Tuesday, August 08, 2006

Pagi, Good Morning....

Berangkat pagi - pukul 07.00 dari Cililitan - membuat aku harus melewati Jalan Arjuna Utara. Bagi yang belum hapal, jalan ini sejajar dengan jalan tol dari Pintu Tol Kebunjeruk mengarah ke Tomang. Jalannya sempit, cukup untuk berpapasan dua mobil. Di sisi satunya jalannya juga serupa, namanya Jalan Arjuna Selatan. Dulu, dari Mal Taman Anggrek aku menyisir jalan ini karena ya nyaman saja. Namun berhubung di depan Kantor Pajak ada peringatan tidak boleh mengarah ke Jalan Panjang antara pukul 07.00 dan 09.00 (saya biasanya sampai di sini pukul 10.00-an), maka saya pun mengambil jalur Arjuna Utara.

Jika sebelumnya dari depan Mal Taman Anggrek menyusuri pinggir kali yang bau namun bermandikan segarnya tanaman hias yang dijual, lalu lurus masuk kolong bawah Tol Tomang - Kbjeruk, kini sebelum kolong harus berhenti dulu. Biasanya di sini ada sedikit kemacetan antara kendaraan dari Arjuna Selatan yang mau mengarah ke Mal Taman Anggrek dan antrian kendaraan dari Arjuna Utara yang mau memutar arah ke Arjuna Selatan untuk seterusnya ke Batusari atau melompati tol Dakota (ini akronim dari kata Dalam Kota - ah pandainya orang Indonesia membikin akronim meski di kolom bahasa Koran Tempo justru disindir sebagai orang malas).

Selepas keruwetan yang coba diatur oleh seorang Bapak usia lanjut berseragam hijau (Hansip kali ya....) yang membuatku trenyuh, sebab terus-terang aku justru takut kalau ia tertabrak oleh ulah pengendara motor yang sering kurang sabar itu, aku bisa bernapas lega. Lega betulan sebab di pertigaan itu bau sungai masih terasa. (Saya jadi heran, kok sungai di Jakarta baunya seragam ya? Sampai anakku kadang tidak tahan dan selalu minta sarung tangan buat menutup hidungnya yang mungil itu hihihi....). Aku pun melajukan KilMer-ku sambil hati-hati menyusuri Arjuna Utara sebab meskipun lengang, namun jalur sepi ke arah Jl Panjang itu menjadi santapan lezat pengendara motor yang ingin cepat sampai ke tujuan dari Jalan Panjang atau Tanjungbarat, entah ke arah mana mereka.

Dari sinilah ritualku mulai memperoleh tempat. Melewati antrian kendaraan yang bisa amat panjang itu aku mencuri-curi pandang ke penumpang atau sopir yang ada di dalam mobil. Ada sepasang suami-istri dengan tatapan kosong, entah apa yang ada di pikirannya. Kerja yang menumpuk? Rutinitas yang membosankan? Jika seorang diri, beragam aktivitas dilakukan sekadar membuang waktu agar mengantri menjadi pekerjaan yang bermanfaat. Ada yang menelepon, membaca koran, tapi banyak yang diam mematung - sambil telinganya mendengar musik atau celotehan penyiar radio yang dengan berbusa-busa meyakinkan bahwa pagi hari ini adalah hari yang cerah. Terkadang aku menyaksikan obrolan hangat antara dua wanita eksmud atau ibu dan anaknya. Entah yang diobrolkannya, aku tak kuasa menguping. Lagi pula, apa gunanya? Ah, aneh-aneh saja sampeyan.

Etalase bermacam aktivitas di dalam mobil itu terkadang memberiku semangat bahwa apa yang aku lakukan tidaklah salah. Beralih dari mengendarai mobil ke motor membuatku tidak punya waktu untuk bengong menatap mobil di depan beringsut. Apalagi bersenda-gurau atau berhaha-hihi melalui telepon. Namun mataku tetap awas, melirik sana melirik sini.

Ah, pagi... good morning!!!!

No comments: