Tuesday, November 07, 2006

Terlena kenyamanan

Komputer server kena virus! Begitulah kabar yang aku terima. Virus kali ini agak aneh karena hanya menyerang OS Windows 2000, baik yang server atau pro. Karena untuk keperluan upload artikel aku menggunakan Win 2000 server, maka komputerku pun tak lepas dari serangan virus yang belum diketahui identitasnya itu. Setelah terjangkiti virus ini, komputer sering merestart setiap selang beberapa waktu. Program FTP juga dilumpuhkan. Begitu juga dengan MS Word kehilangan fungsi paste. Pokoknya sengsara banget deh!

Hari pertama terserang, saat tanya bagian TI belum jelas apa jenis virusnya. Yang jelas antivirus Symantec tidak berdaya. Virus semakin menyebar sebab ia memancarulangkan melalui jaringan. Akhirnya dengan terpaksa aku mencoba bertahan sebisa mungkin melawan virus. Namun baru mengetik sebentar tiba-tiba muncul peringatan bahwa komputer akan mati setelah sekian detik. Langsung saja saya Save naskah yang sudah terketik sambil menunggu PC restart. Cukup sehari saya sudah tidak kuat. Akhirnya dengan menyesal PC saya dikarantina, tidak boleh masuk jaringan.

Di sinilah awal penderitaan saya. Sudah tercerabut dari jaringan, virus belum bisa dienyahkan lagi. Telepon ke bagian TI baru dapat jawaban, virusnya berjenis Trojan. Antivirus sudah hampir ketemu, tapi belum bisa 100% menyehatkan komputer. Sudah dicoba di beberapa komputer malah terkadang menghapus file penting. Terpaksa aku mencuri-curi kesempatan ke komputer yang nganggur. Terus terang cara ini tidak efektif. Apalagi pekerjaan di kantor sudah menggunakan Intranet sehingga akses ke jaringan adalah mutlak.

Saya baru menyadari bahwa selama ini terlena oleh kenyamanan. Saya lupa untuk membuat file-file cadangan setiap naskah atau artikel yang sedang saya kerjakan. Di saat begini saya tidak leluasa melakukan pekerjaan saya. Padahal saya membutuhkan keterikatan yang kuat terhadap apa yang saya lakukan. Memang, dengan Intranet lebih cepat kerjanya dan tidak perlu mengedarkan disket jika mau disunting. Tapi dalam kondisi jaringan terserang virus dan tidak semua komputer di jaringan kena, maka saya seperti ayam masuk kurungan. Tidak bisa leluasa berkokok.

Akhirnya virus bisa dibersihkan, tapi tak lama. Sebab ternyata virus tersebut bisa malih rupa. Masih berupa trojan juga, tapi menyerang file lain. Kali ini berakibat komputer akan restart terus menerus. Sekarang komputerku benar-benar lumpuh. Jalan keluarnya adalah install ulang atau menunggu antivirus baru. Ya sudah, aku pilih install ulang sambil berharap ada antivirus baru yang lebih joss.

Setelah penantian dan merelakan komputer diobok-obok, akhirnya antivirus baru itu ketemu. Huh ... leganya bisa bekerja dengan normal. Sekarang tinggal mengingat-ingat kejadian ini untuk selalu menyimpan cadangan pekerjaan di hard disk komputerku. Tidak mengandalkan data di jaringan!

20-11-2006
Komputerku pulih bersamaan Bush datang ke Bogor

1 comment:

Anonymous said...

jadi ini alesan beli HDD portabel? :P