Friday, July 13, 2007

Hidup Cuma Play dan Stop

Seorang pria membawa pulang truk baru kebanggaannya. Kemudian ia meninggalkan sejenak truk tersebut untuk melakukan kegiatan lain.

Anak lelakinya yang berumur 3 tahun sangat gembira melihat truk baru. Ia pun memukul-mukulkan palu ke truk baru tersebut. Bisa ditebak, truk baru tersebut penyok dan catnya tergores. Mendengar suar gaduh, Ayahnya berlari keluar dan kaget melihat anaknya merusak truknya. Emosinya menuntutn sang ayah untuk merebut palu dan memukul tangan anaknya dengan palu itu.

Beberapa saat setelah tenang ia baru sadar dan segera membawa anaknya ke rumah sakit. Dokter telah berupaya menyelamatkan jari-jari anak itu namun tetap gagal. Akhirnya sang dokter memutuskan untuk melakukan amputasi semua jari pada kedua tangan anak kecil tersebut.

Ketika anak kecil itu sadar dari operasi amputasi dan jarinya telah tidak ada dan dibungkus perban, dengan polos ia berkata, "Papa, aku minta maaf tentang trukmu." Kemudian, ia bertanya, "Tetapi kapan jari-jariku akan tumbuh kembali?"

Ayahnya pulang ke rumah dan melakukan bunuh diri.

Apa yang bisa diperoleh dari cerita di atas?

Berpikirlah dahulu sebelum kau kehilangan kesabaran kepada seseorang yang kau cintai. Truk dapat diperbaiki. Tulang yang hancur dan hati yang disakiti seringkali tidak dapat diperbaiki.

Terlalu sering kita gagal untuk membedakan antara orang dan perbuatannya. Kita sering lupa bahwa mengampuni lebih besar daripada membalas dendam.

Orang dapat berbuat salah. Tetapi, tindakan yang kita ambil dalam kemarahan akan menghantui kita selamanya. Tahan, tunda, dan pikirkan sebelum mengambil tindakan. Mengampuni dan melupakan, mengasihi satu dengan lainnya.

Ingatlah, jika kau menghakimi orang, kau tidak akan punya waktu untuk mencintainya
Waktu tidak dapat kembali. Ingat, hidup bukanlah sebuah VCD Player, yang dapat di-backward dan forward. Hidup hanya memiliki tombol PLAY dan STOP saja.

Jangan sampai kita melakukan kesalahan yang dapat membayangi kehidupan kita kelak.

Cerita ini di-fwd dari temanku. Katanya sih kisah nyata yang terjadi di Amerika. Terlepas nyata atau tidak, tapi ada makna yang bisa kita petik dari cerita ini.

No comments: