gak mau berpolemik soal no cantik, tapi mau berbagi cerita soal keistimewaan saja.
alkisah, suatu sore saya pulang naik motor melewati jalan jend sudirman dari senayan. seumur2 tinggal di jakarta baru kali ini aku lewat jl sudirman.
selesai acara di senayan aku mau pulang ke condet dan keluar lewat pintu samping hilton. berhubung belum pernah lewat jalan ini maka ketika ada dua motor yang masuk jalur cepat (sebelum spbu semanggi samping hilton) saya pun membuntuti. jalan sepi sebab hari sabtu. tidak ada masalah berarti sebelum sampai putaran semanggi mengarah ke gatsu. tiba2 sudah muncul polisi di atas jembatan. langsung deh diminta SIM dan diceramahi. saya baru ngeh ternyata tidak boleh lewat jalur cepat. saya berani lewat karena selain faktor ada dua motor tadi (ternyata dua pengendara motor yang saya ikuti juga baru sekali naik motor di sudirman), saya juga tidak melihat tanda larangan motor masuk jalur cepat (tanda itu adanya di ujung dekat patung pizza dan di turunan waktu mau berputar).
alhasil saya dan dua pengendara tadi pun di sidang di bawah jembatan semanggi. ternyata sejuk juga ya nongkrong di bawah jembatan semanggi. di sinilah terjadi kejadian yang menurut saya menarik. ketika polisi akhirnya meminta kami memilih untuk damai atau sidang, dua pengendara yang ternyata mahasiswa tadi mencoba mengajak berdamai sementara saya minta ditilang saja. alasan mereka tidak punya waktu untuk sidang. lucunya ketika diminat damai mau ngasih berapa, para mahasiswa ini patungan dan terkumpul 20 rb. polisinya langsung bilang, "Dik, denda tilang masuk jalur cepat ini saja sudah bisa 30rb-an lo."
"la tapi kami cuma punya ini pak?" begitu koor mereka.
polisi pun lalu berpaling ke aku dan menanyakan apakah masih mau tilang. aku jawab iya. dia terus tanya2 soal pekerjaanku dan aku sodorkan kartu nama saja.
"wah, orang lapangan ya?" polisi tadi bertanya tanpa perlu minta jawaban dariku.
di sinilah cerita lucu (menurutku) terjadi dan membuat polisi tadi justru terjepit. mau menerima duit damai bisa jadi bahan pewartaanku, mau menilang mahasiswa ia merasa kasihan. akhirnya polisi tadi pun bilang ke mahasiswa tadi, "ya sudah, bawa saja uang kalian dan lain kali hati-hati." ia pun mengembalikan SIM dua mahasiswa tadi.
ia lalu mengajakku ngobrol ngalor-kidul. setelah agak lama ngobrol, SIM-ku pun dikembalikan sambil berujar sama: "lain kali hati-hati ya. kalo ada apa2 langsung saja ke bawah sini." aku pun mengiyakan sambil lalu.
salam ngelantur...
022
Lima menit bukanlah berarti sebuah waktu. Ini hanyalah kiasan saya untuk menyampaikan hal-hal di seputaran saya yang menurut saya bisa direnungkan.
Wednesday, May 23, 2007
Polisi Yang Serba Salah
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
hahaha ... lucu juga, kalo boleh tau kartu nama Anda ada identitas apanya yah ? sehingga polisi langsung jiper.
Boleh tuh saya juga buat kartu namanya.......
Post a Comment