencana ada koridor ini aku mengernyitkan dahi. Memang mau lewat Jl. Raya Bogor? Kalau Cililitan ke Kampung Melayu jalannya lebar, tapi kalau Cililitan - Kampung Rambutan tidak ada jalur yang lebar. Yang terlebar ya Jl. Raya Bogor yang empat jalur untuk dua arah. Terlebih di depan Pasar Kramatjati dan Pasar Induk sudah menjadi legenda kemacetan di daerah ini. Nah, jika nanti dibangun busway, apa kemacetan tidak menjadi kronis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah, seminggu ini Jl. Condet Raya macet parah setelah Jl. Kramatjati diobok-obok buat jalur khusus bus itu. Kemacetan itu terus merembet ke jalan-jalan tikus yang bisa tembus ke Cililitan. Bisa dimaklumi sebab Jl. Kramatjati yang dulunya dua jalur menjadi satu jalur apalagi jalan ini dilalui banyak trayek angkutan umum. Beberapa angkot sudah mulai menghindarinya dan memilih Jl. Condet Raya yang sebelumnya juga memiliki beberapa titik kemacetan seperti di perempatan Jl. Olahraga dan Jl. Gardu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan betul perubahan itu sebab setiap pagi harus mengantar anakku yang sekolah di daerah Cililitan. Biasanya jika menggunakan mobil maka titik kemacetan hanya ada di perempatan Jl. Olahraga dan itu tidaklah panjang. Paling sekitar 100-an m. Semenjak Jl. Kramatjati dibangun jalur busway, terkadang mau keluar dari Jl. Gardu saja sudah terasa aroma kemacetannya. Kemacetan bertambah parah mulai pertigaan Jl. Munggang arah ke Cililitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, mudah-mudahan bus way cepat beroperasi meski saya tidak tahu apakah nanti bertambah lancar daerah Kramatjati atau malahan berubah menjadi tempat parkir.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115630160735183325?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115630160735183325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115630160735183325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115630160735183325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115630160735183325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/08/busway-oh-bus-wae.html' title='Busway oh bus wae'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115551938398187872</id><published>2006-08-14T08:35:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.702+07:00</updated><title type='text'>Beress Yang Tak Beres</title><content type='html'>Ini untuk kedua kalinya saya mengalami hal tidak mengenakkan berkenaan dengan servis&lt;br /&gt; rutin kendaraan saya, Thunder 125.  Yang pertama sudah agak lupa, tapi tempat servis adalah Beress Suzuki Dewi Sartika. Sehabis servis tidak masalah. Namun dua hari kemudian baru ada&lt;br /&gt;yang aneh dengan motor itu. Setangnya agak bengkok, tidak lurus.  Berhubung tidak&lt;br /&gt;paham permotoran saya pun balik ke bengkel dan ternyata sekrup setang belum terpasang. &lt;br /&gt;Terpaksa saya kembali ke Beress Dewi Sartika dan minta diperbaiki. Cuma yang bikin mangkel saya seperti tidak dipercaya bahwa itu kelalaian mereka. Alasan mereka, kalau kelalaian mereka tentu hari itu juga persoalan selesai. Saya pun protes dan suruh lihat list perbaikan dan memang ada di situ perbaikan setang. Tak mau berpanjang lebar aku pun terpaksa beli sekrup. Untung tidak jauh ada yang jual. Cuma jadi kesal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketidakberesan kedua cukup fatal. Kali ini servis rutin di Beress Jalan Panjang. Aku memilih Beress ini karena kedekatan dengan kantorku saja sih. Selain itu sebelumnya sudah pernah servis di sini dan tidak mengecewakanlah! Bengkel di sini relatif sepi sehingga begitu parkir dan dicatat keluhannya bisa langsung dikerjakan. Tapi tidak tahu ya hari-hari lain. Saya cuma mengamati dari dua kali servis di situ kok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, setelah selesai dicatat motor langsung masuk ke "ruang operasi". Saya pun tenggelam dan penantian ditemani bacaan. Namun di tengah keasyikan saya dipanggil mekaniknya dan kemudian dijelaskan bahwa salah satu komponen di karburator (adjuster) sudah dol. Dia menjelaskan bahwa kelemahan Suzuki Thunder 125 ya di situ. Posisi adjuster yang menjorok rentan menyimpan air saat dicuci. Air yang tersimpan kalau tidak segera dilap lama-lama bisa membikin karat. Jika karat, maka adjuster yang bisa diputar-putar menggunakan obeng ini akan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngadat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Mekanik (lupa menanyakan nama) menjelaskan bahwa untuk memperbaikinya perlu dibobol dulu lalu diganti adjuster baru. Komponen ini tidak mahal sih, sekitar Rp 35 ribuan, cuma pengerjaannya yang lama. "Bisa setengah harian," kata si mekanik tadi. Wah, lama banget. Karena tidak mungkin meninggalkan kantor begitu lama maka aku pun menunda untuk bongkar dan ganti adjuster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya aku tidak menggunakan motor untuk ke kantor. Jadi Thunderku &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngejogrok&lt;/span&gt; di parkiran motor rumah. Dua hari kemudian baru aku pakai untuk mengantar anakku langsung ke kantor. Dari Condet aku ke Cililitan tempat anakku sekolah kemudian menyusuri Dewi Sartika dan belok ke arah Kalibata. Nah, pas di atas jembatan layang Kalibata tiba-tiba motorku kehilangan tenaga. Untung pas turunan sehingga aku tidak perlu mendorongnya. Segera setelah sampai ujung jembatan layang motor aku pinggirkan dan coba distarter tidak bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku telepon adik ipar yang belum berangkat kerja dan minta tolong untuk narik motorku ke Beress Dewi Sartika. Aku pikir ini paling dekat. Sampai di Beress bengkel belum operasi, maklum belum pukul 09.00. Tapi aku sudah diurutan 3. Setelah dapat giliran akhirnya ketahuan mengapa motorku tidak bertenaga. Di dalam karburator bertengger sebuah sekrup! Inilah yang menjadi penghambat suplai bahan bakar ke mesin. Wajar saja berapa kali aku starter kok gak ada respon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau protes ke Beress Jl Panjang sayangnya aku tidak bawa kamera. Coba kalau bawa bisa aku potret dan terserah Beress Jl Panjang mau percaya atau tidak. Yang jelas sepertinya aku harus menghapus daftar Beress Jl Panjang di dalam buku servis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115551938398187872?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115551938398187872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115551938398187872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115551938398187872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115551938398187872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/08/beress-yang-tak-beres.html' title='Beress Yang Tak Beres'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115502047011823680</id><published>2006-08-08T13:54:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.638+07:00</updated><title type='text'>Pagi, Good Morning....</title><content type='html'>Berangkat pagi - pukul 07.00 dari Cililitan - membuat aku harus melewati Jalan Arjuna Utara. Bagi yang belum hapal, jalan ini sejajar dengan jalan tol dari Pintu Tol Kebunjeruk mengarah ke Tomang. Jalannya sempit, cukup untuk berpapasan dua mobil. Di sisi satunya jalannya juga serupa, namanya Jalan Arjuna Selatan. Dulu, dari Mal Taman Anggrek aku menyisir jalan ini karena ya nyaman saja. Namun berhubung di depan Kantor Pajak ada peringatan tidak boleh mengarah ke Jalan Panjang antara pukul 07.00 dan 09.00 (saya biasanya sampai di sini pukul 10.00-an), maka saya pun mengambil jalur Arjuna Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebelumnya dari depan Mal Taman Anggrek menyusuri pinggir kali yang bau namun bermandikan segarnya tanaman hias yang dijual, lalu lurus masuk kolong bawah Tol Tomang - Kbjeruk, kini sebelum kolong harus berhenti dulu.  Biasanya di sini ada sedikit kemacetan antara kendaraan dari Arjuna Selatan yang mau mengarah ke Mal Taman Anggrek dan antrian kendaraan dari Arjuna Utara yang mau memutar arah ke Arjuna Selatan untuk seterusnya ke Batusari atau melompati tol Dakota (ini akronim dari kata Dalam Kota - ah pandainya orang Indonesia membikin akronim meski di kolom bahasa Koran Tempo justru disindir sebagai orang malas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas keruwetan yang coba diatur oleh seorang Bapak usia lanjut berseragam hijau (Hansip kali ya....) yang membuatku trenyuh, sebab terus-terang aku justru takut kalau ia tertabrak oleh ulah pengendara motor yang sering kurang sabar itu, aku bisa bernapas lega. Lega betulan sebab di pertigaan itu bau sungai masih terasa. (Saya jadi heran, kok sungai di Jakarta baunya seragam ya? Sampai anakku kadang tidak tahan dan selalu minta sarung tangan buat menutup hidungnya yang mungil itu hihihi....). Aku pun melajukan KilMer-ku sambil hati-hati menyusuri Arjuna Utara sebab meskipun lengang, namun jalur sepi ke arah Jl Panjang itu menjadi santapan lezat pengendara motor yang ingin cepat sampai ke tujuan dari Jalan Panjang atau Tanjungbarat, entah ke arah mana mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sinilah ritualku mulai memperoleh tempat.  Melewati antrian kendaraan yang bisa amat panjang itu aku mencuri-curi pandang ke penumpang atau sopir yang ada di dalam mobil. Ada sepasang suami-istri dengan tatapan kosong, entah apa yang ada di pikirannya. Kerja yang menumpuk? Rutinitas yang membosankan? Jika seorang diri, beragam aktivitas dilakukan sekadar membuang waktu agar mengantri menjadi pekerjaan yang bermanfaat. Ada yang menelepon, membaca koran, tapi banyak yang diam mematung - sambil telinganya mendengar musik atau celotehan penyiar radio yang dengan berbusa-busa meyakinkan bahwa pagi hari ini adalah hari yang cerah.  Terkadang aku menyaksikan obrolan hangat antara dua wanita eksmud atau ibu dan anaknya. Entah yang diobrolkannya, aku tak kuasa menguping. Lagi pula, apa  gunanya? Ah, aneh-aneh saja sampeyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Etalase bermacam aktivitas di dalam mobil itu terkadang memberiku semangat bahwa apa yang aku lakukan tidaklah salah. Beralih dari mengendarai mobil ke motor membuatku tidak punya waktu untuk bengong menatap mobil di depan beringsut. Apalagi bersenda-gurau atau berhaha-hihi melalui telepon. Namun mataku tetap awas, melirik sana melirik sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, pagi... good morning!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115502047011823680?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115502047011823680/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115502047011823680' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115502047011823680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115502047011823680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/08/pagi-good-morning.html' title='Pagi, Good Morning....'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115479424184254982</id><published>2006-08-05T22:40:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.575+07:00</updated><title type='text'>Lampu rem putih... Uhhhhhhhh!!!! $%@#&amp;*!</title><content type='html'>Jumat malam, 4 Agustus 2006, sehabis main futsal dalam rangka pertandingan antar unit di lingkungan kerja, aku menyusuri arteri Pondok Indah menuju Slipi untuk seterusnya mengambil jalur Gatot Subroto. Jalan dari Lapangan Pertamina Simpruk relatif sepi, sebab jam sudah menunjuk pukul 21.00 lebih. Setelah menurunkan teman yang nebeng sampai Slipi saya mengambil arah ke kanan untuk seterusnya menuju Pancoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat di bawah jalan layang TVRI antrian kendaraan mulai terlihat. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Wealah&lt;/span&gt; ... tak pikir sudah malam bebas hambatan. Ternyata masih macet juga. Mencoba berjibaku dengan goyang kanan dan kiri akhirnya tembus juga di Semanggi. Ah, benar-benar berhenti, macet cet! Ambil napas sebentar sambil melihat sekeliling. Ah, iya! Ini Jumat malam dan ada acara Indonesian Idol di Balai Sarbini (atau Plaza Semanggi?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga, selepas Plaza Semanggi jalanan lancar dan saya memacu KilMer-ku. Wuzzz ... langsung tergeber 80 km/jam. Namun, tanpa sadar aku sudah di belakang motor bebek yang entah karena apa berhenti mendadak. Waktu itu sudah berada di depan Patra Jasa, sebelum naik layang Kuningan. Otomatis aku menginjak rem dengan dikejut-kejut sambil membuang setir ke kanan. Sebenarnya aku tidak perlu sampai gedandaban (apa iya padanannya? kelabakan yang amat sangat plus cemas kali ...) kalau saja lampu rem motor bebek tadi normal-normal saja. Dalam arti merah nyalanya. Kali ini seperti yang jamak dilakukan orang yang gak mikirin orang lain, lampu remnya diganti mikanya menjadi putih bening. Alhasil nyalanya menyilaukan sekali. La wong siang saja lampu rem model begini kadang aku ingin menubruknya kok, apalagi ini malam pekat. Tahu sendiri sebelum layang Kuningan arah Pancoran (eh, iya ya ... layangan Kuningan cuma searah saja hehe....) tidak begitu terang jalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil jalan pelan aku masih berpikir. Apa yang ada di pikirian pengendara motor bebek tadi saat mengganti merah menjadi putih. Apa karena lebih murah? Apa meniru tren? Ah, embuhlah! Yang jelas menurutku mereka egois dan songong (meminjam istilah teman saya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gg. lanang/10.03 pm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115479424184254982?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115479424184254982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115479424184254982' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115479424184254982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115479424184254982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/08/lampu-rem-putih-uhhhhhhhh.html' title='Lampu rem putih... Uhhhhhhhh!!!! $%@#&amp;*!'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115453214982420097</id><published>2006-08-02T21:51:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.511+07:00</updated><title type='text'>Tak disiplinnya "kita"</title><content type='html'>Pagi tadi, berhubung mau mengurus perpanjangan STNK saya ke Cimanggis, ke rumah saudara istri saya. Dulunya saya tinggal di komplek yang sama dan masih memegang KTP sana. Berhubung surat-surat yang berhubungan dengan domisili masih menggunakan alamat di sana, maka saya menunda dulu untuk memutasikan semua surat-surat tersebut. Saya paling males berurusan dengan birokrasi. Untuk itu, meski tinggal di Condet tapi saya memegang KTP Cimanggis. Habis, untuk mengurus perpindahan seperti itu, di Indonesia urusannya bisa memusingkan. Apalagi ini STNK mobil, wah pasti berhubungan dengan Mbak Dana yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fresh&lt;/span&gt; dan centil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehabis mengantar Bagas sekolah di St. Markus Cililitan, saya segera melarikan KilMer-ku menerobos Jl. Raya Bogor Kramatjati yang kala itu masih dipenuhi pedagang ikan.  Hampir di semua lapak aku melihat kepala-kepala ikan tergeletak di atas aspal yang basah akibat air cucian ikan biar terlihat segar. Jalan ini hampir dipastikan selalu macet tiap waktu. Pagi disesaki pedagang ikan, siang sedikit kegiatan di Kramat Jati Indah dan toko-toko di pinggir jalan plus ngetemnya angkot. Heran aku, jalan sesempit ini dilalui banyak angkot. Ada 07 (Condet - Cililitan), M28, 06, 06A yang mengarah ke Kampung Melayu, 03 ke Centex (kalau enggak salah), M11 (Cililitan - Mekarsari), belum bis-bis PPD. Sebenarnya ada Kopaja T57 jurusan Kp Rambutan - Blok M tapi rutenya pindah jadi Cililitan - Blok M. Eh, ngelantur jadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah saudara aku langsung menyerahkan berkas-berkas dan pamit berangkat kerja. Jadi serasa nostalgia melewati jalur yang dulu aku lewati, juga untuk mengantar Bagas sekolah di Slamet Riyadi Cijantung dan langsung berangkat kerja. Jalanan pagi itu lancar jaya sampai akhirnya aku tercenung di depan KPAD Cijantung (Jalan Kesehatan). Dulu memang jalur ini macet di pagi hari sebab menjadi jalur alternatif menghindari kemacetan akibat pembangunan jalan layang Pasarrebo. Namun semenjak jalan layang beroperasi, jalan ini relatif tak terkena kemacetan. Apalagi kalau mengendarai motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antrian kemacetan sudah mulai terjadi di depan Gereja Laharoi. Selewat jembatan yang melintas jalan tol outer ring road Jakarta, antrian benar-benar macet. Termasuk motor. Jalan yang lebarnya sekitar 6 m itu pun jadi tempat parkir mobil dan motor yang amburadul. Soalnya beberapa mobil yang mau mengarah ke Jl. Tb Simatupang banyak yang berbalik arah. Sebenarnya saya juga pingin balik arah, tapi penasaran saja. Lagi pula motor kan bisa nyelap-nyelip hehe....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelan tapi pasti akhirnya aku maju. Akhirnya tahu juga aku penyebab kemacetan. Di depan lapak penjual asesori motor, sebuah truk terperosok. Baru ngeh apa penyebab terperosok setelah melihat tumpukan semen di depan lapak yang belum buka. Weleh-weleh ... ini sopir apa tidak tanggap ya? Jalan sempit begini kok ya nekat. Mungkin karena berpapasan dengan mobil yang mengambil jalur agak tengah berhubung ada motor di parkir, sopir truk membuang setir ke kiri. Roda depan aman melintas cor-coran sementara roda depan yang terbebani oleh puluhan (atau bahkan sampai seratusan?) semen terpaksa harus berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi berpikir, apa sekarang ini tidak ada lagi peraturan bahwa jalan "ini" hanya boleh dilintasi mobil "ini" saja, sedangkan mobil "itu" harus lewat jalan yang kelasnya lebih tinggi. Bisa jadi sudah ada peraturannya, cuma ya kembali ke penegakan hukum dan kedisiplinan kita. Kalau sudah tahu dan disiplin, tentu tidak akan lewat jalan tersebut meski tidak ada polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, kapan negara ini bisa keluar dari krisis kalau perilaku di jalan masih seperti itu ya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115453214982420097?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115453214982420097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115453214982420097' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115453214982420097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115453214982420097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/08/tak-disiplinnya-kita.html' title='Tak disiplinnya &quot;kita&quot;'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115440079633865407</id><published>2006-08-01T09:13:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.447+07:00</updated><title type='text'>Bukan Besarnya, Tapi Caranya</title><content type='html'>Pagi-pagi aku sudah di-buzz sama temanku. Teman lama, tapi masih sering ketemu lewat Y! Messenger. Obrol punya cerita teman saya ini lagi pusing akibat tercekik cicilan.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Setiap bulan mesti nyicil rumah, mobil, dan motor. Uang gajian hanya lewat&lt;br /&gt;saja. Pusing aku! Belum dengan biaya tak terduga dan tagihan kartu kredit!"&lt;br /&gt;keluhnya dalam chatting.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Saya pun membalasnya dengan tanya ini itu. Sepengetahuan saya teman saya ini termasuk agak ceroboh dalam mengelola keuangannya. O, ya sekarang tinggalnya di Tangerang dan entah pekerjaan yang keberapa sekarang ini. Saya kadang heran dan bingung. Sementara saya masih bertahan di tempat yang sekarang, ia sudah berkali-kali mengirim email ke saya mengenai perubahan tempat kerjanya. Istrinya kerja, dan dikaruniai dua putra yang sudah menginjak bangku sekolah. Kalau tidak salah dua-duanya SD. Dengan dua pemasukan, saya pun memastikan bahwa take home pay yang dibawa pulang lebih dari yang aku peroleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai cicilan rumah saya baru mengerti bahwa ternyata dulu ia menjual rumah lamanya dan membeli rumah yang baru (masih satu komplek sih, tapi lebih besar). Nah, berhubung kurang ia pun meminjam uang di bank. Sebenarnya bagus juga sih sebab rumah yang lama saya perhatikan tidak mengakomodasi kebutuhan anggota keluarganya. Sayangnya, rumah baru ini belumlah sreg menurut dia. Maka renovasi sana-sini pun ia lakoni. Ia membikin lantai dua yang diisi dengan ruang keluarga dan dua kamar. Saya ingat, renovasi ini dilakukan berbarengan dengan saya membangun rumah. Waktu kenaikan harga bahan bangunan akibat naiknya BBM kita sama-sama menggerutu. (Ah, jadi sedih aku. Gara-gara terkereknya harga beberapa bahan bangunan itu aku tidak sempat menyelesaikan pembangunan rumahku. Kini, setahun sudah rumahku aku tinggali namun masih berantakan.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicilan mobil membuat saya tahu bahwa teman saya sudah ganti. Dulu sempat rerasan sih mau menjual mobil lamanya. Bahkan aku ikut membantu menawarkan ke beberapa teman saya. Termasuk memotret mobilnya, siapa tahu ada yang tanya foto. Nah, mobil barunya tentu membutuhkan dana yang banyak. Bahkan ia &lt;em&gt;nombok&lt;/em&gt; tiga kali lipat! Saya tidak tanya berapa banyak ia harus meminjam uang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, cicilan motor. Ini juga berbarengan dengan saya mengambil motor. Gara-garanya - lagi-lagi - naiknya BBM yang gak tanggung-tanggung. Ke kantor menggunakan mobil sudah tidak masuk hitungan. Itu alasanku sehingga terpaksa mengambil kredit motor. Alasan lain, menghemat waktu sebab dengan motor jarak kantor - rumah bisa saya tempuh di bawah 1 jam. Pakai mobil bisa dua kali lipatnya. Teman saya juga begitu. Cuma ia mengambil tenor kredit 1 tahun sedangkan saya 2,5 tahun. Memang, totalnya lebih murah yang 1 tahun tapi bulanannya cukup menguras kantong juga. Aku sih cuek saja bahwa total angsuran lumayan juga jika dikonversikan ke gadget impianku hehe.... Tapi kalau ngoyo mengejar 1 tahun tapi selama setahun keuangan morat-marit enggak lah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, begitulah. Akumulasi tiga cicilan dan biaya tak terduga membuat teman saya pusing mengelola keuangannya. Padahal, dulu saya sudah bilang kepadanya untuk membatasi cicilan maksimal 30% dari pendapatan kita. Kalau sudah melebihi 50% kita akan kerepotan sendiri. Dengan menganggarkan 30%, maka masih ada ruang tersisa untuk biaya tak terduga. Saya juga memberi tahu untuk menabung di awal, berapa pun jumlahnya. Tapi terus terang, soal ini sulit dilaksanakan, terutama oleh diriku sendiri hehe. Bisa sih begitu dapat gaji langsung disisihkan. Namun, di akhir bulan terkadang harus diambil lagi hehe.... Berarti memang tidak ada yang ditabung atau harus memangkas kebutuhan lain.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"Wah, kalau 30%, jika pendapatan 10 juta, cuma bisa nyicil 3 juta dong.&lt;br /&gt;Waduh, kalo begitu aku harus jadi GM nih ..." canda temanku yang termasuk&lt;br /&gt;manajer madya ini.&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Saya pun teringat omongan teman yang jadi perencana keuangan. Dia bilang, sebenarnya bukan soal besarnya yang membuat orang sehat keuangan, tapi lebih ke cara mengelolanya. Ia pun memberi contoh klien yang pernah ditanganinya. Ada manajer berpenghasilan Rp 30 juta tapi tidak memiliki apa-apa. Maksudnya tabungan atau investasi lain yang bisa diuangkan segera jika ia butuh uang cepat. Di sisi lain ia memiliki tagihan yang sudah parah. Sementara ada juga yang berpenghasilan cuma Rp 5 juta tapi tidak memiliki cicilan, rumah milik sendiri, anak sekolah di universitas ternama, dan sedikit tabungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berpulang ke masing-masing orang bagaimana mengelola penghasilannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115440079633865407?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115440079633865407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115440079633865407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115440079633865407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115440079633865407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/07/bukan-besarnya-tapi-caranya.html' title='Bukan Besarnya, Tapi Caranya'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115418453196184003</id><published>2006-07-29T21:16:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.377+07:00</updated><title type='text'>Parkir Motor di Mall</title><content type='html'>Motor di Jakarta adalah kelas dua! Itulah yang aku perhatikan setelah beberapa kali mengunjungi mal dan gedung di Jakarta menggunakan motor. Tak ada tempat parkir yang nyaman selama pengalamanku memarkir "KilMer"-ku. Eh, KilMer maksudnya Kilat Merah alias Red Thunder alias Suzuki Thunder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran akan tempat parkir motor itu menyentak kala aku parkir di Carefour Lebakbulus. Ini kali pertama aku membawa KilMer-ku ke sini.  Kesan pertama sih oke juga. Terlindung dan dekat pintu masuk lagi! Mencarinya tidak susah pula. Jauh dibandingkan parkir di Setiabudhi Building Kuningan yang di luar area perkantoran dan cuma di pinggir jalan plus di atas trotoar. Juga masih bagusan dibandingkan dengan Plaza Senayan yang mesti berkelok-kelok turun ke basement, mirip dengan parkiran di Pusat Grosir Cililitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu hari Jumat sekitar pukul 16.30. Waktu memasuki lokasi parkiran masih terlihat banyak tempat kosong. Namun melihat ada satu dua motor yang parkirnya di gang masuk atau keluar sehingga membuat akses lalu lalang motor terhambat, aku langsung berpikir bahwa luas lahan parkir masih jauh dari ideal. Makanya aku parkir di tempat yang sekiranya agak mudah saat mau keluar. Setelah dapat, langsung aku menuju Carefour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana mau ketemu teman batal sebab aku lupa konfirmasi bahwa pertemuan jadi. Yah, gara-gara didera kesibukan jadi lupa menelepon buat konfirmasi pertemuan jadi. Teman saya kaget ketika aku memberi tahu sudah ada di Carefour.&lt;br /&gt;"Wah, aku masih di rumah. Kamu enggak konfirmasi tadi. Ya sudah, diatur lagi deh jadwalnya. Paling tempat dan waktu tidak jauh beda dari yang sekarang kok," suara teman di ujung sana menerobos melalui Samsung CDMA-ku.&lt;br /&gt;Mau apa lagi? Akhirnya aku jalan-jalan ke Carefour. Pertama aku lihat di counter ponsel.  Rencana sih pingin ganti, cuma Mbak Dana masih manyun terus. Entah sampai kapan ia bisa tersenyum - paling tidak - kepadaku. Apalagi kalau ngakak, wah senengnya aku. Bisa-bisa bukan hanya ponsel, notebook impian pun langsung menghuni tas backpack-ku.  Eh, la kok malah ngoyoworo to?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, akhirnya aku beli perlengkapan akuarium buat anakku yang lagi seneng memelihara ikan dan pernik-pernik buat bikin benar pintu. Lumayan juga cuci mataku sore itu. Aku pun langsung menuju kasir dan buang diri dari Carefour.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, benar 'kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu tiba di parkiran motor mataku langsung pusing. Aduh, bagaimana bisa keluar motorku? Dalam kondisi seperti itu aku kemudian berpikir alangkah enaknya membawa sepeda. Tinggal angkat beres deh. Meski ada yang bilang Thunderku cungkring (maklum, Mbak Dana baru bisa ngasih yang begituan), tetap saja aku terlalu keberatan untuk bermanuver di tempat yang sesempit itu. Sebelumnya di belakang motorku masih ada ruang yang lega untuk memaju mundurkan motor sebelum aku masuk gang menuju arah keluar. Tapi ... saat itu di belakang motorku ngejogrok motor yang sepertinya asal ditinggal sambil menyisakan ruang untuk lalu lalang orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bersusah payah akhirnya aku bisa bernapas lega. Keringat yang mengalir deras di balik jaket sepertinya menjerit-jerit sebab sebentar lagi ia pasti akan lenyap tersapu angin. Ah, leganya. Kapan ya ada tempat parkir yang nyaman dan enak? Aku jadi rindu akan tempat parkir di Malioboro. Meski di atas trotoar dan tidak terlindungi, namun petugas di sana masih ramah dan mau membantu baik mengeluarkan motor atau dengan menutupi jok motor menggunakan karton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh, buru-buru aku ingat omongan teman: Murah ingin selamat! Hehehe.... iya ya, tadi aku parkir di Carefour kan gratis.&lt;br /&gt;Ah, sudahlah, yang jelas kini aku semakin menyadari bahwa motor di Jakarta keberadaannya tidak dilirik pengusaha mal atau kantor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115418453196184003?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115418453196184003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115418453196184003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115418453196184003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115418453196184003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/07/parkir-motor-di-mall.html' title='Parkir Motor di Mall'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115390231856982182</id><published>2006-07-26T15:25:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.314+07:00</updated><title type='text'>Menerawang masa depan</title><content type='html'>&lt;a href="http://picasa.google.com/blogger/" target="ext"&gt;&lt;img style="BORDER-RIGHT: 0px; PADDING-RIGHT: 0px; BORDER-TOP: 0px; PADDING-LEFT: 0px; BACKGROUND: 0% 50%; PADDING-BOTTOM: 0px; BORDER-LEFT: 0px; PADDING-TOP: 0px; BORDER-BOTTOM: 0px; moz-background-clip: -moz-initial; moz-background-origin: -moz-initial; moz-background-inline-policy: -moz-initial" alt="Posted by Picasa" src="http://photos1.blogger.com/pbp.gif" align="absMiddle" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Ketika bangun tidur,  aku melihat ada yang aneh di wajah anakku ini. Tatapan matanya kosong dan polos sekali. Langsung aku ambil kamera dan memotretnya. O, ya nama anakku ini Dimitrij Ciha Dharundara. Umurnya saat dipotret 2 tahun lebih 9 bulan beberapa hari. Meski susah dipahami, namun omongannya sudah banyak sekali. Jika aku tidak mengerti omongannya, maka aku tanya ke kakaknya. Heran, kakaknya justru lebih mengerti omongan adiknya.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;"La, kan aku yang ngajari ngomong," tukas Bagas, kakaknya.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;Iya ya, sehari-hari memang kedua anakku ini hampir selalu bersamaan. Main bola bareng, nonton teve bareng, bahkan mandi pun bareng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115390231856982182?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115390231856982182/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115390231856982182' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115390231856982182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115390231856982182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/07/menerawang-masa-depan.html' title='Menerawang masa depan'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-31665934.post-115387809667561556</id><published>2006-07-26T08:17:00.000+07:00</published><updated>2006-11-14T15:41:39.232+07:00</updated><title type='text'>Klakson kebo</title><content type='html'>Entah mengapa namanya klakson kebo. Bisa jadi awalnya berbunyi mirip kebo. Tapi ya mengapa pusing soal nama? Pokoknya definisi klakson kebo adalah klakson ( lebih spesifik) motor yang tidak standar (waduh,  sudah main pokoknya ...). Eh, ada juga yang bilang klakson ngek ngok!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang membuat aku mangkel sama klakson ini adalah soal bunyinya. Selain keras juga bunyi yang gak umum itu bikin kaget. Seperti yang aku alami tadi pagi. Sedang manuver mau melewati dua mobil sejajar sebelum perempatan kuningan dari arah Cawang menuju Grogol, tiba-tiba dari belakang dikagetkan bunyi klakson kebo tadi. Terus terang aku bukan pembalap sehingga untuk menyalip dua mobil sejajar itu perlu konsentrasi&lt;br /&gt;- dan tentu saja ini membuat aku jalan pelan-pelan. Tapi di mata si pemasang klakson aku terlalu lamban sehingga perlu di klakson. Nguekkkkk.....nguekkkkkkkkk. Bunyi memekakkan itu membuatku kaget dan hampir menyenggol salah satu mobil yang ingin kulewati. Spontan aku mengerem dan motor klakson kebo tadi juga otomatis mendecit. Aku menoleh ke belakang dan si pengendara matanya membelalak seolah-olah marah. Tidak mau menambah kemacetan aku pun segera memacu motor seiring lampu lalin yang mulai menghijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan aku masih grundel. Apa sih untungnya pasang klakson kayak gitu? Grundelan langsung membola salju memikirkan motor-motor yang dimodifikasi. Kebanyakan yang dimodif knalpot, yang diganti dengan knalpot racing. Aku pikir apa enggak salah nih! Modif racing tapi beraninya gebernya di jalan. Huh! Dah bikin pekak telinga apa enggak sadar mereka malah menghambur-hamburkan bensin.  Eh, ini cuma kesimpulan ngawurku saja lo. Bermula dari milis motor yang kuikuti, salah satunya sedang membahas konsumsi bensin. Salah seorang penanggap bilang motornya sedikit boros karena sudah diganti knalpot racing dan pilot jetnya. Motor tambah boros sebab - kata teman ada efek psikologis di balik itu. Dengan tambah kenceng dan suaranya pekak membuat pengendara jadi suka menggeber-geber gas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kantor aku masih bingung. Apa untungnya sih memodif motor seperti itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Jalan setapak tetaplah jalan! Jaga semangatmu ....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/31665934-115387809667561556?l=5menit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://5menit.blogspot.com/feeds/115387809667561556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=31665934&amp;postID=115387809667561556' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115387809667561556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/31665934/posts/default/115387809667561556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://5menit.blogspot.com/2006/07/klakson-kebo.html' title='Klakson kebo'/><author><name>Agus Sur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04923078019180816444</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://photos1.blogger.com/blogger/5778/3440/1600/foto-diri.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
