Apakah Anda sudah merasa aman ketika menghapus semua data-data penting dan pribadi yang ada di cakram keras komputer Anda saat mau menjualnya? Jika ya, simaklah pengalaman Louis dan Eric ini. Di Indonesia jamak sekali orang menjual komputer bekasnya. Seperti yang ditawarkan seseorang di sebuh milis.
Louis (51), seperti ditulis harian Singapura thesundaytimes, menjual komputer bekasnya karena sudah tidak membutuhkannya. Ia tidak berpikiran sama sekali soal password-password situs di Internet, pesan-pesan surat elektronik yang dikirimkan ke istrinya, juga resume dia akan bisa "digali dari kuburnya". Soalnya ia sudah mendeletenya dari keranjang sampah komputer. Begitu juga dengan Erik (39), seorang teknisi, yang menjual PC-nya tidak menyangka bahwa ia akhirnya ketahuan sebagai orang yang gemar mengakses situs porno.
Menggunakan perangkat lunak yang tepat - lusinan dari itu bisa ditemukan di Internet dengan harga cukup murah - file-file penting dan rahasia yang sepertinya sudah dimusnahkan itu bisa diambil kembali. Inilah yang mesti kita pahami: menghapus data sesungguhnya tidaklah mengenyahkannya, ia hanya tidak bisa dilihat saja.
Yang bikin Louis terperangah, data yang dihapus beberapa tahun silam bisa dimunculkan kembali. "Sebagai pengguna rumahan, saya tidak mengetahui bahwa hal-hal semacam itu bisa dilakukan. Saya pikir ketika saya menghapus file dan kemudian mengosongkan keranjang sampah (Recycle bin), file tadi sudah benar-benar hilang," ujar Louis.
Managing Director CBL Data Recovery Technologies, Samuel David (38), menjelaskan, data tidaklah benar-benar hilang ketika Anda menghapusnya atau bahkan memformat ulang cakram keras Anda. Ia menceritakan pengalamannya saat membeli 17 cakram keras yang sudah "didaur ulang" dari Nigeria. Ketika dilacak bisa ketahuan bahwa pemiliknya sekarang tinggal di Inggris dari file-file yang "dibangkitkan" kembali tadi. "Sesungguhnya setiap orang bisa melakukan hal ini sebab perangkat lunaknya sudah ada," imbuh David.
Cheong Boon Leong (40), seorang insinyur yang bekerja di perusahaan data recovery sependapat dengan David. Keduanya pun menyarankan untuk menghancurkan data-data tersebut hanya ada dua cara: mengunduh perangkat lunak yang bisa melakukan hal itu (mereka menyebutnya wipe), atau merusakkan fisik cakram padat tadi.
Terserah, Anda mau pilih mana.
No comments:
Post a Comment