Monday, August 14, 2006

Beress Yang Tak Beres

Ini untuk kedua kalinya saya mengalami hal tidak mengenakkan berkenaan dengan servis
 rutin kendaraan saya, Thunder 125.  Yang pertama sudah agak lupa, tapi tempat servis adalah Beress Suzuki Dewi Sartika. Sehabis servis tidak masalah. Namun dua hari kemudian baru ada
yang aneh dengan motor itu. Setangnya agak bengkok, tidak lurus.  Berhubung tidak
paham permotoran saya pun balik ke bengkel dan ternyata sekrup setang belum terpasang.
Terpaksa saya kembali ke Beress Dewi Sartika dan minta diperbaiki. Cuma yang bikin mangkel saya seperti tidak dipercaya bahwa itu kelalaian mereka. Alasan mereka, kalau kelalaian mereka tentu hari itu juga persoalan selesai. Saya pun protes dan suruh lihat list perbaikan dan memang ada di situ perbaikan setang. Tak mau berpanjang lebar aku pun terpaksa beli sekrup. Untung tidak jauh ada yang jual. Cuma jadi kesal saja.

Ketidakberesan kedua cukup fatal. Kali ini servis rutin di Beress Jalan Panjang. Aku memilih Beress ini karena kedekatan dengan kantorku saja sih. Selain itu sebelumnya sudah pernah servis di sini dan tidak mengecewakanlah! Bengkel di sini relatif sepi sehingga begitu parkir dan dicatat keluhannya bisa langsung dikerjakan. Tapi tidak tahu ya hari-hari lain. Saya cuma mengamati dari dua kali servis di situ kok.

Begitulah, setelah selesai dicatat motor langsung masuk ke "ruang operasi". Saya pun tenggelam dan penantian ditemani bacaan. Namun di tengah keasyikan saya dipanggil mekaniknya dan kemudian dijelaskan bahwa salah satu komponen di karburator (adjuster) sudah dol. Dia menjelaskan bahwa kelemahan Suzuki Thunder 125 ya di situ. Posisi adjuster yang menjorok rentan menyimpan air saat dicuci. Air yang tersimpan kalau tidak segera dilap lama-lama bisa membikin karat. Jika karat, maka adjuster yang bisa diputar-putar menggunakan obeng ini akan ngadat.

Si Mekanik (lupa menanyakan nama) menjelaskan bahwa untuk memperbaikinya perlu dibobol dulu lalu diganti adjuster baru. Komponen ini tidak mahal sih, sekitar Rp 35 ribuan, cuma pengerjaannya yang lama. "Bisa setengah harian," kata si mekanik tadi. Wah, lama banget. Karena tidak mungkin meninggalkan kantor begitu lama maka aku pun menunda untuk bongkar dan ganti adjuster.

Hari berikutnya aku tidak menggunakan motor untuk ke kantor. Jadi Thunderku ngejogrok di parkiran motor rumah. Dua hari kemudian baru aku pakai untuk mengantar anakku langsung ke kantor. Dari Condet aku ke Cililitan tempat anakku sekolah kemudian menyusuri Dewi Sartika dan belok ke arah Kalibata. Nah, pas di atas jembatan layang Kalibata tiba-tiba motorku kehilangan tenaga. Untung pas turunan sehingga aku tidak perlu mendorongnya. Segera setelah sampai ujung jembatan layang motor aku pinggirkan dan coba distarter tidak bereaksi.

Akhirnya aku telepon adik ipar yang belum berangkat kerja dan minta tolong untuk narik motorku ke Beress Dewi Sartika. Aku pikir ini paling dekat. Sampai di Beress bengkel belum operasi, maklum belum pukul 09.00. Tapi aku sudah diurutan 3. Setelah dapat giliran akhirnya ketahuan mengapa motorku tidak bertenaga. Di dalam karburator bertengger sebuah sekrup! Inilah yang menjadi penghambat suplai bahan bakar ke mesin. Wajar saja berapa kali aku starter kok gak ada respon.

Mau protes ke Beress Jl Panjang sayangnya aku tidak bawa kamera. Coba kalau bawa bisa aku potret dan terserah Beress Jl Panjang mau percaya atau tidak. Yang jelas sepertinya aku harus menghapus daftar Beress Jl Panjang di dalam buku servis.

No comments: