Saturday, August 05, 2006

Lampu rem putih... Uhhhhhhhh!!!! $%@#&*!

Jumat malam, 4 Agustus 2006, sehabis main futsal dalam rangka pertandingan antar unit di lingkungan kerja, aku menyusuri arteri Pondok Indah menuju Slipi untuk seterusnya mengambil jalur Gatot Subroto. Jalan dari Lapangan Pertamina Simpruk relatif sepi, sebab jam sudah menunjuk pukul 21.00 lebih. Setelah menurunkan teman yang nebeng sampai Slipi saya mengambil arah ke kanan untuk seterusnya menuju Pancoran.

Tepat di bawah jalan layang TVRI antrian kendaraan mulai terlihat. Wealah ... tak pikir sudah malam bebas hambatan. Ternyata masih macet juga. Mencoba berjibaku dengan goyang kanan dan kiri akhirnya tembus juga di Semanggi. Ah, benar-benar berhenti, macet cet! Ambil napas sebentar sambil melihat sekeliling. Ah, iya! Ini Jumat malam dan ada acara Indonesian Idol di Balai Sarbini (atau Plaza Semanggi?).

Benar juga, selepas Plaza Semanggi jalanan lancar dan saya memacu KilMer-ku. Wuzzz ... langsung tergeber 80 km/jam. Namun, tanpa sadar aku sudah di belakang motor bebek yang entah karena apa berhenti mendadak. Waktu itu sudah berada di depan Patra Jasa, sebelum naik layang Kuningan. Otomatis aku menginjak rem dengan dikejut-kejut sambil membuang setir ke kanan. Sebenarnya aku tidak perlu sampai gedandaban (apa iya padanannya? kelabakan yang amat sangat plus cemas kali ...) kalau saja lampu rem motor bebek tadi normal-normal saja. Dalam arti merah nyalanya. Kali ini seperti yang jamak dilakukan orang yang gak mikirin orang lain, lampu remnya diganti mikanya menjadi putih bening. Alhasil nyalanya menyilaukan sekali. La wong siang saja lampu rem model begini kadang aku ingin menubruknya kok, apalagi ini malam pekat. Tahu sendiri sebelum layang Kuningan arah Pancoran (eh, iya ya ... layangan Kuningan cuma searah saja hehe....) tidak begitu terang jalannya.

Sambil jalan pelan aku masih berpikir. Apa yang ada di pikirian pengendara motor bebek tadi saat mengganti merah menjadi putih. Apa karena lebih murah? Apa meniru tren? Ah, embuhlah! Yang jelas menurutku mereka egois dan songong (meminjam istilah teman saya).

gg. lanang/10.03 pm

1 comment:

Anonymous said...

setuju, dilakukan penertiban pada motor, terutama atas tidak dipasangnya lampu, copot spion, mika rem jadi putih, dll