Tuesday, November 06, 2007

Pohon Oak dan Ilalang

Ada sebuah fabel tua tentang pohon oak perkasa yang telah tumbuh dan hidup selama satu abad. Setelah berdiri dengan kokoh sedemikian lamanya, pohon perkasa ini akhirnya ditumbangkan oleh badai. Ia terlempar ke dalam sungai dan hanyut terapung menuju muara.

Ketika terhanyut, pohon oak tersebut melewati barisan ilalang yang tumbuh di kelokan sungai. Sang perkasa yang telah tumbang tersebut bertanya kepada ilalang dengan penuh rasa heran. "Bagaimana engkau bisa menghadapi badai yang sedemikian ganasnya sehingga saya yang kekar, kuat, dengan akar-akar yang banyak dan menghunjam kuat ke dalam tanah saja bisa ditumbangkan?"

Ilalang berkata, "Bertahun - tahun engkau melawan dengan keras kepala angin yang bertiup ke arahmu. Engkau begitu bangga dengan kekuatanmu, sehingga engkau bertahan bergeming sedikit pun. Sementara kami, sebaliknya tidak melawan angin, kami selalu meliuk dan merunduk mengikuti datangnya angin. Kami memahami kekuatan angin, sehingga semakin keras ia bertiup, kami semakin rendah hati dan merunduk kepadanya."

Jika angin kehidupan bertiup ke arahmu, maka meliuk dan merunduklah bersamanya. Kekuatanmu mungkin bisa melawan angin kecil, tetapi jika badai kehidupan melanda, kemampuanmu untuk meliuk, bersikap rendah hati, dan merunduk bersamanyalah yang menentukan apakah engkau akan tercabut dan tumbang, atau engkau tetap berdiri di kakimu.

No comments: