Thursday, August 30, 2007

Carilah Penyelesaian Yang Sederhana ...

Dalam hidup, sering kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah. Setelah bersusah payah, sebuah penyelesaian pun kita temukan. Namun, apakah penyelesaian itu efisien dan tidak rumit? Atau justru sebaliknya, memerlukan upaya yang lebih dan malah menjadi tidak sederhana. Out of box, kata orang; dan memang, kita harus bisa keluar dari kotak yang mengungkung kita untuk memperoleh penyelesaian yang sederhana. Beberapa kasus berikut bisa menjadi cermin.

Kasus 1

Sebuah perusahaan pembuat sabun di Jepang tertimpa masalah. Salah satu pelanggannya mengirimkan keluhan sebab ia membeli sabun yang tidak ada isinya. Jadi hanya kotak sabun saja yang ia beli. Setelah dibuka isinya kosong melompong.

Segera saja pimpinan perusahaan bertanya ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman. Ternyata, karena sebuah keteledoran, ada satu kotak sabun yang isinya kosong namun terkirim ke bagian pengepakan.

Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor beresolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut. Petugas tadi harus memastikan bahwa kotak tidak kosong. Penyelesaian pun diperoleh, namun biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Bagaimana jika perusahaan tersebut tidak memiliki modal dan teknologi yang memadai? Permasalahan yang sama akan diselesaikan dengan cara yang tidak sama tentunya. Teknisi di perusahaan kecil tersebut tentu saja tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, jika kotak sabun kosong otomatis akan keluar dari jalur pengepakan karena kotak sabun terbuat dari bahan kertas yang ringan.

Kasus 2

Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol. Tinta pulpen tidak dapat mengalir ke mata pena akibat tidak ada gravitas.

Apa yang dilakukan untuk menyelesaikan persoalan itu? Sebuah upaya bermodalkan waktu satu dekade dan modal AS$ 12 juta. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal, dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius.

Mau tahu apa yang dilakukan orang Rusia? Mereka menggunakan pensil!

Kasus 3

Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para
pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Pemilik apartemen tadi kemudian mengundang sejumlah pakar untuk memecahkan masalah ini.

Seorang pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Penyelesaian mudah namun butuh biaya tak sedikit. Pakar lainnya meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat. Asumsinya, semakin cepat lift, semakin cepat orang terlayani. Lagi-lagi ini butuh biaya tak sedikit.

Apa komentar pakar ketiga? "Inti dari keluhan pelanggan Anda adalah mereka merasa lama menunggu." Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS, Keep It Simple Solution. Cari penyelesaian yang sederhana, sehingga orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun penyelsaian yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, fokuslah pada penyelesaian, dan bukan pada masalah.

Monday, August 27, 2007

Cukup Hanya ....

Ada seseorang saat melamar kerja memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah. Hal itu terlihat oleh pewawancara dan pencari kerja tersebut pun mendapatkan pekerjaan tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang murid magang di sebuah toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tadi, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si murid tadi diajak kerja di tempatnya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja.

Seorang anak berkata kepada ibunya, "Ibu hari ini sangat cantik."
Sang Ibu menjawab, "Mengapa?"
"Karena hari ini Ibu sama sekali tidak marah-marah," jawab si anak.
Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata, "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras. Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur."
Petani menjawab, "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku."
Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya, "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?"
Ada yang menjawab, "Cari mulai dari bagian tengah."
Ada pula yang menjawab, "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam."
Yang lain menjawab, "Cari di rumput yang paling tinggi."
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat, "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana."
Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan. "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku."
Katak di pinggir jalan menjawab, "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah."
Beberapa hari kemudian katak "sawah" menjenguk katak "pinggir jalan" dan menemukan bahwa si katak "pinggir jalan" sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir. Semua berjalan dengan berat, sangat menderita. Hanya satu orang yang berjalan dengan gembira.
Ada yang bertanya, "Mengapa engkau begitu santai?"
Dia menjawab sambil tertawa, "Karena barang bawaan saya sedikit."
Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

Friday, August 24, 2007

Jatuh 9 Kali, Bangkit 10 Kali

Putri kami, Sara Elizabeth, akan merayakan ulang tahun pertamanya.
Dia mulai belajar berjalan. Istri saya, Margareth, dan saya senang
tertatih-tatihduduk di lantai berseberangan, mendorong Sara untuk melangkah. Ketika dia berhasil menyelesaikan jalannya, kami
bertepuk tangan dan bersorak. Jika ia mulai jatuh, kami berusaha
menangkapnya. Jika ia jatuh, kami mendorongnya untuk bangkit lagi.

Kehidupan mirip seorang bayi yang baru belajar berjalan. Tetapi ada
juga hari-hari kesedihan, jam-jam penuh rintangan, menit-menit kesalahpahaman, dan detik- detik terhuyung-huyung. Karena jalan kehidupan berbatu, dan jalan menuju puncak terdapat banyak kelokan yang tak terduga, penting bagi Anda menyadari tiga hal tentang "Lubang Jalan" di perjalanan menuju puncak.

1. Ada Saatnya Anda Jatuh

Setiap orang yang menjalani perjalanan hidup tidak hanya memiliki hak menikmatinya tetapi juga harus mengambil risiko untuk jatuh. Ketika Anda mengambil kesempatan, Anda bisa dimangsa musuh. Seseorang yang bersedia mempertahankan sesuatu kadangkala bisa dipukul sampai jatuh. Kita kadang-kadang seperti Sara Elizabeth, menjadi ceroboh dan tergesa-gesa. Sering hal ini terjadi sebelum kita memenuhi tujuan kita. Terlihat seolah-olah kita sudah berhasil. Rintangan sudah teratasi. Bau kemenangan yang wangi menyerap udara. Tetapi
kemudian kita tersandung dan jatuh.

Beberapa tahun yang lalu, saya menonton seorang pemain rugby berlari dengan semangat melewati garis pertahanan dan dengan keterampilan dan kecepatan berlari di belakang penahan. Ketika ia mendekati garis gol, ia menghentakkan tangannya ke udara, dan bola terjatuh dari tangannya. Saya tidak pernah melupakan pandangan kaget dan kecewa di
wajahnya. Saya juga kadang-kadang ceroboh dan jatuh sebelum meraih tujuan. Saya bisa merasakan perasaannya. Kadang-kadang kurangnya pengalaman menyebabkan kita jatuh. Kadang-kadang kurangnya persiapan adalah masalahnya. Mungkin masalahnya adalah terlalu
percaya diri. Satu hal yang pasti, tanpa memperhatikan alasan jatuh, ada kalanya kita tersandung dan jatuh.

2. Makin Besar Usaha Kita, Kemungkinan Jatuh Makin Besar

Ibu saya bercerita bahwa saya mulai belajar berjalan waktu saya berumur satu tahun. Ketika saya berusaha melakukan berbagai gerakan sambil berjalan, tiba-tiba saya jatuh dan tidak mencoba berjalan lagi sampai saya berusia 16 bulan. Masalah saya adalah sebagai seorang bayi, saya mengijinkan guncangan akibat jatuh itu mengendalikan tindakan saya, bukan dikendalikan oleh keberhasilan dari penyelesaian.

3. Perbedaan Antara Keberhasilan dan Kegagalan Adalah Bagaimana Kita Bereaksi Setelah Jatuh

Jika kita terlibat dengan kehidupan dan menjadi pemain bukan penonton, rintangan kehidupan kadang-kadang akan menjegal kita. Kehidupan banyak orang menjadi kacau karena kesalahan yang mereka buat atau pengalaman buruk yang timbul di perjalanan mereka. Mereka mengijinkan rasa pahit dari kekalahan tetap tinggal di mulut mereka sampai perasaan negatif ditumpahkan. Kehidupan mereka berpusat di sekitar kejatuhan bukan kegembiraan dari perjalanan mereka.

Saya memberikan contoh klasik tentang bagaimana bereaksi terhadap kejatuhan menentukan hasil kita. Raja Saud dan Raja Daud duduk di tahta tertinggi rakyat Ibrani. Keduanya sama-sama dipilih oleh rakyat secara aklamasi dan mempunyai bakal yang luar biasa.
Keduanya sama-sama jatuh. Raja Saul membiarkan kesalahannya, mengeraskan hatinya, dan dia meninggal dengan cara yang mengerikan. Raja Daud bertobat dan memohon pengampunan Tuhan dan mengalami bertahun-tahun kepemimpinan yang berhasil setelah ia berbuat dosa
merebut istri orang dengan tipu muslihat.

Ingat!!! Kegagalan bukan terletak pada kejatuhan. Kegagalan ada karena kita membiarkan kejatuhan kita membuat kita patah semangat dan menguasai kehidupan kita. Putuskan untuk menjadi seperti teman kuliah saya yang berdiri dan berkata, "Aku TIDAK PERNAH jatuh. Aku hanya TETAP BERDIRI ATAU BANGKIT LAGI!!!"

(TIME OUT! John C. Maxwell)

Wednesday, August 22, 2007

A Leader's Heart

A teacher of fourth grade in local school called her students to present about their essays. Topic given was what will make you become a great leader.

Pitt, the charming boy of 9 said, "It's my ability to lead. Dad said I was born a leader. I know what my strengths are."

Jessica, the school's little artist said, "I tend to look at things from different perspectives. I see things differently. I guess great leader needs something."

Marty, the school's spoiled brat, "I can tell people to do what I want. Leader can make people do something."

Andre, the girl who lives on a wheelchair said, "I am a grateful person, a leader will not complain. I will set that role model."

Kim, a girl from minority race reveals, "I accept people for who they are. I will not judge them for their colors."

Momo, the class smartest boy, "Knowledge. I have read so many books, with knowledge I can help to build better community."

Bain, the rebellious declared, "Freedom. I value freedom. I will let people choose whatever they want. Democracy is unbeatable."

The teacher shook her head and went around the class. Hoping for a different answer, "I guess that has answered many of our questions of great leadership. Is there anything else?"

"Heart", a small perky voice shattered the whole class.

Lidya, the uhm - mediocre - one shouted, "I have the servant heart. Mom said it's valuable element to lead. I may not be the smartest. I agree I am not the best speaker. I can tell that I still need to lead diligently. I have to find out more what my strengths are. No one has ever told me I was born a leader. I am still figuring out what might work for our communities and how to help them better. But I guess I would like to start with the servant heart and learn all the elements I need if I want to lead."

The teacher smiled and asked, "What are the challenges Lidya?"

The girl answered in confidence, "To guard it, Ma'am. To guard my heart."

Cinta & Kawan

Satu hari Cinta dan Kawan berjalan dalam kampung. Tiba-tiba Cinta terjatuh dalam telaga. Kenapa? Kerena Cinta itu buta.

Lalu Kawan pun ikut terjun dalam telaga. Kenapa? Karena Kawan akan berbuat apa saja demi Cinta!!

Di dalam telaga Cinta hilang. Kenapa? Karena Cinta itu halus, mudah hilang kalau tak dijaga, sukar dicari. Apa lagi dalam telaga yang gelap.

Sedangkan Kawan masih terus mencari-cari kemana gerangan Cinta. Ia terus menunggu. Kenapa? Karena Kawan itu sejati dan akan kekal sebagai Kawan yang setia.

Maka, hargailah Kawan kita.
Meski kita sudah memiliki pasangan, teman tetap yang paling setia.
Meski kita dilimpahi harta tak terkira, teman tetap yang paling berharga.

Bola dalam kantung kertas

Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau. Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?

Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?

Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.

Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.

Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau. Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.
Smiley ...! Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Tuhan setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

How good we are could find out the best of us in solving problem, especially during under pressure?